Langsung ke konten utama

Melepas Nostalgi

Badai Harus Berlalu!
Berjalan
Mengenang silam yang rindu dan dendam
Aku. Sepasang sepatu. Dan ransel biru yang sama
Menyusuri tanjakan
Mengikuti suara hati yang gelisah
Menerka: dari mana datangnya warna
Dan: kemana ia sirna
Hingga

                Aku kelabu dan membisu

Tak ada anak tangga. Hanya jalan mendaki
Mulus, meski kerap mengundang haus
Dan dulu. Kita tak pernah peduli
Kita hanya terus mendaki. Mendaki
Berharap pucuk-pucuk cemara

Melemparkan senyum semanis surga. Di atas sana

Kini. Hening bagai lagu yang sunyi
Biru
Terasa sayat, hitam, dan belenggu
Di puing puri yang sama
Aku memandangi kumpulan mega
Membayangkan selustrum lalu
Dan kenikmatan kecup yang bertumbuh
Kasih,
                Tak inginkah kau mengulanginya lagi?

Ah. Apa guna ku reka luka lama?
Apa guna ku sesali air mata jiwa
                dan gemuruh marah yang buncah?
Mengapa harus menahan dendam tak berpias?
Kenapa harus menyimpan dengki membekas?
Kenapa?

Di belakangku
Gundukan bukit membisu
Ceruk hijau berganti tanah kecoklatan
Dan ilalang subur di pendakian
Aku memandangi mereka
Aku berbisik padanya
                Bolehkah aku melangkah lagi?
Dan jingga tiba-tiba menyapa
Mengajakku pulang ke rumah
Menyusun rencana:
                Bandit kantoran mana yang akan ku giring ke penjara...



Sumber Gambar: Black Shiny Bird

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Balada Modem Smart(un)fren

Proses Talak 2 1/2(ノಠ益ಠ)ノ KALI ini, secara tegas, secara nyata, dan dengan kesadaran diri yang penuh saya harus mengatakan hal ini : Jangan terbujuk iklan dan jangan terpaku harga! Banyak produk-produk berharga murah bertebaran di sekitar kita. Sepatu, baju, tas, perkakas. Belum lagi ponsel, laptop. Terakhir, Modem . Wow! Di -bold , kek. Hehehe... Yup. Kali ini saya akan mengangkat sebuah realita yang cukup serius. Sebuah contoh nyata (indikasi) kejahatan korporasi yang (sepertinya) tengah terjadi dan saya alami. What is it? Sejarah dengan kesaksiannya yang ada mencatat (cieeeee..... Hehehe...), usaha cek pulsa yang saya lakukan berkali-kali pada 19 Juni 2012 sejak pukul 20.57:42 baru membuahkan hasil pada pukul 22.16:24 dengan sebuah SMS balasan dari 999 yang berisi : "Pulsa Anda Rp. 15,000 berlaku s/d 06/06/2013. Dgr lagu top, hub 357. Rp6rb/30hr." Alhamdulillah. Masih ada. Kirain udah habis atau apa gitu soalnya Modem Smartfren yang katanya anti lelet kok malah ...

Thalia

Musnah Damba Bagai impian Hadirmu menyorot pandang kekaguman Tak ada kemilau cahaya selain kau Tak ada kesejukan selain nafas keabadianmu Tak ada kedamaian tutur berdayu di aliran waktu. Kecuali kau Thalia Kau menjadi damba seluruh desa Bunga dan gulma Bersuka cita menyongsong setiap langkah Kau tebar wangi aroma senja Dan gemilang rona sinaran surya Sayang Lamunan kota membawaku beranjak ke sana Dengan mimpi selebar ufuk Jalanan penuh kutuk Kau titi tanpa merutuk Walau kini                        Kau kusam hilang bentuk Tak ada yang tahu Suaramu dimana tersisa Tak ada yang tahu Wajahmu dimana berada Di sebuah lorong kelam Sosok gadis sisa-sisa Menunggu entah di balik sepi Ku pandang dari kejauhan Ku nikmati dari titik sudut Mungkinkah engkau di sana? Sumber Gambar: Baltyra.com

Duka dan Luka

Siapa sangka :                         di balik surya tak ada mega? Siapa duga :                        malam purnama kan selamanya? Yang mampu kita cerna :                        kisah hari ini takkan sama esok hari                        Bersiaplah untuk tawa                        Siagalah 'tuk air mata Karna takkan ada yang sanggup menerka.                                                      ...