Langsung ke konten utama

Thalia

Musnah Damba
Bagai impian
Hadirmu menyorot pandang kekaguman
Tak ada kemilau cahaya selain kau
Tak ada kesejukan selain nafas keabadianmu
Tak ada kedamaian tutur berdayu di aliran waktu. Kecuali kau

Thalia
Kau menjadi damba seluruh desa
Bunga dan gulma
Bersuka cita menyongsong setiap langkah
Kau tebar wangi aroma senja
Dan gemilang rona sinaran surya
Sayang
Lamunan kota membawaku beranjak ke sana
Dengan mimpi selebar ufuk
Jalanan penuh kutuk
Kau titi tanpa merutuk
Walau kini
                       Kau kusam hilang bentuk

Tak ada yang tahu
Suaramu dimana tersisa
Tak ada yang tahu
Wajahmu dimana berada
Di sebuah lorong kelam
Sosok gadis sisa-sisa
Menunggu entah di balik sepi
Ku pandang dari kejauhan
Ku nikmati dari titik sudut
Mungkinkah engkau di sana?

Sumber Gambar: Baltyra.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Balada Modem Smart(un)fren

Proses Talak 2 1/2(ノಠ益ಠ)ノ KALI ini, secara tegas, secara nyata, dan dengan kesadaran diri yang penuh saya harus mengatakan hal ini : Jangan terbujuk iklan dan jangan terpaku harga! Banyak produk-produk berharga murah bertebaran di sekitar kita. Sepatu, baju, tas, perkakas. Belum lagi ponsel, laptop. Terakhir, Modem . Wow! Di -bold , kek. Hehehe... Yup. Kali ini saya akan mengangkat sebuah realita yang cukup serius. Sebuah contoh nyata (indikasi) kejahatan korporasi yang (sepertinya) tengah terjadi dan saya alami. What is it? Sejarah dengan kesaksiannya yang ada mencatat (cieeeee..... Hehehe...), usaha cek pulsa yang saya lakukan berkali-kali pada 19 Juni 2012 sejak pukul 20.57:42 baru membuahkan hasil pada pukul 22.16:24 dengan sebuah SMS balasan dari 999 yang berisi : "Pulsa Anda Rp. 15,000 berlaku s/d 06/06/2013. Dgr lagu top, hub 357. Rp6rb/30hr." Alhamdulillah. Masih ada. Kirain udah habis atau apa gitu soalnya Modem Smartfren yang katanya anti lelet kok malah ...

Duka dan Luka

Siapa sangka :                         di balik surya tak ada mega? Siapa duga :                        malam purnama kan selamanya? Yang mampu kita cerna :                        kisah hari ini takkan sama esok hari                        Bersiaplah untuk tawa                        Siagalah 'tuk air mata Karna takkan ada yang sanggup menerka.                                                      ...