Kamis, Januari 19, 2012

Suatu Hari (Khayalan Seorang Pemuda Desa)

Menunggu Waktu dan Tergusur
"Suatu hari
Ingin ku bangun desaku
Dengan keringat dan cucur air mataku sendiri
Akan ku sematkan cangkul
Menjadi pengabdian yang tunggul
Dan akan ku alirkan sungai
Membelah ladang-ladang kering
Dan rerumputan gulma yang tertawa bising"

"Suatu hari
Ingin ku bangkitkan semangat kawan-kawanku yang hening
Bergumul kembali dengan lumpur
Bersahabat lagi dengan kerbau dan warna hijau
Angin
Biarkan mereka berlarian
Menyentuh batang-batang padi dengan keramahan
Meninggalkan harapan
Ketika musim hujan di perjumpaan"

"Suatu hari nanti..."

Tiba-tiba khayalan terinterupsi
Suara sepatu pembangunan
Nyaring melengking menyusuri pepohonan
Suara mesin-mesin berhamburan
Burung-burung hilang sarang
Perlahan demi perlahan
Kebun dan huma tinggal kenangan
Petak sawah dan pekarangan
Tinggal potret jepretan masa penjajahan
Beton-beton dikirimkan
Besi cor ditumpukkan
Desain bangunan dipajang di papan pengumuman
Habislah angan pemuda desaku
Menjadi abu
Menggerus rapuh di antara sendawa kontraktor dan penguasa teror
Ia melangkah dengan layu
Layu
Sendu
Dan mengambang di tepi waktu
Menjadi setan
Di antara belantara perubahan
Menjadi sosok tak terhiraukan....

Sumber Gambar: Paman Dori



Anda Sedang Membaca: Suatu Hari (Khayalan Seorang Pemuda Desa)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komen apa aja: Monggoooo.
Yang penting harus SOPAN dan Say No to SPAM

Salam Manyar... ヾ(●⌒∇⌒●)ノ

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...