Langsung ke konten utama

Pelaminan

Kursi Pengantin Jejak Manyar
On This Place Happiness (Sometimes) Always Seen
Sepasang tubuh hadirkan sepasang senyum yang sembul dari sepasang wajah anak manusia. Selaksa rasa pancar dari selaksa bah'gia yang terbit dari selaksa damba. Dermaga baru dilabuh. Sampan baru siap dikayuh. Lautan ombak, padang angin berarak menunggu. Mereka telah meneguh. Bertaut janji hadapi segala tanpa keluh.

Dan berjuta syukur menegur berjuta gentar yang berjuta kali menyusupi hati. Tentang malam pertama. Tentang bayang-bayang menyosok orang tua. Tentang kelestarian kasih sayang dalam dada. Segala merotasi. Perlahan tapi pasti. Bergerak tak kenal henti. Jiwa mereka terbang. Melesak, melayang. Jauh menembus awan tinggi.

Sejalan waktu berjalan. Satu per satu, tamu jauhi gelanggang. Setapak demi setapak, pengantin sirna menyongsong surga. Dan pelaminan serentak sepi. Tinggal puing riuh sesaat yang lalu. Tapi, adakah yang menangisinya?
     Yang terdengar hanya gumam puja dan dengki. Seribu sobat, karib sahabat. 
     Yang terdengar hanya syukur silih berganti. Ayah bunda dan sanak famili.
   Yang terdengar hanya desah bernyanyi. Sepasang anak muda di sepasang waktu dalam sepasang perjalanan mereka yang baru. Di sebuah pembaringan yang merekam sebuah kisah di akhir sebuah pesta perkawinan dengan sebuah pelaminan. Di sebuah ode cinta yang mengekalkan...

Sumber Gambar : Olivia Wedding Decoration

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Thalia

Musnah Damba Bagai impian Hadirmu menyorot pandang kekaguman Tak ada kemilau cahaya selain kau Tak ada kesejukan selain nafas keabadianmu Tak ada kedamaian tutur berdayu di aliran waktu. Kecuali kau Thalia Kau menjadi damba seluruh desa Bunga dan gulma Bersuka cita menyongsong setiap langkah Kau tebar wangi aroma senja Dan gemilang rona sinaran surya Sayang Lamunan kota membawaku beranjak ke sana Dengan mimpi selebar ufuk Jalanan penuh kutuk Kau titi tanpa merutuk Walau kini                        Kau kusam hilang bentuk Tak ada yang tahu Suaramu dimana tersisa Tak ada yang tahu Wajahmu dimana berada Di sebuah lorong kelam Sosok gadis sisa-sisa Menunggu entah di balik sepi Ku pandang dari kejauhan Ku nikmati dari titik sudut Mungkinkah engkau di sana? Sumber Gambar: Baltyra.com

The End of The Holiday ^.^

Menyambut Esok Yup. Saya pikir inilah saat terakhir saya ngabisin hari libur. Masa reses. Masa menenangkan diri dan menjauhkan diri dari aktivitas perkuliahan dan tugas-tugas yang naujubillah banyak banget. Ini hari terakhir, meskipun masih kesisa sehari besok, buat memikirkan rencana masa depan. Kenapa hari terakhir? Ya karena mulai Senin besok lusa nggak ada lagi rencana. It's time to action! Setuju? ^.^ Senin, jam 7 pagi, sejarah semester 4 studi saya dimulai. Dosen baru, suasana baru. Target-target baru. Saya yakin, sepanjang hati kita yakin, kita bisa melakukan apa aja. Kebaikan apa aja. Kesuksesan apapun meski terlihat rumit dan mustahil. Dan hal ini yang akan saya lakukan: Agraria harus dapat nilai A!!!! Itu tekad saya buat si dosen killer yang bakal jadi dosen di kelas yang saya ambil semester ini. Semoga ini bukan keputusan goblok saya. Tuhan, Ya Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, berikan petunjuk dan kemudahan bagi hamba. Aamiin... So, bagaimana denga...

Aku Ingin Cinta

Aku ingin cinta Suguhkan aku cinta! Biarkan ku teguk manisnya Biarkan ku jilati lukanya Biarkan ku rasai semua Patah Hati Aku ingin sentuhan Aku ingin cumbuan Berikan aku pelukan! Dan lemparkan padaku senyuman Ketika dingin meningkapi badan Ku takkan merasa kesepian Aku ingin Kau menjadi ingin Inginkan aku. Inginkan hatiku Sayang. Kau tak begitu Maka. Aku ingin cinta Pada siapa ku dapatkan dia? Sumber Gambar: Cerita Cinta - 4 Tanda Cinta Bertepuk Sebelah Tangan