Luka Kemarau

Kemarau Panderman Jejak Manyar
Rekah Gersang
Tanah memancarkan tuah
Rindu air telaga
Menjelma jelaga dan wabah
Sekali kau berlari
Udara seribu kali mengepungi
Sepuluh kali kau sembunyi
Sejuta kali pula panas mengabuti
Mengurung kita dalam gelisah...

Bias tanah pusaka
Tak segagah silam yang merdeka
Hujan didamba; terik menggila
Embun dikhayal; mengapa siang begitu kekal?

Damai terberai

Cemerlang esok lunglai
Bagai sembelit
Iklim bertukar begitu sulit
Dan entah
Bila luka kemarau terjamah
Sembuh
Dan bunga-bunga merebak di awal subuh
Ku pikir
Itu lamunan yang teramat jauh
Ku pikir...

Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengisi Detik-Detik Perginya Ramadhan - Jum'at Terakhir Ramadhan 1434 H

OST My Way : Andrea Bocelli - To Find My Way

Renggang : Tentang Sebuah Hubungan