Minggu, Oktober 28, 2012

Ayah

Dia berjalan melintasi sepi
Memanggang langkah pada api
Menjemur mimpi demi kasih

Ayah Jejak Manyar
Berjuang Dengan Cinta
Ia tak peduli
Berapa jauh jarak ditapaki
Ia tak peduli
Berapa lama derita dipikuli
Lagi pula : Dimana derita?

Dia menghiasi setiap jengkal langkah dengan do'a
Dia warnai setiap tapak coba dengan asa
Dia panjati tebing-tebing sunyi
Demi barisan senyum anak istri yang ia cintai

Dan ia tak peduli
Harus berapa lama ia menanggung perih
Menyiksa diri dalam ambisi pagi dan keliaran hari
Lagi pula : Dimana perih?
Ia tak mengenalnya
Tak pernah
Karena ia : ayah!

Sumber Gambar : Airyz's Blog - Apapun Pekerjaannya? Syukurilah dengan modifikasi Sang Manyar


Anda Sedang Membaca: Ayah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komen apa aja: Monggoooo.
Yang penting harus SOPAN dan Say No to SPAM

Salam Manyar... ヾ(●⌒∇⌒●)ノ

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...