Langsung ke konten utama

Today is The Day

Today is Start, Hari Ini adalah Awal Jejak Manyar
Do you agree?
JANGAN takut dengan perubahan! Yang harus kita takutkan : baik atau burukkah perubahan itu? Dan menjadikan perubahan sebagai sesuatu yang baik adalah mudah. Perbaiki diri kita lebih dahulu! Perbaiki pikiran kita, perbaiki ucapan kita. Perbaiki perbuatan kita. Perubahan apapun yang datang, seburuk apapun jika kita, manusia yang menggunakan perubahan itu, dalam keadaan yang baik, bukan sesuatu yang sulit menjadikannya ladang kebaikan.

Kalian tahu Facebook? Sudah tahu berita-berita buruk berkaitan dengan Facebook? Penculikan, penipuan. Selingkuh. Curhat, makian, keluhan, kesombongan, kenorakan, kesia-siaan, kebohongan. Apa lagi? Makin banyak kalian menemukan keburukannya, semakin kalian mengenalinya. Oh ya, tambahkan ungkapan-ungkapan membual dan kasar yang membosankan. Baikkah? Sekarang masalahnya, siapa yang buruk? Facebook atau penggunanya?

Bagaimanapun Facebook, dan jejaring sosial lainnya, hanya sebuah 'benda.' Just a website, social network. Just it. Ketika keburukan lahir dari sebuah benda mati bernama Facebook, siapakah yang harus disalahkan? Si Mark kah yang "berjasa" mengenalkannya pada kita? Atau Tuhan yang menjadikannya ada? Kita. Ya. Kitalah yang salah karena tidak bisa bersikap arif dengan perubahan. Kedangkalan ilmu kita, mungkin, yang menyebabkan masalah timbul sekian banyak hari ini. Kedangkalan iman kita yang, barangkali, menjadikan kita tersesat sekian lama. Kedangkalan kita yang membuat kita lupa : kita sudah tenggelam dan tidak bersedia meninggalkan kubangan. Ah, merugilah kita.

So, it's the day. Let's make today so clearly. Don't make a worry about how the day will. Just get when you get your turn and get how you will make it end at the first. Secondly, thirdly, and another just flow. Just flow! Tugas pertama kita hari ini adalah membuat start yang manis. Start yang manis mustahil didapat dengan pikiran yang buruk, takut, ciut, dan pikiran-pikiran negatif lainnya. Dan start yang manis bukan untuk orang-orang yang takut dengan perubahan. Karena perubahan adalah start untuk kebahagiaan. So, you want get a happiness, aren't you?

Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Balada Modem Smart(un)fren

Proses Talak 2 1/2(ノಠ益ಠ)ノ KALI ini, secara tegas, secara nyata, dan dengan kesadaran diri yang penuh saya harus mengatakan hal ini : Jangan terbujuk iklan dan jangan terpaku harga! Banyak produk-produk berharga murah bertebaran di sekitar kita. Sepatu, baju, tas, perkakas. Belum lagi ponsel, laptop. Terakhir, Modem . Wow! Di -bold , kek. Hehehe... Yup. Kali ini saya akan mengangkat sebuah realita yang cukup serius. Sebuah contoh nyata (indikasi) kejahatan korporasi yang (sepertinya) tengah terjadi dan saya alami. What is it? Sejarah dengan kesaksiannya yang ada mencatat (cieeeee..... Hehehe...), usaha cek pulsa yang saya lakukan berkali-kali pada 19 Juni 2012 sejak pukul 20.57:42 baru membuahkan hasil pada pukul 22.16:24 dengan sebuah SMS balasan dari 999 yang berisi : "Pulsa Anda Rp. 15,000 berlaku s/d 06/06/2013. Dgr lagu top, hub 357. Rp6rb/30hr." Alhamdulillah. Masih ada. Kirain udah habis atau apa gitu soalnya Modem Smartfren yang katanya anti lelet kok malah ...

Thalia

Musnah Damba Bagai impian Hadirmu menyorot pandang kekaguman Tak ada kemilau cahaya selain kau Tak ada kesejukan selain nafas keabadianmu Tak ada kedamaian tutur berdayu di aliran waktu. Kecuali kau Thalia Kau menjadi damba seluruh desa Bunga dan gulma Bersuka cita menyongsong setiap langkah Kau tebar wangi aroma senja Dan gemilang rona sinaran surya Sayang Lamunan kota membawaku beranjak ke sana Dengan mimpi selebar ufuk Jalanan penuh kutuk Kau titi tanpa merutuk Walau kini                        Kau kusam hilang bentuk Tak ada yang tahu Suaramu dimana tersisa Tak ada yang tahu Wajahmu dimana berada Di sebuah lorong kelam Sosok gadis sisa-sisa Menunggu entah di balik sepi Ku pandang dari kejauhan Ku nikmati dari titik sudut Mungkinkah engkau di sana? Sumber Gambar: Baltyra.com

Duka dan Luka

Siapa sangka :                         di balik surya tak ada mega? Siapa duga :                        malam purnama kan selamanya? Yang mampu kita cerna :                        kisah hari ini takkan sama esok hari                        Bersiaplah untuk tawa                        Siagalah 'tuk air mata Karna takkan ada yang sanggup menerka.                                                      ...