Minggu, Agustus 06, 2017

Aku (2)

potret diri aku (2) sajak humanis ilustrasi
Potret Diri
Aku memandang langit dan tiba-tiba bintang bersuit. Ada yang jatuh cinta, godanya. Aku senyum saja. Salah sangka dia, batinku tak terkata.

Ku duduk di antara langu masa lalu. Dan kepingan-kepingan waktu; dan remahan-remahan jemu; dan selaksa tanda tanya tentang masa depan yang serba abu-abu. Ku buang segala duliku.

Ku raba sisa hati sabar yang ku punya. Ku lempar sipuku dan ku dengar rembulan tertawa. Ada yang jatuh cinta, katanya. Gundulmu, gelakku padanya. Dan ku letakkan lagi ia-hati sabar itu-ke dalam kepala yang selalu seenaknya saja menyuruhku murka.

Aku berdiri menyusuri hari-hari. Jalanan arteri. Lorong kehidupan yang penuh misteri. Ku tak perlu mereka. Ku tak perlu dirinya. Ku tak perlu dirimu. Hingga ku sadarku pada kodrat diriku...

Sumber Gambar : UKM LDK MPM UNHAS - Kontroversi Mengenai Jenggot
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Sabtu, Agustus 05, 2017

Aku

aku siluet puisi sajak ilustrasi
Aku
Aku
Ya. Aku sebagaimana kau tangkap di matamu
Aku sebagaimana tercitra di kehidupanmu
Di langkahmu
Di keheningan ragu jalanmu
yang akan meredupkan nasibmu

Jika aku
dan segala keletihanku memuncak di hatiku
Maaf : andaikata ku muntahkan sajakku di mukamu
Jika aku
dan segala kejemuan klimaks di akalku
Maaf : 'pabila nanti ku lemparkan baitku di jidatmu

Aku
Ya. Aku sebagaimana kau perangkap di khotbah bualmu
Aku sebagaimana mencermin di rona takdirmu
Di jejakmu
Di keangkuhan palsu lajumu
yang akan menghapuskan dirimu

Sumber Gambar : Purnama Senja - Mesiu
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Sabtu, Januari 16, 2016

Download (Sebagian) Soundtrack "Lari Dari Blora"

Setelah lama dinanti, datanglah yang dicari! Tadaaaaaaa!

Soundtrack lari Dari Blora jejak jejak manyar akhlis suryapati marce gs francisca tantri rafika duri jejak sang manyar AR.AS
Soundtrack Lari Dari Blora
Meskipun "sedikit" melanggar hukum, setelah sekian lama mencari akhirnya berhasil juga menemukan beberapa lagu original soundtrack film "Lari Dari Blora" yang cukup diincar beberapa orang di negeri ini. Cukup kecewa sebenarnya ada dua lagu yang belum berhasil didapat, yaitu "Nyanyian Burung dan Bebatuan" dan "Dendang Indonesia." Akan tetapi, untuk sementara semoga sedikit persembahan dari saya menjadi obat rindu bagi Sahabat Manyar yang menyukai lagu-lagu film yang diperankan almarhum WS. Rendra tersebut.

Berikut link untuk download lagu-lagu OST Lari dari Blora :

  1. Rafika Duri - Bebatuan Rimbun Jati
  2. Marce GS & Francisca Tantri - Suatu Masa
  3. Marce GS & Francisca Tantri - Aku Letih Engkau Tak Datang
  4. Akhlis Suryapati - Lautan Cahaya

Semoga bermanfaat!



Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Senin, Januari 11, 2016

Di Matamu Ku Temukan

Mata Indahmu di matamu ku temukan jejak jejak manyar aras ARAS
Mata Indahmu
Di matamu
   ku temukan tempatku berlabuh
   Merapatkan perahu
   Menebar sauh
   Menikmati lagi kedamaian yang lama menjauh

Di matamu
   ku temukan saungku berteduh
   Menyeka peluh
   Menguatkan kaki meneguh
   Mencecapi udara yang lama menyisa titik-titik keruh

Di matamu
   ku temukan oase perhentian kembara panjangku
   Hai, Kamu!
   Sudikah kau temani aku?
   Bersanding berdua
   Di bawah purnama jelita
   Sembari berbincang tentang aku, kamu,
      dan matamu
      yang menjadi pintu keselamatan bagiku
      dari sepi menjemu
      dari gelap menjamu
      dari rindu nan biru
      dari gelisahku
      andai tak menatap lagi matamu. Andai

Sumber Gambar : Catatan Bunda Alif
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Minggu, Januari 10, 2016

Maka (Selamat Pagi, Serang!)

Alun-Alun Kota Serang selamat pagi jejak jejak manyar sang ARAS AR.AS
Alun-Alun Kota Serang
Aku datang dengan cinta
 semata-mata untuk mengenalmu saja
Maka
 jangan kau sembunyikan wajahmu dariku
Maka
 jangan kau tutupkan senyummu padaku
Maka

Aku hadir dengan rindu
 semata-mata karena ku ingin merengkuhmu
Maka
 jangan kau palingkan raga dariku
Maka
 jangan kau tabirkan jarak denganku
Maka

Selamat pagi, Serang!
Terimalah hadirku di kotamu!

Sumber Gambar : KangLondo
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Sabtu, Januari 09, 2016

Aku Kembali

i'm coming home now pulang kembali jejak jejak manyar sang manyar aras
I'm Coming Home Now
Setelah sekian lama hilang tak dikenali

Setelah sekian jauh sesat tak diketahui

Setelah sekian banyak jalanan ku lalui

Setelah sekian duka dan suka ku cecapi

Tanpa pergi kembali
Sudikah kini kau menemani?


Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi

Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Sabtu, November 09, 2013

Sewindu Pagi

Jejak manyar berkelebat di rimba halimun. Menyamar di daun-daun. Tersamar di lereng sunyi yang menahun. Suara ratap matahari dari ufuk : repih dan buruk.
   Alam duka merutuk...

Pagi Senyap Jejak Manyar
Gelap dan Senyap
Bergunduk tanah sirah. Bertumpuk hati merah. Dendam malam terbayang di langit mendung. Tinggallah asa dikunyah gundah gulita. Fatwa-fatwa buntung cerita. Gurindam petuah lumpuh makna. Orang-orang berjalan ke luar rumah. Orang-orang berlari menuju neraka. Bersama seribu lolong. Bersama seribu syahwat tirani berjubel dalam gerbong.
   Medan petaka disongsong...

Setangkai seroja layu di akhir kuncup. Gerhana pintu hari padanya mencucup. Celah pun kincup. Tak ada lagi mahkota yang recup. Tak ada lagi wangi melingkup. Dan, sewindu pagi dengung memurung. Menyabda wajah semesta dalam nestapa.
   Kleptokrasi dalam opera...

Sumber Gambar : Baltyra.com - Mengenang Kabut Hangat
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Rabu, Oktober 30, 2013

Menuju Perhentian Akhir

Kau dan aku sama. Berjalan. Mencoba menyusuri pengembaraan. Sejuta tangan mengajak serta. Dan sejuta tangan pula menggiring ke neraka. Seribu mata memandang perangah. Haruskah berpayah-payah?

Kau dan aku sama. Mendebat arah. Berpusing ria di tempat semula. Selaksa suara berbisik menggoda. Dan seribu jua kibuli kita dalam dusta. Sebaris telinga menyimak tak percaya. Haruskah sedemikian susah?

Menuju Akhir Jejak Manyar
Perjalanan Panjang
Kita lewati satu demi satu : stasiun dan peron-peron persinggahan. Kita tatap wajah-wajah puas dan cemas. Juga sederet mimik bias. Seakan-akan di sanalah ujungnya. Seakan-akan di situlah muaranya. Dan kereta kembali berjalan. Meninggalkan pengkhayal di tepian. Menyeret pecundang di lintasan. Menampung pejuang di bangku-bangku rotan gerbong harapan.

Dan pastinya : kau dan aku sama. Kita meraba dengan segenap peluh yang ada. Kita merasa lewat selusin penat yang melanda. Kita sama-sama menuju sana : perhentian akhir yang jingga. Sembari kita menunggu surya jatuh ke pangkuan; Kita bertengok pada kenangan. Pada tanah yang kita basahi. Pada sawah yang dulu kita tanami. Pada gulma yang kita siangi. Pada segala apa yang kita lewati. Pangkal telah jauh dari jengkal. Senja kan kekal. Ah. Berapa lama lagi bertemu Dia?

Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Selasa, Oktober 29, 2013

Kidung Buana*

Tanpa kata. Hanya irama alun menggema. Tanpa rima. Biarkan hasrat riang berterka : pada matahari. Pada langit pagi. Pada puisi yang remah berbangkit di hati.

Tanpa hirau. Hanya hening bak malam di atas danau. Tanpa gurau. Biarkan wajah merangkak melepas galau : pada nebula mimpi. Pada semburat partikel janji. Pada sepadang misteri racik simphoni.

Tanpa puja. Hanya sepasang telinga khusyuk menjamah. Tanpa damba. Biarkan jiwa lepas memepah : segala duka. Segala luka. Segala dusta yang mewabah di dunia. Dan akhirnya. Orkestra masih bersuara. Merayap dari argadwipa. Menuju kekosongan jiwa.

     Kidung Buana...

*Terinspirasi Highland, dipopulerkan Yanni (Album "If I Could Tell You", 2000)
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Senin, Oktober 28, 2013

Misteri Lelucon Hari Ini

Kiamat Kubra? Jejak Manyar
Berita Hari Ini
Kabar apa yang kau dapati? Hei! Hari ini. Pasti enigma lagi. Kemarin kau kenyang dijejali Century. Kali ini ku jamin kau renyang disuguhi Bunda Putri. Esok, tentang apa lagi?

Kabar apa yang kau dapati? Hei! Hari ini. Pasti kegundahan lagi. Kemarin kau resah melihat pangeran muda kita dikitari korupsi. Bagaimana soal cemoreng di muka pengawal konstitusi? Esok, siapa lagi?

Kabar apa yang kau dapati? Hei! Hari ini. Pasti keriuhan lagi. Kemarin kau muak dengar pekik atraksi si Bintang Mercy. Kini kau sebah simak hujan maki bagi Ahok-Jokowi. Esok, apa lagi?

Kabar apa yang kau dapati? Hei! Hari ini. Selain TKI diancam pancung. Selain lahan tani yang murung. Selain kegamangan langkah yang masih saja di kedua tungkai kaki kita mengerubung. Ada lagikah yang kau dapati detik ini?

     Selamat datang di misteri lelucon hari ini! Semoga kau tak bosan menikmati! Aamiin.

Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>