Postingan

Selamat

Gambar
Hari ini kamu menang lotre
Sebagai manusia berjiwa kere

Selamat!

Tentang Sebuah Kata

Gambar
Dia datang dari entah
Kita hanya bisa menerka
Kita hanya bisa meraba
Pertanyaan tak memuaskan dalam jawaban
Kita pun pasrah
Kita pun tunduk menerima

Kita tidak pernah benar-benar mengerti
    bagaimana sebuah kata kita miliki
Ejaan gagu manusia jaman batu
   atau kejeniusan orang modern dengan kepekaan yang semu?
Kita hanya tahu
Kata
   dan segala perangkatnya yang ada
   hidang di piring kita :
sebuah lembaran bergaris,
   berlatar putih dan berwajah manis
   dengan sebuntung pena jadi sendoknya
Selamat makan!
Selamat mengunyah kata!
Semoga kau tak mual dibuatnya!

Di Suatu Jum’at

Gambar
"Teringat"
Oly teringat semalam demikian nikmat dan seolah tak perlu rehat. Pagi ini ia seperti menemukan muslihat. Suamikukah bersama Iche itu?

"Target"
Hari ini deadline baginya untuk menjual puluhan botol oli itu. Namun, ia memilih memenuhi target dari Majikannya. Di shaf depan sekali ia tengah berdoa.

"Pulang Jumatan"
Seperti kata wahyu Tuhan, Doni bertebaran ke muka bumi usai shalat Jumat tadi. Matanya sibuk memilih. Siapa yang bisa ia copet lagi?

"Batal Rujuk"
Ia mengira Yuli masih marah karena kata kasarnya tadi pagi. Ketika ia pulang untuk minta maaf, di ruang tamu penuh orang. Siapa itu dibungkus kafan?

"Sedekah"
Pak tua mengayuh becak dengan cuma-cuma. Sedekah, katanya. Saat petang, ia duduk di teras mushala dengan senyum lelahnya. Lalu menutup mata. Selamanya.

Membual

Gambar
Aku adalah orang besar di antara mereka yang besar :
si kepala besar
si perut besar
si mulut besar

Dan aku adalah orang benar di antara mereka yang benar :
benar-benar minta dianggap benar
benar-benar dipaksa berpura benar
benar-benar tak tahu bagaimana bertindak benar

Demikian aku membual yang ku harap tak membuatmu mual

Lima Cerita di Minggu Ketiga September Kita

Gambar
"Promosi"
Tak seperti layaknya, ia murung setelah dipromosikan. “Nitip ya Om. Anak baru. Masih malu,” ujar si wanita menor. Melia hilang pergi. Entah bila kembali.

"Iri"
Anto iri pada Nursaka yang diberi presiden sepeda. Bukankah ia juga selalu melintas ke negeri Jiran setiap hari? Ah, ya. Bukankah ia hanya kurir ganja?

"Sakit"
Riky sungguh kesakitan usai kecelakaan kemarin. Bukan karena patah tulang di kaki, melainkan karena tak ada seorang pun yang peduli.

"Adzan"
Jii ingin sekali menyahut kumandang adzan itu, namun ia teramat lemah dalam ini bungkusan kain kafan.

"Bisa"
Uci dengan girang mengacungkan belati berdarah pada ayahnya yang tersentak. “Hore! Uci bisa Yah seperti Ayah kemarin ke Mang Agil!”

Born from the Grave!

Setelah sekian lama vakum, tidak seharusnya saya membiarkan blog pribadi ini menjadi dedemit di antara jutaan situs di belantara dunia maya. Sekalipun tidak rutin, insya Allah masih ada waktu luang yang bisa saya berikan untuk menghidupkan kembali salah satu media yang menjadi ladang saya mengasah dan mengolah kata. Finally, this is the time! I comeback. Born from the Grave!