Kuak (Pintu Langit)

Kuak Pintu Langit Jejak Manyar
Remang Gulana
Mendung mengurung
Muram. Murung.
Sunyi menerkam. Mendalam
Kemana cahaya?
Kemana bayu yang katanya perkasa?
Dimana bisu?
Dimana cerah yang kita tunggu?
Puisiku juang menguak, menyibak
  pintu langit yang kusut menampak
Tapi,
  sanggupkah hanya ia sendiri?

*Puisi diciptakan dalam perjalanan Bondowoso-Malang, di Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, tanggal 13 Mei 2013 Pukul 11.25 WIB.

Sumber Gambar : Omah Ilmoe dengan modifikasi Jejak-Jejak Manyar

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengisi Detik-Detik Perginya Ramadhan - Jum'at Terakhir Ramadhan 1434 H

OST My Way : Andrea Bocelli - To Find My Way

Renggang : Tentang Sebuah Hubungan