Jumat, Mei 17, 2013

Sejenak Mari Kita Tertawa

Ayo Tertawa Jejak Manyar
Ironisme
Untuk kebisingan yang kita derita
Di tengah kesunyian hati yang papa

Sejenak mari kita tertawa
Untuk kegelapan yang sirna
Digantikan kepekatan tak berdamba

Sejenak mari kita tertawa
Untuk langkah yang patah
Dan kesumba muak yang hina

Dan : mari sejenak kita tertawa
Untuk umur yang berkah
Hingga hari ini
Kita sempat membaca sajak ini
Sebelum muntah bersama-sama : ada cecunguk nimbrung di telinga

Sumber Gambar : Fauzi Online {Akhmad Fauzi}
Mau Lebih? Klik Nih ^.^ >>

Kamis, Mei 16, 2013

Kuak (Pintu Langit)

Kuak Pintu Langit Jejak Manyar
Remang Gulana
Mendung mengurung
Muram. Murung.
Sunyi menerkam. Mendalam
Kemana cahaya?
Kemana bayu yang katanya perkasa?
Dimana bisu?
Dimana cerah yang kita tunggu?
Puisiku juang menguak, menyibak
  pintu langit yang kusut menampak
Tapi,
  sanggupkah hanya ia sendiri?

*Puisi diciptakan dalam perjalanan Bondowoso-Malang, di Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, tanggal 13 Mei 2013 Pukul 11.25 WIB.

Sumber Gambar : Omah Ilmoe dengan modifikasi Jejak-Jejak Manyar
Mau Lebih? Klik Nih ^.^ >>

Seroja di Telaga Luka

Seroja Telaga Luka Jejak Manyar
Nestapa
Ia kuncup tatkala mentari lemah menguak mega. Bayang pesona musnah. Ia kulai dalam derita. Di keheningan telaga luka.
Rumpun cemara tak mau mengerti. Mereka katup dalam dengki. Tak duli seroja dimuaki maki dendam hati.
Hingga tiap waktu berlari : Seroja buncah dibakar resah. Semua menunduk wajah seakan belasungkawa. Entah : Kemana dunia ketika ia suarakan derita?

*Puisi diciptakan dalam perjalanan Bondowoso-Malang, di Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, Kabupaten Situbondo, tanggal 13 Mei 2013 Pukul 09.03 WIB.

Sumber Gambar : Koleksi Puisi & Kata2 Bijak by Pakdhe : Seroja dengan modifikasi Jejak-Jejak Manyar.
Mau Lebih? Klik Nih ^.^ >>

Kamis, Mei 09, 2013

Bimbang

Bimbang Jejak Manyar
Galau Hidup
Seribu bayang
Hampa bimbang menghadang
Simpang,
Jalan mana ku pilih?

Senyuman neraka semanis surga
Dari jauhan
Ia kerlingkan dosa bagaikan asa
Tak ada celah selain pergi
Tak ada pintu selain lari

Di ujung kemelut
Kakiku lantas berlutut
Ku tundukkan kepala
Ku benamkan pada jelaga
Seketika itu pula
Fajar sirna terlempar
Aku. Ruh dan jasadku
Entah terpuruk di bumi yang mana
Entah. Ya. Entah...

Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi
Mau Lebih? Klik Nih ^.^ >>

Rabu, Mei 08, 2013

Kisah Inspirasi - Polisi Super & Celana Kolor

Tragedi Polisi Super Jejak Manyar
In Memoriam for Super Cop
APAKAH kalian tahu sebuah negeri yang begitu terkenal dengan polisi supernya? Bukan, sungguh bukan! Mereka bukan polisi bersayap dengan celana dalam di luar (Baca : Superman). Bahkan, mereka bukan Sersan Chan Ka-Kui yang "hanya" berani menangkapi penjahat-penjahat besar dalam film Police Story. Mereka disebut polisi super karena... Mereka melayani masyarakat dengan penuh dedikasi.
Sebelum kalian salah mengira, saya harus memperjelas : KISAH INI BUKAN TENTANG POLISI DI INDONESIA. Bahkan mungkin tak pernah akan ada di negara ini jua. Kisah ini tentang sebuah angkatan bernama polisi di Negeri Ironi, yang terletak jauh... jauh... jauuuuuuuh... di ujung pulau.
Negeri ini dipuji banyak negara karena memiliki angkatan bersenjata kepolisian yang hebat. Mengapa hebat?
Di Indonesia, ketika kalian kehilangan sepeda motor, bahkan kehilangan mobil BMW sekalipun, mungkin pihak kepolisian yang kalian lapori akan begitu lama memproses laporan kalian. Paling cepat sehari-dua hari lah. Tidak dengan polisi di Negeri Ironi. Begitu kalian membuka mulut, begitu pula anggota polisi yang saat itu menemui kalian melaporkan pada atasannya perihal peristiwa yang terjadi dan sepeleton pasukan akan meluncur menindaklanjuti laporan kalian. Hebat, bukan? Tapi, untuk laporan tentang apa saja memangnya?
Apa saja! Ya, apa saja! Jangankan mobil hilang, handphone jatuh di jalan, laptop kecurian, bahkan celana kolor hilang pun polisi di Negeri Ironi siap sedia menyelesaikan masalah yang ada. Hebat? Wah, itu belum apa-apa.
Berapa lama menurut kalian untuk memecahkan masalah yang ada? Setahun? Dua tahun? Tiga tahun? Atau... seabad? Nop! SEHARI! Hanya sehari untuk memecahkan kasus-kasus yang ada, kecuali untuk kasus-kasus tertentu yang sedikit rumit-seperti pembunuhan-yang memerlukan waktu agak lama untuk menemukan pelakunya. Sebulan adalah waktu terlama yang pernah mereka alami untuk memecahkan kasus rumit tersebut.
***
Masalah yang aku ceritakan saat ini bukan soal kehebatan polisi super ini. Tapi, sebuah peristiwa ganjil yang akhir-akhir ini sering terjadi. Dari data yang ada, diperoleh catatan sejak tahun 2010, ada kenaikan kasus untuk kehilangan celana kolor di Negeri Ironi ini. Tahun 2010, ada 1.000 laporan yang masuk meja kepolisian untuk ditindaklanjuti. Tahun 2011, meningkat menjadi 10.000. Tahun 2012, kembali naik menjadi 100.0000 laporan. Dan sampai saat ini, bulan Mei 2013, tahukah kalian berapa laporan yang masuk? 1.000.000.000 alias 1 JUTA LAPORAN! Gila! Ada apa ini?
Usut punya usut, menurut laporan yang ada, celana kolor pada pelapor hilang antara lain karena :
  1. Dijemur dan lupa tak diangkat seharian,
  2. Dijemur dan dibiarkan selama berhari-hari,
  3. Dicuri di kamar yang kebetulan tak dikunci,
  4. Dicuri dari tas belanjaan yang lupa tak diawasi karena sibuk ber-BBM ria, dan
  5. Dicuri karena iseng dipajang di pagar rumah
Tapi, polisi super tetap polisi super. Tak peduli apapun alasannya, mereka tetap bekerja! Semuskil dan sesulit apapun, pemecahan kasus adalah kebanggaan bagi mereka. Setiap hari mereka selalu mengingatkan para pelapor untuk lebih hati-hati lagi dalam menjaga harta benda mereka, walau anehnya setiap hari pula sebagian dari mereka laporan lagi karena celana kolornya hilang lagi.
***
Jenderal Kalong, sang kepala kepolisian di Negeri Ironi, memerintahkan anak buahnya untuk bekerja keras menghadapi laporan dari masyarakat Negeri Ironi yang berjumlah penduduk sekitar 100 juta orang itu, tidak termasuk anggota polisi dan kaum tentara. Dengan jumlah personil polisi sekitar 100 ribu orang, Jenderal Kalong mengharapkan mereka bisa mengabdi lebih baik lagi, lebih dedikatif lagi, lebih mengayomi lagi. Serentak anak buahnya mengatakan, "Siap, Pak!" sambil menghentakkan kaki, mengagetkan batalyon tentara yang tegang di perbatasan Negeri Ironi. Takut ada penyelundup dan pengacau.
Mulailah kerja keras anggota polisi untuk mencari 1 juta kolor milik warga Negeri Ironi yang raib entah kemana. Setiap kali satu kolor ditemukan, saat itu pula ada dua laporan masuk bahwa kolor mereka baru saja hilang. Ibarat kata, ini yang nenek moyang kita bilang : patah tumbuh, hilang berganti.
Sebulan telah berlalu. Anggota polisi super terus bekerja keras tidak berhenti. Selain menghadapi kasus-kasus besar yang ada, mereka juga berikhtiar memecahkan raibnya jutaan kolor yang terus terjadi sampai saat ini (bahkan laporan di Bulan Juni mengatakan sudah ada 2 JUTA LAPORAN tentang celana kolor yang hilang, dan 200 ribu di antaranya sudah ditemukan).
Bulan kembali berganti. Kerja tak pernah berhenti. Tak terasa sudah masuk bulan Juli, Agustus, September, Oktober, November... lalu... Desember!
***
Suatu pagi yang cerah, ketika 100 ribu anggota polisi super baru saja terjaga di Markas Besar mereka karena kelelahan yang melanda mereka untuk menangani kasus kolor, alangkah terkejutnya mereka melihat 100 juta manusia mengepung markas mereka. Yang lebih membuat mereka kaget, mereka tak bercelana kolor! Mata para polisi super dengan leluasa melihat celana dalam warga Negeri Ironi yang berdiri di depan mereka.
"Temukan celana kolor kami! Temukan celana kolor kami! Segera temukan celana kolor kami!"
"Mundur! Mundur! Mundur! Mundur!"
"Bubarkan polisi super! Bubarkan polisi super! Bubarkan polisi super!"
Demikian gema teriakan warga Negeri Ironi bersahut paut tak karuan. 100 ribu anggota polisi super ternganga tak tahu harus berkata apa. Tiba-tiba...
"Halo, Polisi Super? Saya Presiden Negeri Ironi. Saya melaporkan kehilangan celana kolor saya tadi pagi. Apakah..."
Tut tut tut tut tut... tuuuuuuuuuuuuuuuttttttt
100 ribu polisi super jantungan bersama-sama. Innalillahiwainnaillahirojiun. Rest in (not) Peace...
*Terdengar nyanyian Gugur Bunga tumpang tindih dengan Bongkar
**End**

CATATAN KAKI :
  1. Kisah ini didedikasikan untuk para pengabdi yang-kadang kala-lupa menyadarkan masyarakat tempatnya mengabdi untuk menjadi pengabdi bagi diri mereka sendiri.
  2. Kisah ini TIDAK DITUJUKAN UNTUK MENDISKREDITKAN PIHAK KEPOLISIAN RI. Hal yang diterangkan dan cenderung negatif dalam alinea kedua dan ketiga artikel ini diuraikan sebatas gambaran realita.
  3. Kisah ini terinspirasi dari artikel Ini Unic - (Serious) Inilah Orang yang Harus Ditonjokin Karena Bikin Jakarta Kebanjiran!!!
Sumber Gambar :  Dokumentasi Pribadi
Mau Lebih? Klik Nih ^.^ >>

Selamat Pagi, Cintaku...

Selamat Pagi Cintaku Jejak Manyar
Selamat pagi, Cintaku...
Sekuntum mawar di taman hati
Sudah mekar dan berseri
Sudikah kau petik ia
   dan sandingkan di depan hidungmu?
Agar aku benar-benar tahu :
   Kau jauh lebih elok dari itu

Selamat pagi, Cintaku...
Selenting angin berlarian di lorong jiwa
Sesekali mencium pipiku
Mengajak aku singgah di padang-padang pertualangan
Sudikah kau mampir sejenak
   di hatiku!
   dan bisikkan kata cinta sebaris saja
Agar aku benar-benar tahu :
   Kaulah padang langlang buana terakhirku

Selamat pagi, Cintaku...
Segumpal waktu berlari dari pecahan usiaku
Entah
Berapa lama langkahku tersisa
Terkadang ia sungging menghina,
Terkadang pula ia senyum mencoba
Sudikah kau genggam tanganku
   dan tuntunlah aku di lintasan damba
Agar aku benar-benar tahu :
   Kaulah belahan jiwa
Tak peduli seberapa terjal sisa waktu ku punya
Sedialah bersamaku!
Dan,
   kan ku nikmati perjuangan panjang ini
   dengan bayangmu di sisi...

Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi
Mau Lebih? Klik Nih ^.^ >>

Selasa, Mei 07, 2013

Renungan - Cara Mudah Menghargai UANG

Hargai Uang Jejak Manyar
Kita Lupa : Kita Kaya Karena Mereka Miskin
KITA seringkali merasa tidak cukup dengan uang yang kita punya. Banyak seakan sedikit. Sebukit seakan seanjak (satu pindahan, satu geseran, dan sebagainya.pen). Sejuta seperti seratus ribu. Seratus ribu bagaikan sepuluh seribu. Sepuluh ribu seolah seribu. Seribu? Beberapa di antaranya dengan mudah mengumalkannya dan melemparkannya ke kotak kecil para peminta-minta.
Banyak dari kita mengatakan "Betapa susahnya menghargai uang!" Ah, tidak! Siapa bilang? Ada begitu banyak cara mudah menghargai uang.

Untuk mengerti makna uang seratus juta rupiah... tanyakanlah pada bayi yang hendak operasi jantung bayinya.

Untuk mengerti makna uang sepuluh juta rupiah... tanyakanlah pada Ibu yang tak sanggup membayar uang muka operasi anaknya

Untuk mengerti makna uang satu juta rupiah... tanyakanlah pada jebolan SMA yang tak bisa kuliah

Untuk mengerti makna uang seratus ribu rupiah... tanyakanlah pada bocah SMP yang ijazahnya ditahan sekolah

Untuk mengerti makna uang sepuluh ribu rupiah... tanyakanlah pada pemulung yang berkeliaran di sekitar rumah

Untuk mengerti makna uang seribu rupiah... tanyakanlah pada pengemis tua yang termangu di kaki lima

Untuk mengerti makna uang SERATUS RUPIAH... tanyakanlah pada pengasong yang berlompatan di bus antarkota

Kita seringkali dengan begitu mudahnya membeli kebahagiaan yang SEMU. Masuk toko, keluar toko. Borong steak. Kaos branded. Gadget a hundred  (in dollar). Dan hanya berakhir sebagai TREN. Sementara, seribu wajah-wajah kusam di sekitar kita tak ada kesempatan untuk mengikuti gejala yang ada. Bagi mereka : makan esok hari, atau mati lusa nanti. Mata mereka hanya bisa melempar mimpi ketika satu demi satu dari kita berpakaian necis berkalung emas (termasuk kaum Adam) mondar-mandir di hadapan mereka sembari berkhayal : Kapankah bisa menjadi diri kita?
Tapi, khayalan mereka dibenturkan kenyataan bahwa kita sama sekali tak peduli menjadikan mereka mendekati diri kita. Dan, jadilah kita si topeng monyet yang memamerkan "keahlian" kita di depan kepapaan mereka.
Uangmu adalah hakmu. Namun, sebagian dari uangmu terselip sebagian hak mereka. Belanjakanlah sekehendak hatimu harta yang ada padamu.
Saranku satu : membuat orang tertawa jauh lebih bahagia walau dengan seribu rupiah daripada membuat diri bahagia dengan seratus ribu rupiah dan berakhir di jamban atau di keranjang sampah.

Disclaimer : Saya TIDAK MENGKLAIM bahwa tulisan ini 100% gagasan saya karena sedikit banyak artikel ini terinspirasi tulisan tentang Penghargaan Atas Waktu sebagaimana banyak beredar di dunia maya.

Sumber Gambar : Bintan Center dan Kura Kura Hitam dengan modifikasi Jejak-Jejak Manyar
Mau Lebih? Klik Nih ^.^ >>

Kisah Inspirasi - Do'a Alif

Do'a Si Imut Alif Jejak Manyar
Ia Setia Pada Mereka Walau Mereka (Terkadang) Tak Setia Padanya
SUATU hari seorang ayah, sebut saja Noval, yang sehari-hari sangat sibuk-bahkan saat weekend-untuk akhir pekan kali ini ia bisa bernafas lega. Ia bisa merasakan hangatnya ranjang sampai cukup siang dan bermain dengan putra semata wayangnya yang begitu imut, Alif, 5 tahun.
Hari ini, sang istri Raras pergi ke luar kota untuk mengurus ijin proyek pembangunan pabrik baru. Alif sengaja tidak diajak dan Alif pun sengaja tidak minta diajak karena ia ingin bermain-main dengan ayahnya hari ini. Sungguh sebuah kesempatan langka bagi seorang Alif.
Sepanjang pagi hingga nyaris dhuhur, dua sosok lelaki ini asyik bermain bola di halaman belakang rumah mewah mereka di kota yang dingin ini. Alif tak berhenti terkikik dan terbahak sesekali melihat tingkah lucu ayahnya ketika pura-pura terjatuh menangkap bola yang ditendangnya.
Ketika dhuhur datang, mereka berdua duduk di teras belakang setelah sholat sambil berbincang entah tentang apa saja. Tiba-tiba...
"Pa, kenapa sih Papa sama Mama harus kerja?" tanya Alif tiba-tiba dengan wajah sok serius. Noval tertawa melihat mimik Alif.
"Supaya Papa sama Mama bisa beliin Alif mainan, beli jajan buat Alif, biar Alif bisa makan, bisa sekolah," jawab Papa simpel. Ia tak mungkin harus mengatakan 'supaya Alif bahagia dan tidak menderita, bisa kuliah ke Oxford University, bisa liburan ke luar negeri' walau untuk hal terakhir sungguh mustahil diwujudkan.
"Memang harus kerja setiap hari ya Pa?" tanya Alif. Noval mulai sadar kenapa dan kemana pembicaraan ini. Ia ambil mudah saja.
"Iya, Alif. Kalau memang hari itu Papa sama Mama harus kerja, gimana lagi? Kalau nggak gitu, Alif nggak bisa beli mainan nanti," ujar Noval. Alif pasang ekspresi berpikir. Noval jelas tertawa terbahak sambil memeluk dan mencium pipi tembem lelaki kecil itu. Alif tertawa lalu berpikir lagi.
Dan tak ada pembicaraan setelahnya.
***
Ketika asyik melihat lomba MotoGP di televisi, Alif begitu "menjiwai" adegan salip-menyalip dalam acara tersebut. Mulutnya tak berhenti meniru suara deru mesin ratusan cc itu. Noval hanya tersenyum sambil memeriksa dokumen kantor yang harus ditandatanganinya besok.
"Papa, orang kerja itu capek nggak sih, Pa? Nguuung... Nguuuuuung..." tanya Alif sambil tak henti meniru tingkah polah pembalap kawakan di layar kaca. Noval kembali tersenyum.
"Iya capek, Alif. Alif kalau main capek nggak?" tanya Noval. Sejenak Alif tak menjawab. Asyik menjiwai perannya.
"Capek, Pa. Tapi, enak mana Pak, main apa kerja? Nguuuung... Iiiiit!" tanya Alif lagi. Noval tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepala.
"Enak main," ujarnya lalu mendekat dan memeluk Alif dari belakang sambil mengangkatnya ke udara. Alif tertawa girang.
"Hahahaha... Papa..." ujar Alif.
"Enak main sama Alif," lanjut Noval.
"Terus gimana rasanya kerja itu, Pa?" tanya Alif. Sambil menggendong Alif ke teras depan sambil menanti Raras, Noval pun bercerita panjang lebar.
"Kerja itu capek, Alif. Kamu nanti harus baca banyak buku," ujar Noval untuk 'menggambarkan' dokumen-dokumen kantor, "terus nulis-nulis, hitung-hitungan seperti matematika. Alif juga nanti harus ke luar kota yang jauuuuuh untuk cari teman yang mau kerja sama Alif. Begitu terus selama Alif kerja," ujar Noval.
"Terus kenapa Papa nggak cari kerja yang lain?" tanya Alif.
"Cari kerja itu susah, Alif. Yang penting Alif bisa sekolah, bisa makan, bisa punya baju, bisa beli mainan, Papa sama Mama rela capek kerja cuma buat Alif," ujar Noval.
Alif diam. Dengan lemah ia peluk leher Noval. Ia pun terlena dalam buaian sang papa hingga tak sadar kantuk menyerangnya.
***
Noval membaringkan Alif ke kamarnya. Dengan perlahan ia selimutkan ke tubuh Alif hingga menutupi tubuhnya sebahu.
"Met bobok, Alif," ujar Noval lembut sambil mencium kening putra kesayangannya itu. "Makasih sudah ngajak main Papa hari ini," ujar Noval lagi sambil berjalan keluar.
Noval berusaha pelan menutup pintu kamar Alif. Tak lama pintu ditutup, terdengar suara Alif perlahan melamat :

"Ya, Allah... Kasih Papa sama Mama kesenangan Ya Allah seperti Papa sama Mama bikin Alif senang. Hilangkan capek Papa sama Mama ya Allah... Maafkan Alif sudah bikin mereka capek kerja setiap hari hanya untuk Alif. Alif nggak akan marah ya Allah kalau Papa sama Mama tidak bisa main lagi sama Alif biar Papa sama Mama nggak tambah capek habis kerja ya Allah.
Ya Allah, maafkan Alif belum bisa ngasih hadiah buat Papa sama Mama. Semoga do'a Alif ini bisa bikin Papa sama Mama bahagia dan tidak capek lagi ya Allah karena harus kerja setiap hari.
Ya Allah, Alif percaya Allah dengerin do'a Alif. Kabulkanlah do'a Alif ya Allah. Aamiin..." tutup do'a si Alif lalu kembali ke alam mimpi.

Noval terdiam di muka pintu. Matanya berkaca. Ya Allah, untuk apa sebenarnya kerja keras ini?

Sumber Gambar : Loket362 dengan modifikasi Jejak-Jejak Manyar
Mau Lebih? Klik Nih ^.^ >>

Senin, Mei 06, 2013

OST My Way : Andrea Bocelli - To Find My Way

OST My Way Jejak Manyar
Jasmerah!
MANUSIA tidak pernah tahu detil kisah hidupnya. Itulah (salah satu) makna yang tertangkap otak saya dalam film My Way besutan Kang Je-Gyu. Komplikasi cerita dan permainan karma yang membola menjadi refleksi tegas bahwa setiap sisi perbuatan manusia akan menciptakan balasan bagi manusia itu sendiri. Persaingan antara Kim Jun-shik (Jang Dong-gun) dan Hasegawa Tatsuo (Joe Odagiri) sedari kecil memuncak hingga akhirnya perang menjadikan mereka sebagai dua orang sahabat. Meski agak terlambat, kesadaran keduanya yang terseret dalam arus perang sedemikian panjang menyadarkan kita bahwa Kebencian bukanlah obat yang tepat untuk menutupi kekurangan kita. Kekuasaan yang kita miliki tidak dapat meninggikan derajat kita, malah ia akan menjatuhkan kita ke dalam penyesalan yang panjang. Seperti perbuatan Tatsuo yang menyebabkan Jun-shik dan rekan-rekannya dihukum menjadi tentara sukarela Pasukan Jepang melawan Rusia yang berujung tertawannya Tatsuo sendiri.
Lepas dari begitu menariknya sisi humanisme dan patriotisme konyol dalam film ini (untuk yang terakhir, lihat aksi Tatsuo mendesak tentaranya melawan tentara Rusia sampai mati hingga ia sadar tak ada utusan Jepang yang menolongnya ketika ditawan tentara Rusia dan Jerman), sisi musikalitas dalam film tersebut cukup menarik untuk disimak. Dibawakan oleh Andrea Bocelli, saya yang semula kurang tertarik dengan penyanyi tenor dan penulis lagu tuna netra ini menjadi antusias mendengarkan karya-karyanya.
Lagu yang diberi judul To Find My Way ini cukup manis disimak. Sahabat Manyar tidak perlu terlalu kaku mengartikan lagu ini sebatas romantisme antar manusia. Nuansa universalisme makna dimiliki lagu ini. Sebuah karya yang cukup apik untuk disimak.
So, daripada berlama-lama membaca ulasan saya ini, silahkan disimak karya musisi asal Itali si Andrea Bocelli ini!

>>>LIRIK ANDREA BOCELLI - TO FIND MY WAY<<<
Composer: Donjune Lee
Lyrics: Robert Choy a.k.a. "Big Phony"

Remember when
Under the sun
Where we were, in abounding love
Sheltered from the storm
Safe as I recall
When we had it all

Part of us died the day we lost paradise
Through certain pain, we found our way
(Through) every single night and day, spent apart

However far...

To find my way
I'll search my memory
To hear your voice, to know your pain
And see your face
So I can find my way

You broke the earth with every step
You fought for life with every faithful breath
As fate required your innocence
You laid down your life
As a guiding light

I'll carry your name until my dying day
Through certain pain, we found our way
(Through) every single night and day set apart

However far...

To find my way
I'll search my memory
To hear your voice, to know your pain
And see your face

Over mountains, across the oceans
Any distance, where it takes me
I can reach you if I know your heart
And meet you once again...

To find my way
I'll search my memory
To hear your voice, to know your pain
and see your face
So I can find my way
I can find my way... to you

>>>VIDEO VERSION<<<
Spoiler for VIDEO OST MY WAY:

>>>AUDIO VERSION<<<
Spoiler for AUDIO OST MY WAY:

>>>DOWNLOAD AUDIO VERSION<<<
[4SHARED] : Andrea Bocelli - To Find My Way (Main OST of My Way).mp3

Sekian dulu, Sob! Sampai jumpa lagi.... 


Sumber Lirik : Marcelo Ferrari de Almeida Camargo - Andrea Bocelli To Find My Way
Sumber Gambar : DownloadFilmBaru.com - My Way

*UPDATE : Kamis, 16 Mei 2013*
Tambahan "Label" :D
Mau Lebih? Klik Nih ^.^ >>

Kisah Inspirasi - Loker 12

Loker 12 Jejak Manyar
Misteri
LELAKI itu selalu membuatku kesal. Sudah tahu tasku begini besar, mengapa memberikan loker yang kecil? Pasti ada yang salah dengan mata atau telinganya. Berkali-kali aku kemari dan berkali-kali juga aku meminta dengan sopan, tetap saja : loker nomor 12 diberikannya padaku. Ah, sial!
Perlu perjuangan untuk memasukkan tasku ke dalam loker sialan itu. Dengan isi tak kurang 3-8 buku tebal, laptop dan charger, dan belum lagi benda-benda seperti binder dan kotak pensil makin membuat ranselku mirip ransel tentara. Andai bisa menjerit, ransel dan loker 12 itu pasti akan berteriak bersamaan ketika bertatap muka.
Pertama kali aku mendapat loker itu, nyaris dua menit ku masukkan tasku ke dalamnya. Keringat membasahi jidat. Bagai pelari maraton, habis tenagaku hanya untuk memasukkan tasku ke dalam loker kayu itu. Dan hal ini berulang-ulang kali ku alami. Termasuk hari ini...
***
Suatu hari, ku dengar lelaki yang biasa "menjailiku" itu wafat. Sakit, kabarnya. Walau tak tahu namanya, ku do'akan saja ia semoga Allah tak menjailinya sebagai balasan tindakannya padaku. Dan hari-hari ku lalui dengan riang tiap kali ku singgah ke perpustakaan kampusku. Selamat tinggal, Loker 12! Akhirnya ku dapatkan loker yang nyaman untuk ransel kesayanganku. Akhirnya...
***
Seminggu kemudian saat aku hendak sholat, aku antri menunggu lelaki yang mendahului masuk ke kamar mandi. Tak tahan aku menahan kencing sedari tadi. Saat berdiri di depan pintu toilet, tiba-tiba seorang perempuan mendekatiku. Ia salah satu staf perpustakaan bagian sirkulasi.
"Mas, ini ada titipan surat buat Sampeyan," ujar perempuan itu ramah. Tanpa menunggu jawabanku, ia menyerahkan surat itu ke tanganku lalu melangkah pergi. Aku terperangah tak mengerti. Apa-apaan ini?
***
Setelah sholat, ku buka surat itu di mushalla perpustakaan. Aku kaget dengan sebuah nama yang tak ku kenal. Apa benar ini untukku?
Lalu, serangkaian kata-kata tertulis di bagian tengah kertas :
   Maafkan saya jika mengagetkan Mas dengan surat ini. Saya hanya memenuhi wasiat Bapak-Pak Cip-sebelum beliau meninggal dua hari yang lalu. Dalam surat ini, Bapak meminta saya agar memohon maaf pada Mas atas perbuatan Bapak yang tidak menyenangkan pada Mas selama ini. Bapak tidak bermaksud menyusahkan Mas selama ini dengan memberikan loker yang sempit. Bapak cerita pada saya bahwa beliau kagum pada Mas yang selalu rajin. Beliau ingat masa-masa kuliah beliau. Sama seperti Mas. Tapi, satu hal yang membuat Bapak khawatir, yaitu Mas terlalu suka mengeluh. Itu sifat Bapak di masa lalu yang akhirnya mengantarkan Bapak, seorang sarjana ekonomi, hanya menjadi tenaga honorer penjaga loker perpustakaan. Seperti yang Mas tahu. Bapak tidak mau Mas seperti beliau. Karenanya, selama ini Bapak "menguji" Mas supaya bisa mengatasi situasi sulit yang ada. Kesulitan Mas memasukkan tas ke dalam loker JAUH LEBIH MUDAH dibandingkan memasukkan diri Mas ke dalam kerasnya kehidupan. Kalau hanya mengatasi loker sempit Mas tidak sanggup, bagaimana Mas mengatasi sempitnya kehidupan?
    Saya berharap Mas bisa memaafkan Bapak. Beliau banyak belajar selama ini. Dan sampai penyakit kanker beliau masuk stadium IV pun beliau tidak pernah mengeluh sedikitpun. Saya minta Mas bisa mengikhlaskan perbuatan Bapak yang kurang berkenan. Semoga Mas mendapat curahan rahmat dan hidayah dari Allah swt. Aamiin.

Aku terdiam dengan mata berkaca.
"Ya Allah, ampuni hamba yang tak berilmu ini...."
**TAMAT**

Sumber Gambar : Furnitur Sekolah - Loker
Mau Lebih? Klik Nih ^.^ >>