Langsung ke konten utama

Wahai... (Akhir Mimpi)

Wahai Akhir Mimpi Jejak Manyar
Nestapa
Bunga-bunga layu
Daun-daun
Runtuh dalam pelukan kelabu

Wahai, Sepi
Mengapa musim begitu keji?

Sepasang mata
Tegak menyongsong derita
Jemari mungil penuh luka
Memeluk tangkai si kuncup dahlia
Yang mulai kering dan punah

Wahai, Dingin
Seberapa panjang membaluti serbuan angin?

Lembah itu
Semakin kusam dan berdebu
Matahari bisa mengingatnya
Di atas batu
Ya!
Di atas batu itu
Semusim lalu
Seekor jantan asyik mencumbui betinanya
Ya!
Di atas batu itu
Sang betina pasrah menerima kekasihnya
Dan langit
Dan bumi
Dan semesta raya
Ikhlas menerima mereka
Mengalirlah gairah dalam cinta
Semusim yang lalu...

Wahai, Waktu
Mengapa dengki nian kau berlaku?

Halilintar
Suatu hari datang dan mengantar
Sepucuk kabar
Bahwa cinta harus merepih dan buyar
Merepihlah mimpi-mimpi
Memuinglah rimbun kasih
Air mata. Apakah guna?
Cucur darah. Bisakah mengubah?
Dan mereka berpisah di antara linang tangisan senja
Merantau dalam galau
Merundung dalam kabung
Sang jantan hilang di tepi danau
Menyatukan diri
Dalam kelelahan yang abadi

Dan sang betina
Di keentahan rimba ia berada
Mengisi hari-hari yang hampa
Sembari bertanya. Bertanya. Dan bertanya
"Bilakah kita bersua?"
Dan lorong-lorong goa tak ada yang bersuara
Tak!
Hingga legenda memahatnya
Ke dalam sejarah asmara yang lara
Mewaris hingga akhir masa...

Wahai...
Lengkaplah badai

Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Thalia

Musnah Damba Bagai impian Hadirmu menyorot pandang kekaguman Tak ada kemilau cahaya selain kau Tak ada kesejukan selain nafas keabadianmu Tak ada kedamaian tutur berdayu di aliran waktu. Kecuali kau Thalia Kau menjadi damba seluruh desa Bunga dan gulma Bersuka cita menyongsong setiap langkah Kau tebar wangi aroma senja Dan gemilang rona sinaran surya Sayang Lamunan kota membawaku beranjak ke sana Dengan mimpi selebar ufuk Jalanan penuh kutuk Kau titi tanpa merutuk Walau kini                        Kau kusam hilang bentuk Tak ada yang tahu Suaramu dimana tersisa Tak ada yang tahu Wajahmu dimana berada Di sebuah lorong kelam Sosok gadis sisa-sisa Menunggu entah di balik sepi Ku pandang dari kejauhan Ku nikmati dari titik sudut Mungkinkah engkau di sana? Sumber Gambar: Baltyra.com

The End of The Holiday ^.^

Menyambut Esok Yup. Saya pikir inilah saat terakhir saya ngabisin hari libur. Masa reses. Masa menenangkan diri dan menjauhkan diri dari aktivitas perkuliahan dan tugas-tugas yang naujubillah banyak banget. Ini hari terakhir, meskipun masih kesisa sehari besok, buat memikirkan rencana masa depan. Kenapa hari terakhir? Ya karena mulai Senin besok lusa nggak ada lagi rencana. It's time to action! Setuju? ^.^ Senin, jam 7 pagi, sejarah semester 4 studi saya dimulai. Dosen baru, suasana baru. Target-target baru. Saya yakin, sepanjang hati kita yakin, kita bisa melakukan apa aja. Kebaikan apa aja. Kesuksesan apapun meski terlihat rumit dan mustahil. Dan hal ini yang akan saya lakukan: Agraria harus dapat nilai A!!!! Itu tekad saya buat si dosen killer yang bakal jadi dosen di kelas yang saya ambil semester ini. Semoga ini bukan keputusan goblok saya. Tuhan, Ya Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, berikan petunjuk dan kemudahan bagi hamba. Aamiin... So, bagaimana denga...

Aku Ingin Cinta

Aku ingin cinta Suguhkan aku cinta! Biarkan ku teguk manisnya Biarkan ku jilati lukanya Biarkan ku rasai semua Patah Hati Aku ingin sentuhan Aku ingin cumbuan Berikan aku pelukan! Dan lemparkan padaku senyuman Ketika dingin meningkapi badan Ku takkan merasa kesepian Aku ingin Kau menjadi ingin Inginkan aku. Inginkan hatiku Sayang. Kau tak begitu Maka. Aku ingin cinta Pada siapa ku dapatkan dia? Sumber Gambar: Cerita Cinta - 4 Tanda Cinta Bertepuk Sebelah Tangan