Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2013

Waktumu, Waktuku

Gambar
Waktumu, waktuku
Merangkak kian jauh
Melintasi jurang jarak dan tempuh
Memintasi keraguan dan jemu

Waktumu, waktuku
Tiada bentuk yang satu
Sesekali kau diam, sepuluh kali ku melaju
Sesekali aku terhenti, seribu langkah mau mendahului
Simpang menjadi mimpi

Waktumu, waktuku
Terpajang di angan sunyi
Kita coba memadu
Dan realitas tak semudah sentuh
Kita coba henti mengeluh
Sampai kapan harus begitu?

Waktumu, waktuku
Terpisah di arus putaran dunia
Kita biarkan; kita relakan
Bagaimana waktumu,
   waktuku
Menentukan titik temu
Antara waktumu... dan waktuku

Atau
di sisi batas nanti kita putuskan : bertahan atau tinggalkan...

Sumber Gambar : Reactor Seven

The Blessing Day Called... Jum'at

Gambar
SELAMAT untuk Sahabat Manyar yang beragama Islam! (•ˆ⌣ˆ​​​​•) It's your beautiful day, isn't it? Di hari istimewa ini, mari kita sharekerahmatan dan keberkahan Jum'at kepada orang-orang di sekitar kita dengan sebanyak dan setulus mungkin melakukan kebajikan. In every where, in everytime, in every kind of your act.

Terkadang, harus diakui bahwa Jum'at adalah hari yang menggalaukan. Lho? Kok bisa? Ya bisalah. Pertama, di hari Jum'at pikiran manusia, terutama mahasiswa, pecah kontras jadi dua : satu papan tulis kuliah, satu baju liris-liris punya pacar kedua #Selingkuh Mode On ƪ(ړײ)‎ƪ# Kedua, buat yang mau mudik ke kampung halaman, Jum'at adalah hari paling menggemaskan. Bagaimana tidak? Saat jam jongkok di angka tiga, eh malah ada kuliah sampai jam 4. Moga-moga saja kereta masih mau nungguin di stasiun. Ketiga, buat kaum muslim, Jum'at adalah hari yang dilematis. Jujur nih : pilih Jum'atan apa ketiduran di kosan? Sama-sama punya sisi positif dan negatif k…

Pekik Harap

Gambar
Seroja usai dari mekar
Senja menembangkan semangat fajar
Saatnya cemara tua menutup mata
Saatnya anginnya rindu bekerja :
menyairkan ritmis nyanyian malam

Aku tertegun di pintu purnama
Langit petang meremang tak gulana
Setitik iman menjelma sinar
Setitik suara menggugah gegar :
memekik harap esok yang degam. Jaya berdentam

Sumber Gambar : Beautiful Dawn

Kodrat

Gambar
(Tentang Manusia)

Kau tak bisa mengubahnya
Kau tak suka; kau suka
Kau memuja; kau hujat ia
Tetap tak tergubah

Potret diri kuat melekat
Menempel bagai tompel
Bak pahat; bak jejak gelombang di karang pucat
Ia gambaran cipta dalam kelebih-kurangan yang nyata

Dan kau :
Kau cukup berdo'a
Tatkala kau muaki salah satunya
Dan kau kutuki ia setiap senja
Dan kau :
Tengadahlah!
Pintalah!
Agar Ia menjauhkan dosa
Dari celah kodratmu yang ada

Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi

Kamis yang Dinamis

Gambar
TIDAK terasa hari Senin yang penat berlalu. Dan tidak terasa juga kita jumpa di hari Kamis. Ya. Semakin dekat bukan dengan weekend yang kita tunggu? ƪ(˘ڡ˘)ʃ

Kamis, dua hari terakhir sebelum weekend. Buat sebagian orang, hari Kamis bisa berpengaruh positif, namun bisa juga berdampak negatif? Kenapa? Karena terlalu memimpikan weekend. Sebagian yang lain menjadi begitu semangat menyelesaikan tugas yang menumpuk agar saat weekend tidak ada lagi beban yang ditanggung dan bisa mengerjakan hal-hal menyenangkan bersama orang-orang yang kita sayangi. Buat sebagian yang lain, tidak begitu. Mereka terlena dan membiarkan begitu saja kewajibannya karena terlalu bersemangat merancang agenda mereka ketika weekend tiba. Akibatnya, tak jarang mereka harus mengorbankan weekend mereka untuk lembur dan sebagainya yang berkaitan dengan pekerjaan. That's a consequence.

Hari-hari terakhir adalah waktu yang disediakan Tuhan untuk membuktikan kemampuan terakhir kita. Pernahkah Sahabat Manyar melihat seoran…

Today is The Day

Gambar
JANGAN takut dengan perubahan! Yang harus kita takutkan : baik atau burukkah perubahan itu? Dan menjadikan perubahan sebagai sesuatu yang baik adalah mudah. Perbaiki diri kita lebih dahulu! Perbaiki pikiran kita, perbaiki ucapan kita. Perbaiki perbuatan kita. Perubahan apapun yang datang, seburuk apapun jika kita, manusia yang menggunakan perubahan itu, dalam keadaan yang baik, bukan sesuatu yang sulit menjadikannya ladang kebaikan.

Kalian tahu Facebook? Sudah tahu berita-berita buruk berkaitan dengan Facebook? Penculikan, penipuan. Selingkuh. Curhat, makian, keluhan, kesombongan, kenorakan, kesia-siaan, kebohongan. Apa lagi? Makin banyak kalian menemukan keburukannya, semakin kalian mengenalinya. Oh ya, tambahkan ungkapan-ungkapan membual dan kasar yang membosankan. Baikkah? Sekarang masalahnya, siapa yang buruk? Facebook atau penggunanya?

Bagaimanapun Facebook, dan jejaring sosial lainnya, hanya sebuah 'benda.' Just a website, social network. Just it. Ketika keburukan lahir …

Ajal

Kau tak bisa mengutukinya
Memusuhinya?
Bah! Sia-sia
Suatu hari
Kau-atau dia yang menghampiri
Menyeretmu ke tepi langit
Dengan dada menyesak menghimpit
Maka : bersiaplah!
   Waktu tak bisa diubah...

Kata Cinta

Ia mengalir
Bagai air
Bagai angin semilir
Bagai takdir...

Siap Jalani Hari Ini? ( ื▿ ืʃƪ)

Gambar
LIFEis walk around. Bukan soal siapa yang di atas dan siapa di bawah. Miskin dan kaya. Tapi, lebih pada semangat hidup kita : bertahan di atas atau... sudah tenggelam di bawah? Hidup seperti jarum jam. Tidak pernah berhenti berputar, kecuali ketika energi yang membuatnya bergerak lenyap. Habis. Atau, menurut konsep fisika, "bertransformasi" menuju bentuk energi lainnya. Yang jadi masalah, bagaimana energi kita saat ini? Habis (dalam arti sesungguhnya) atau ia malah beralih wujud menjadi energi yang menakjubkan?

Hari kemarin adalah cermin. Hari depan adalah harapan. Hari ini? Dia adalah ladang perjuangan. Hari ini adalah seruas jalan yang harus kita lewati setelah puas melihat cermin, menemukan sebab kegagalan, belajar mengatasi kekurangan demi tercapainya harapan yang menyenangkan. Membanggakan.

Bayang-bayang hari kemarin hanya membuat kita takut berjalan. Ilusi hari depan hanya membuat kita surut ke belakang. Untuk apa meratapi yang sudah terjadi? Untuk apa gemetar pada yang…

Nostalgi Musim Kemarau

Gambar
20 Tahun Lalu...

Ku dengar kau mendekati tubuhku
Menyapaku
Bertanya tentang alur ke desa rindu
Ku berikan telunjukku
Membimbingmu ke situ
Seketika pula menuju hatiku

15 Tahun Lalu...

Ku tangkap wajahmu
Menyambutku
Dalam kerinduan yang malu-malu
Kala itu
Ku yakin sungguh
Aku adalah kamu
Dan kamu adalah aku
Kala itu

10 Tahun Lalu...

Asamu pada esok hari
Janjikan jumpa
   di kemarau lima musim yang baru
Ku anggukkan kepala
Di akhir penghujan yang resah
Kita habiskan malam bersama
Segelas cinta, secuil gairah
Bintang-bintang menatap haru gulana

5 Tahun Lalu...

Ku terkurung di bangsal rindu
Dimana dirimu?
Bukankah kita bersumpah segera bertemu?
Di kemarau ini?
Di telaga ini?
Di senja yang ku kutuki ini?
Dimana dikau?
Dimanakah kau?

Kini...












Ku terpasung di tepian pembaringanmu
Tanah berselimut rerumputan teduh
Basah berselimut embun rindu
Wahai,
lupakah kau nostalgi yang kita gubah?
Dalam hening ku sebuti namamu
Mengapa tak kau sahuti?
Mengapa tak kau sahuti?
Mengapa?

Dan kini
Ku terbenam dalam pe…

Khianati Aku Lagi

Gambar
Dan ku diam
Bukan aku terpejam
Mataku melihat semua
Meski matamu :
tak tangkap dendamku gemuruh

Dan aku berdiri
Bukan berarti ku tak berlari
Ku tunggu detik memungkinkan
Hingga...
   kau tertawa dengan jenaka
Hingga...
   gamitan lebah jalang meraba
Hingga...
   kau dan ia terlena di gerbang dunia
Saat itu aku turun menerkam
Bagai rajawali mursal dendam
Mencampakkan kisahmu, kisahnya
   -kisah kalian-
   dalam arus sejarah yang silam

Saat itu juga
Dunia tak akan mendengar suara mu dan nya
Saat itu lah
Kau bisa
   -sekali lagi-
mengkhianatiku lagi
Ku janji : ku takkan murka. Lagi!

Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi

Happy Monday, Sahabat! (*^□^)八(^□^*)

Gambar
HAPPY MONDAY, GUYS!!
Bagaimana? Sudah siap melanjutkan "perjuangan"? Semangat! (˘-˘)ง Ħαª☺Ħαª☺Ħαª☺◦°˚☺

Saya paham banyak dari Sahabat Manyar yang masih terkesan sekali dengan weekend kemarin. Nikmat sekali kan rasanya tidur pulas sampai siang? Bagaimana bedagangnya? Tidak ada gangguan kan? Itu kemarin. Weekend was left us, Guys. But, our life is still alive. Masa depan kita masih ada di depan kita tuh. Dan pagi ini, di hari Senin yang cerah ini, ayo bangun segera! Saya dan Sahabat Manyar semua sudah saatnya memenangkan pertempuran. Amunisi selama weekend kemarin sudah cukup dong buat pertempuran pekan ini? Nah, jadikan pekan ini medan tempur yang menyenangkan. Targetkan sebanyak mungkin keberhasilan. Saya yakin kita bisa meraih apa saja yang kita inginkan. Kuncinya hanya 4 : Yakin, Do'a, Ikhtiar, Tawakal. Percayalah, kesuksesan itu hanya untuk orang yang percaya pada Tuhan dan orang-orang yang berusaha. Selain itu, hanya "belas kasihan" Tuhan semata. (•͡˘ε˘ •͡“)

Hujan (Penghujung Mei)*

Gambar
(Potret Sahabat Lama)

Aku dengar langkahmu
Separuh ragu di gemulai desir angin subuh
Matamu menerawang langit
Terbayang sekian jauh perjalanan yang sulit
Ku tepuk bahumu
Lemparkan senyum, seperti dulu
Dan sebisik kata mengalir dari hatiku :
"Ku yakin kau mampu"
Kau sematkan sipu
Seakan setuju

Pintu terminal membentang lebar
Suara dzikir masjid-masjid sumir
Cerminkan perpisahan yang semakin getir
Bayang-bayang masa kecil dahulu,
Potret remaja yang biru,
Haruskah usai di keheningan kini?

Terakhir ku pandang wajahmu
Sebelum roda-roda bus antarkota mengajakmu serta
"Suatu hari aku akan mengunjungimu
   Dan kita akan bercerita lagi
   Tentang anak sungai yang biasa kita gunakan mandi
   Atau tentang Sri si kembang desa
   Yang selalu kita rebutkan dalam mimpi"
Aku tergelak mendengar tuturmu
Dan jemariku, jemarimu
Berjabat mengungkap rindu
Hingga sedetik lalu : waktu menyeretmu pergi menjauh
Jauh. Jauh. Jauh di balik gemuruh...
***
Dan seperti dahulu
Setiap kali penghujung Mei

Duhai, Senja

Gambar
Ajari kami cinta
Semerah saga
   dan bias sinarmu yang jaya

Duhai, Senja
Ajari kami ikhlas
Setulus batas
   jejak langkahmu yang papas

Duhai, Senja
Ajari kami janji
Semurni tuturmu sarat
   tentang esok yang hangat

Duhai, Senja
Ajari kami
Berhikmah darimu...

Sumber Gambar : Kata Hati Idana

Penjara Ironi (Elegi Kaum Epigon)

Gambar
Langkah manusia tertatih
Merunduk dalam sepi; tertunduk dalam perih
Ambisi selawas mimpi
Angan-angan? Terbuang di lorong dengki


Mereka melihat dengan mata
   sayang, tak bijak menarik hikmah
Mereka dengar dengan telinga
   sayang, tak peduli realita
Mereka meraba dengan jiwa
   dan sayang : mereka tak lagi punya jiwa!

Fajar menjadi gelora
Sinar langit jadi pertanda
Mereka, manusia-manusia gila, berhamburan ke udara
Mereka raih apa saja yang ingin diraih :
batu. api. udara. debu. bahkan jejak kaki.
Bayang-bayang iri melesak bagai janji
Selalu. Selalu saja begitu
Setiap hari
Setiap waktu
Mereka tak pernah mau mengerti
Tak akan pernah mengerti

Kini. Tengoklah!
Di padang sesal berlaksa manusia merengek binal
Mereka menangisi tangan mereka yang hampa
Mereka meratapi kaki mereka yang sia
Mereka mengutuki usia tersisa
"Apa ku dapat?"
   "Apa ku buat?"
   "Apa ku pahat?"
   dan segudang tanya tentang sejarah hidup mereka
Sayang. Tak ada yang menjawabnya

Langkah manusia tertatih
Merunduk dala…

Sudahkah Kita Berdo'a Malam Ini?

Gambar
Ya. Sudahkah kita berdo'a malam ini? Kepada Tuhan?

ALLAH SWT. tidak bertambah kemuliaanNya karena kita beribadah kepadaNya. Dan Allah SWT. tidak akan bertambah kekuasaanNya "hanya" karena kita, makhluk ciptaanNya, menyembahNya. Kita beribadah kepadaNya semata-mata karena kodrat kita yang lemah sebagai makhluk dan memohon belas kasihNya untuk menjaga kehidupan dan jalan kehidupan kita.

Kita berdo'a kepada Allah SWT.-atau Tuhan dalam kepercayaan dan keyakinan Sahabat Manyar sekalian : karena kita membutuhkanNya. Kita berdo'a kepadaNya sebagai wujud terima kasih kita, syukur kita atas segala karunia yang Ia berikan pada kita hari ini.

Masih sehatkah tubuh kita hari ini?
Masih jelaskah penglihatan, pendengaran, dan indera kita lainnya hari ini?
Masih gagahkah diri kita hari ini?
Masih lancarkah lidah kita berkata-kata hari ini?
Masihkah?

Masih sempatkah kita melahap sesuap nasi hari ini?
Masih bisakah kita menghirup udara bebas hari ini?
Masih bisakah?

Masih bisakah k…

Sejenak Mari Kita Tertawa

Gambar
Untuk kebisingan yang kita derita
Di tengah kesunyian hati yang papa

Sejenak mari kita tertawa
Untuk kegelapan yang sirna
Digantikan kepekatan tak berdamba

Sejenak mari kita tertawa
Untuk langkah yang patah
Dan kesumba muak yang hina

Dan : mari sejenak kita tertawa
Untuk umur yang berkah
Hingga hari ini
Kita sempat membaca sajak ini
Sebelum muntah bersama-sama : ada cecunguk nimbrung di telinga

Sumber Gambar : Fauzi Online {Akhmad Fauzi}

Kuak (Pintu Langit)

Gambar
Mendung mengurung
Muram. Murung.
Sunyi menerkam. Mendalam
Kemana cahaya?
Kemana bayu yang katanya perkasa?
Dimana bisu?
Dimana cerah yang kita tunggu?
Puisiku juang menguak, menyibak
pintu langit yang kusut menampak
Tapi,
  sanggupkah hanya ia sendiri?

*Puisi diciptakan dalam perjalanan Bondowoso-Malang, di Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, tanggal 13 Mei 2013 Pukul 11.25 WIB.

Sumber Gambar : Omah Ilmoe dengan modifikasi Jejak-Jejak Manyar

Seroja di Telaga Luka

Gambar
Ia kuncup tatkala mentari lemah menguak mega. Bayang pesona musnah. Ia kulai dalam derita. Di keheningan telaga luka.
Rumpun cemara tak mau mengerti. Mereka katup dalam dengki. Tak duli seroja dimuaki maki dendam hati.
Hingga tiap waktu berlari : Seroja buncah dibakar resah. Semua menunduk wajah seakan belasungkawa. Entah : Kemana dunia ketika ia suarakan derita?

*Puisi diciptakan dalam perjalanan Bondowoso-Malang, di Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, Kabupaten Situbondo, tanggal 13 Mei 2013 Pukul 09.03 WIB.

Sumber Gambar : Koleksi Puisi & Kata2 Bijak by Pakdhe : Seroja dengan modifikasi Jejak-Jejak Manyar.

Bimbang

Gambar
Seribu bayang
Hampa bimbang menghadang
Simpang,
Jalan mana ku pilih?

Senyuman neraka semanis surga
Dari jauhan
Ia kerlingkan dosa bagaikan asa
Tak ada celah selain pergi
Tak ada pintu selain lari

Di ujung kemelut
Kakiku lantas berlutut
Ku tundukkan kepala
Ku benamkan pada jelaga
Seketika itu pula
Fajar sirna terlempar
Aku. Ruh dan jasadku
Entah terpuruk di bumi yang mana
Entah. Ya. Entah...

Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi

Kisah Inspirasi - Polisi Super & Celana Kolor

Gambar
APAKAHkalian tahu sebuah negeri yang begitu terkenal dengan polisi supernya? Bukan, sungguh bukan! Mereka bukan polisi bersayap dengan celana dalam di luar (Baca : Superman). Bahkan, mereka bukan Sersan Chan Ka-Kui yang "hanya" berani menangkapi penjahat-penjahat besar dalam film Police Story. Mereka disebut polisi super karena... Mereka melayani masyarakat dengan penuh dedikasi.
Sebelum kalian salah mengira, saya harus memperjelas : KISAH INI BUKAN TENTANG POLISI DI INDONESIA. Bahkan mungkin tak pernah akan ada di negara ini jua. Kisah ini tentang sebuah angkatan bernama polisi di Negeri Ironi, yang terletak jauh... jauh... jauuuuuuuh... di ujung pulau.
Negeri ini dipuji banyak negara karena memiliki angkatan bersenjata kepolisian yang hebat. Mengapa hebat?
Di Indonesia, ketika kalian kehilangan sepeda motor, bahkan kehilangan mobil BMW sekalipun, mungkin pihak kepolisian yang kalian lapori akan begitu lama memproses laporan kalian. Paling cepat sehari-dua hari lah. Tidak d…

Renungan - Cara Mudah Menghargai UANG

Gambar
KITAseringkali merasa tidak cukup dengan uang yang kita punya. Banyak seakan sedikit. Sebukit seakan seanjak (satu pindahan, satu geseran, dan sebagainya.pen). Sejuta seperti seratus ribu. Seratus ribu bagaikan sepuluh seribu. Sepuluh ribu seolah seribu. Seribu? Beberapa di antaranya dengan mudah mengumalkannya dan melemparkannya ke kotak kecil para peminta-minta.
Banyak dari kita mengatakan "Betapa susahnya menghargai uang!" Ah, tidak! Siapa bilang? Ada begitu banyak cara mudah menghargai uang.

Untuk mengerti makna uang seratus juta rupiah... tanyakanlah pada bayi yang hendak operasi jantung bayinya.

Untuk mengerti makna uang sepuluh juta rupiah... tanyakanlah pada Ibu yang tak sanggup membayar uang muka operasi anaknya

Untuk mengerti makna uang satu juta rupiah... tanyakanlah pada jebolan SMA yang tak bisa kuliah

Untuk mengerti makna uang seratus ribu rupiah... tanyakanlah pada bocah SMP yang ijazahnya ditahan sekolah

Untuk mengerti makna uang sepuluh ribu rupiah... tanyakanla…

Kisah Inspirasi - Do'a Alif

Gambar
SUATU hari seorang ayah, sebut saja Noval, yang sehari-hari sangat sibuk-bahkan saat weekend-untuk akhir pekan kali ini ia bisa bernafas lega. Ia bisa merasakan hangatnya ranjang sampai cukup siang dan bermain dengan putra semata wayangnya yang begitu imut, Alif, 5 tahun.
Hari ini, sang istri Raras pergi ke luar kota untuk mengurus ijin proyek pembangunan pabrik baru. Alif sengaja tidak diajak dan Alif pun sengaja tidak minta diajak karena ia ingin bermain-main dengan ayahnya hari ini. Sungguh sebuah kesempatan langka bagi seorang Alif.
Sepanjang pagi hingga nyaris dhuhur, dua sosok lelaki ini asyik bermain bola di halaman belakang rumah mewah mereka di kota yang dingin ini. Alif tak berhenti terkikik dan terbahak sesekali melihat tingkah lucu ayahnya ketika pura-pura terjatuh menangkap bola yang ditendangnya.
Ketika dhuhur datang, mereka berdua duduk di teras belakang setelah sholat sambil berbincang entah tentang apa saja. Tiba-tiba...
"Pa, kenapa sih Papa sama Mama harus kerja…

OST My Way : Andrea Bocelli - To Find My Way

Gambar
MANUSIA tidak pernah tahu detil kisah hidupnya. Itulah (salah satu) makna yang tertangkap otak saya dalam film My Waybesutan Kang Je-Gyu. Komplikasi cerita dan permainan karma yang membola menjadi refleksi tegas bahwa setiap sisi perbuatan manusia akan menciptakan balasan bagi manusia itu sendiri. Persaingan antara Kim Jun-shik (Jang Dong-gun) dan Hasegawa Tatsuo (Joe Odagiri) sedari kecil memuncak hingga akhirnya perang menjadikan mereka sebagai dua orang sahabat. Meski agak terlambat, kesadaran keduanya yang terseret dalam arus perang sedemikian panjang menyadarkan kita bahwa Kebencian bukanlah obat yang tepat untuk menutupi kekurangan kita. Kekuasaan yang kita miliki tidak dapat meninggikan derajat kita, malah ia akan menjatuhkan kita ke dalam penyesalan yang panjang. Seperti perbuatan Tatsuo yang menyebabkan Jun-shik dan rekan-rekannya dihukum menjadi tentara sukarela Pasukan Jepang melawan Rusia yang berujung tertawannya Tatsuo sendiri.
Lepas dari begitu menariknya sisi humanisme…

Kisah Inspirasi - Loker 12

Gambar
LELAKI itu selalu membuatku kesal. Sudah tahu tasku begini besar, mengapa memberikan loker yang kecil? Pasti ada yang salah dengan mata atau telinganya. Berkali-kali aku kemari dan berkali-kali juga aku meminta dengan sopan, tetap saja : loker nomor 12 diberikannya padaku. Ah, sial!
Perlu perjuangan untuk memasukkan tasku ke dalam loker sialan itu. Dengan isi tak kurang 3-8 buku tebal, laptop dan charger, dan belum lagi benda-benda seperti binder dan kotak pensil makin membuat ranselku mirip ransel tentara. Andai bisa menjerit, ransel dan loker 12 itu pasti akan berteriak bersamaan ketika bertatap muka.
Pertama kali aku mendapat loker itu, nyaris dua menit ku masukkan tasku ke dalamnya. Keringat membasahi jidat. Bagai pelari maraton, habis tenagaku hanya untuk memasukkan tasku ke dalam loker kayu itu. Dan hal ini berulang-ulang kali ku alami. Termasuk hari ini...
*** Suatu hari, ku dengar lelaki yang biasa "menjailiku" itu wafat. Sakit, kabarnya. Walau tak tahu namanya, ku d…

Lilin-Lilin Cinta

Gambar
Lilin-lilin
Berbaris tak gentar dingin
Remang menyinar
Terang berpijar

Lilin-lilin
Ke langit mereka tegak memandang
Mereka laksana bintang
Berpendar di kegelapan
Menebar asa di kejauhan
Walau sejuta ragu memilin

Lilin-lilin
Mereka bukan matahari
Perkasa di udara menerangi
Mereka hanya seutas nyali
Mengikhlaskan diri
Lesap ke dalam inspirasi
Lilin-lilin tak peduli :
Ingatkah manusia pada mereka di pagi hari
Mereka hanya bermimpi
Sekali saja dalam ribuan pagi
Manusia percaya :
Hidup tak seburuk yang disangka
Ketika langkah gontai dan lunglai
Ingatlah mereka : lilin-lilin cinta
Sekalipun dunia singkirkan mereka
Siapakah yang sanggup melawan tulusnya?
Tak juga aku...
Tak juga kau...
Tak!

Sumber Gambar : Maskolis, MetroNews Viva, dan Biografi Web dengan modifikasi Jejak-Jejak Manyar

Asmara Lara (Sesal Sang Pemain Cinta)

Gambar
Wahai...
Adakah kau merasa?
Angin semakin menjauhku
Kemana kicauan burung  yang merdu?
Kemana sipuan alam yang rayu?
Dunia gegap bahana :
dalam terik kemarau yang binasa

Langit tak seramah biasa
Hampar biru tak berawan
Melemparkan nestapa dalam kegetiran
Tandus... Bumiku tandus!
Tapi, tahukah kau hatiku jauh lebih tandus?

Kering... Bukit lembah serentak hening!
Bersatu dengan ranggas dedaunan jati yang mati
Dan aku
Terkulai di pelukan luka
Memandangi masa
Menengok ke pintu silam
Tergugu...
Memilu...
Sesal membunuhku...

Ah, asmaraku lara
Dalam karma...

Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi