Langsung ke konten utama

Jamban

Ingin Ku Kencingi Mulut Om-Om Di Sana!
Kau sibuk menyusun rencana
Membangun jamban
Dan memilah
Darah rakyat mana lagi
Yang akan kau jadikan bahan bangunan

Kau sibuk menghitung
Berapa keuntungan yang akan kau dapatkan
Sambil membayangkan
Berapa banyak nyawa berjeritan

Kau sibuk menimbang
Saudara mana yang akan kau bikin kenyang
Sementara ku yakin kau pasti melupakan
Cemberut Tuhan yang kau  tertawakan
Karena tak kuasa
Menahan langkahmu yang durja

Kau sibuk mengira, menduga
Merancang alasan yang paling membenarkan
Sama seperti aku
Di sini
Tak kalah sibuk mencari jalan
Modus terbaik menghabisimu
Menikam lidahmu dengan belati
Dan menghujam hatimu dengan api

Saat ku tunaikan dendamku
Ku yakin takkan pernah ada yang tersakiti
Dan jamban yang berdiri
Takkan lagi terisi oleh kotoran
Yang terbuang
Tanpa sanggup membersihkan

Hati dan pikiran...

Sumber Tulisan: DetikNews.Com
Sumber Gambar: Bed Room

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Balada Modem Smart(un)fren

Proses Talak 2 1/2(ノಠ益ಠ)ノ KALI ini, secara tegas, secara nyata, dan dengan kesadaran diri yang penuh saya harus mengatakan hal ini : Jangan terbujuk iklan dan jangan terpaku harga! Banyak produk-produk berharga murah bertebaran di sekitar kita. Sepatu, baju, tas, perkakas. Belum lagi ponsel, laptop. Terakhir, Modem . Wow! Di -bold , kek. Hehehe... Yup. Kali ini saya akan mengangkat sebuah realita yang cukup serius. Sebuah contoh nyata (indikasi) kejahatan korporasi yang (sepertinya) tengah terjadi dan saya alami. What is it? Sejarah dengan kesaksiannya yang ada mencatat (cieeeee..... Hehehe...), usaha cek pulsa yang saya lakukan berkali-kali pada 19 Juni 2012 sejak pukul 20.57:42 baru membuahkan hasil pada pukul 22.16:24 dengan sebuah SMS balasan dari 999 yang berisi : "Pulsa Anda Rp. 15,000 berlaku s/d 06/06/2013. Dgr lagu top, hub 357. Rp6rb/30hr." Alhamdulillah. Masih ada. Kirain udah habis atau apa gitu soalnya Modem Smartfren yang katanya anti lelet kok malah ...

Thalia

Musnah Damba Bagai impian Hadirmu menyorot pandang kekaguman Tak ada kemilau cahaya selain kau Tak ada kesejukan selain nafas keabadianmu Tak ada kedamaian tutur berdayu di aliran waktu. Kecuali kau Thalia Kau menjadi damba seluruh desa Bunga dan gulma Bersuka cita menyongsong setiap langkah Kau tebar wangi aroma senja Dan gemilang rona sinaran surya Sayang Lamunan kota membawaku beranjak ke sana Dengan mimpi selebar ufuk Jalanan penuh kutuk Kau titi tanpa merutuk Walau kini                        Kau kusam hilang bentuk Tak ada yang tahu Suaramu dimana tersisa Tak ada yang tahu Wajahmu dimana berada Di sebuah lorong kelam Sosok gadis sisa-sisa Menunggu entah di balik sepi Ku pandang dari kejauhan Ku nikmati dari titik sudut Mungkinkah engkau di sana? Sumber Gambar: Baltyra.com

Duka dan Luka

Siapa sangka :                         di balik surya tak ada mega? Siapa duga :                        malam purnama kan selamanya? Yang mampu kita cerna :                        kisah hari ini takkan sama esok hari                        Bersiaplah untuk tawa                        Siagalah 'tuk air mata Karna takkan ada yang sanggup menerka.                                                      ...