Selasa, November 29, 2011

Kejora di Tanah Rinding

Simbol Harapan
Ada apa di sana?
Kabar angin menerpa dari pohonan
Wajah-wajah pun kusut dalam harap
Kau. Aku. Berbisik dalam gelap:
"Waktu semakin senyap"
Dan. Benar. Senyap.
Dan semakin senyap

Sepi pagi menghampiri
Ya. Memuncak, menjelma menjadi Matahari
Bukan sinar yang membasahi tubuh kita
Tapi: API!
Kecurigaan yang abadi
***
Keruh.
Semakin banyak orang memancing dalam keruh
Kau hanya berkata: "Tetaplah teduh!"
Sementara,
Hari-hari semakin lesuh 
Hari-hari semakin tak acuh 

Hari-hari semakin jenuh...

Lalu. Lihatlah di Puncak Jaya
Kejora itu begitu indah
Lahir dari hati yang hampir punah
Yang: bermimpi Kuncup Surga mekar di Ladang Nirwana
Dan, kau. Aku. Kita tahu betapa lelah:
Bergantung kepada cuaca
Dan Tanah Rinding di sana
Semakin terbanting dan berkeping
Diombang-ambing
Dikelakari politik compang-camping

Dan. Kau. Aku
Marilah kita menunggu. Sang waktu:
Menyihir Kejora berubah menjadi Atom Hiroshima
Meledakkan bendera kita...

Sumber Foto: Republika



Anda Sedang Membaca: Kejora di Tanah Rinding

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komen apa aja: Monggoooo.
Yang penting harus SOPAN dan Say No to SPAM

Salam Manyar... ヾ(●⌒∇⌒●)ノ

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...