Langsung ke konten utama

Kulihat

Kulihat Negara Dalam Bencana Jejak Manyar
Bendera Di Bidikan Sejarah
Kulihat
Seribu bendera merah putih
Sobek di pusara mimpi
Ku dengar sesah nafas perawan
Terjaga dari bayangan mengerikan
Ribuan suara menuntut waspada
Sepuluh wajah menggeleng percuma

Lalu. Waktu menunjukkan kebenarannya
Dimana kanak-kanak yang murni meniti zaman?
Dimana gadis jelita yang elok menghiasi taman?
Dimana jejaka gagah dan baju zirah?
Dimana mereka semua?
Dimana?
Dimana?!
***
Ku dengar tawa durjana
Berpesta pora di atap dunia
Ku dengar obrolan mereka
Tentang syahwat atau cinta kilat
Dan
Kulihat
Di bumiku bertebaran jasad-jasad membisu
Tak mati. Tak pula hidup
Nyawa mereka tercekat asa redup

Merekalah potret bencana :
   tunas muda diamuk masa,
   bunga ranum dalam bencana, dan
   ksatria tangguh di pucuk ajalnya
Dan kau bisa menemukannya di tanahku
Orang sebut ia... Indonesia

Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Balada Modem Smart(un)fren

Proses Talak 2 1/2(ノಠ益ಠ)ノ KALI ini, secara tegas, secara nyata, dan dengan kesadaran diri yang penuh saya harus mengatakan hal ini : Jangan terbujuk iklan dan jangan terpaku harga! Banyak produk-produk berharga murah bertebaran di sekitar kita. Sepatu, baju, tas, perkakas. Belum lagi ponsel, laptop. Terakhir, Modem . Wow! Di -bold , kek. Hehehe... Yup. Kali ini saya akan mengangkat sebuah realita yang cukup serius. Sebuah contoh nyata (indikasi) kejahatan korporasi yang (sepertinya) tengah terjadi dan saya alami. What is it? Sejarah dengan kesaksiannya yang ada mencatat (cieeeee..... Hehehe...), usaha cek pulsa yang saya lakukan berkali-kali pada 19 Juni 2012 sejak pukul 20.57:42 baru membuahkan hasil pada pukul 22.16:24 dengan sebuah SMS balasan dari 999 yang berisi : "Pulsa Anda Rp. 15,000 berlaku s/d 06/06/2013. Dgr lagu top, hub 357. Rp6rb/30hr." Alhamdulillah. Masih ada. Kirain udah habis atau apa gitu soalnya Modem Smartfren yang katanya anti lelet kok malah ...

Thalia

Musnah Damba Bagai impian Hadirmu menyorot pandang kekaguman Tak ada kemilau cahaya selain kau Tak ada kesejukan selain nafas keabadianmu Tak ada kedamaian tutur berdayu di aliran waktu. Kecuali kau Thalia Kau menjadi damba seluruh desa Bunga dan gulma Bersuka cita menyongsong setiap langkah Kau tebar wangi aroma senja Dan gemilang rona sinaran surya Sayang Lamunan kota membawaku beranjak ke sana Dengan mimpi selebar ufuk Jalanan penuh kutuk Kau titi tanpa merutuk Walau kini                        Kau kusam hilang bentuk Tak ada yang tahu Suaramu dimana tersisa Tak ada yang tahu Wajahmu dimana berada Di sebuah lorong kelam Sosok gadis sisa-sisa Menunggu entah di balik sepi Ku pandang dari kejauhan Ku nikmati dari titik sudut Mungkinkah engkau di sana? Sumber Gambar: Baltyra.com

Duka dan Luka

Siapa sangka :                         di balik surya tak ada mega? Siapa duga :                        malam purnama kan selamanya? Yang mampu kita cerna :                        kisah hari ini takkan sama esok hari                        Bersiaplah untuk tawa                        Siagalah 'tuk air mata Karna takkan ada yang sanggup menerka.                                                      ...