Langsung ke konten utama

Mengejar Matahari Cinta

Kudambakan Sinarmu
Mengejar sinarnya
Merasakan hangat mengujur di lubuk jiwa

Cakrawala hati
Melebar lebihi jengkang kaki
Aku. Kau. Selalu terkubur di jurang luka
    Pongah. Lupa. Merasa benar adanya
Dan kita (terus) terseret arus yang sama
Tercengkeram nuansa
Memunggungi cinta demi ego kita yang jengah
Selalu: itu dan itu saja...
Dari waktu. Ke waktu...

Mengejar senyumnya
Mendambakan pelukan selembut surga

Jalanan (memang) tak pernah "sepi"
Ranjau berduri tersebar di kanan-kiri; Di tengah makadam yang terjal dan kekal
Apakah kita harus berhenti
    dan menanti cuaca memperbaiki?
Atau. Kita mesti mencoba
    dan mencoba: membenahinya dengan tangan kita
Dengan keberkahan kasih yang kita bina
Tak peduli: berapa ratus abad lamanya. Tak peduli!

"Jalan masih teramat jauh
Mustahil berlabuh bila dayung tak terkayuh...
Maaf... Cintaku
Aku nasehati kamu..."

Mengejar matahari cinta
Berharap sekuntum asa mekar darinya

Tak perlu kita kembali
Menengok nanah yang berdarah
Dan lusinan air mata
Yang tumpah di awal langkah
Hari esok masih menyapa, Cinta
Haruskah kita menghalanginya
     dan menajamkan kepal laksana bungkal?
Haruskah kita menyangkal: kita tak membutuhkannya
     dan menyusun rumus untuk menggusur dia?
Kemari!
Jalan masih beribu mil lagi
Dengan janji
Kita kejar sang surya asmara di sana
Dialah sang nahkoda
     dimana iman cinta
     tertambat dan mencuat
Dialah imam kita
Dialah sang pelita
Dialah:

                             Sang Matahari Cinta

Sumber Gambar: Surrender2God
*Syair empat baris dalam tanda kutip menyadur lirik lagu Maaf Cintaku karya Iwan Fals

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Balada Modem Smart(un)fren

Proses Talak 2 1/2(ノಠ益ಠ)ノ KALI ini, secara tegas, secara nyata, dan dengan kesadaran diri yang penuh saya harus mengatakan hal ini : Jangan terbujuk iklan dan jangan terpaku harga! Banyak produk-produk berharga murah bertebaran di sekitar kita. Sepatu, baju, tas, perkakas. Belum lagi ponsel, laptop. Terakhir, Modem . Wow! Di -bold , kek. Hehehe... Yup. Kali ini saya akan mengangkat sebuah realita yang cukup serius. Sebuah contoh nyata (indikasi) kejahatan korporasi yang (sepertinya) tengah terjadi dan saya alami. What is it? Sejarah dengan kesaksiannya yang ada mencatat (cieeeee..... Hehehe...), usaha cek pulsa yang saya lakukan berkali-kali pada 19 Juni 2012 sejak pukul 20.57:42 baru membuahkan hasil pada pukul 22.16:24 dengan sebuah SMS balasan dari 999 yang berisi : "Pulsa Anda Rp. 15,000 berlaku s/d 06/06/2013. Dgr lagu top, hub 357. Rp6rb/30hr." Alhamdulillah. Masih ada. Kirain udah habis atau apa gitu soalnya Modem Smartfren yang katanya anti lelet kok malah ...

Thalia

Musnah Damba Bagai impian Hadirmu menyorot pandang kekaguman Tak ada kemilau cahaya selain kau Tak ada kesejukan selain nafas keabadianmu Tak ada kedamaian tutur berdayu di aliran waktu. Kecuali kau Thalia Kau menjadi damba seluruh desa Bunga dan gulma Bersuka cita menyongsong setiap langkah Kau tebar wangi aroma senja Dan gemilang rona sinaran surya Sayang Lamunan kota membawaku beranjak ke sana Dengan mimpi selebar ufuk Jalanan penuh kutuk Kau titi tanpa merutuk Walau kini                        Kau kusam hilang bentuk Tak ada yang tahu Suaramu dimana tersisa Tak ada yang tahu Wajahmu dimana berada Di sebuah lorong kelam Sosok gadis sisa-sisa Menunggu entah di balik sepi Ku pandang dari kejauhan Ku nikmati dari titik sudut Mungkinkah engkau di sana? Sumber Gambar: Baltyra.com

Duka dan Luka

Siapa sangka :                         di balik surya tak ada mega? Siapa duga :                        malam purnama kan selamanya? Yang mampu kita cerna :                        kisah hari ini takkan sama esok hari                        Bersiaplah untuk tawa                        Siagalah 'tuk air mata Karna takkan ada yang sanggup menerka.                                                      ...