Langsung ke konten utama

Sang Manyar & Langit yang Lapar

Tegarlah dalam Gegar!

Sang manyar tak peduli
Beribu kali. Berjuta kali maut hampir mengungguli
Ia tetap melayang. Melayang
Di udara ia terbang

Sang manyar makhluk yang gagah
Ketika mendung cemar dan halilintar bergelegar
Ia tak pernah gentar
Ia melintas dalam gegas
Mengisi sela rongga ruang tersisa
Mengisi jalan hidup yang digariskan Dewata padanya

Dan. Ketika langit yang lapar
Semakin lapar! Semakin sangar!
Semakin ambyar!
Manyarku terus berburu dengan waktu
Debu benci disikutnya; kerikil dengki dipendam
Ditinggalkan tanpa dendam
Ia terus melaju. Melaju! Melaju!
Mengukir kisah dan merekatkannya sebagai sejarah
Yang, mungkin, bagi anak cucu manusia nanti:
Dianggap legenda
Atau mitos pahlawan imajiner
Khayalan yang luber
Karena. Satu dalam semesta. Langka...

Manyarku!
Teruslah kepakkan sayapmu!
Merdekalah!!

Sumber Foto: WikiPedia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Balada Modem Smart(un)fren

Proses Talak 2 1/2(ノಠ益ಠ)ノ KALI ini, secara tegas, secara nyata, dan dengan kesadaran diri yang penuh saya harus mengatakan hal ini : Jangan terbujuk iklan dan jangan terpaku harga! Banyak produk-produk berharga murah bertebaran di sekitar kita. Sepatu, baju, tas, perkakas. Belum lagi ponsel, laptop. Terakhir, Modem . Wow! Di -bold , kek. Hehehe... Yup. Kali ini saya akan mengangkat sebuah realita yang cukup serius. Sebuah contoh nyata (indikasi) kejahatan korporasi yang (sepertinya) tengah terjadi dan saya alami. What is it? Sejarah dengan kesaksiannya yang ada mencatat (cieeeee..... Hehehe...), usaha cek pulsa yang saya lakukan berkali-kali pada 19 Juni 2012 sejak pukul 20.57:42 baru membuahkan hasil pada pukul 22.16:24 dengan sebuah SMS balasan dari 999 yang berisi : "Pulsa Anda Rp. 15,000 berlaku s/d 06/06/2013. Dgr lagu top, hub 357. Rp6rb/30hr." Alhamdulillah. Masih ada. Kirain udah habis atau apa gitu soalnya Modem Smartfren yang katanya anti lelet kok malah ...

Thalia

Musnah Damba Bagai impian Hadirmu menyorot pandang kekaguman Tak ada kemilau cahaya selain kau Tak ada kesejukan selain nafas keabadianmu Tak ada kedamaian tutur berdayu di aliran waktu. Kecuali kau Thalia Kau menjadi damba seluruh desa Bunga dan gulma Bersuka cita menyongsong setiap langkah Kau tebar wangi aroma senja Dan gemilang rona sinaran surya Sayang Lamunan kota membawaku beranjak ke sana Dengan mimpi selebar ufuk Jalanan penuh kutuk Kau titi tanpa merutuk Walau kini                        Kau kusam hilang bentuk Tak ada yang tahu Suaramu dimana tersisa Tak ada yang tahu Wajahmu dimana berada Di sebuah lorong kelam Sosok gadis sisa-sisa Menunggu entah di balik sepi Ku pandang dari kejauhan Ku nikmati dari titik sudut Mungkinkah engkau di sana? Sumber Gambar: Baltyra.com

Duka dan Luka

Siapa sangka :                         di balik surya tak ada mega? Siapa duga :                        malam purnama kan selamanya? Yang mampu kita cerna :                        kisah hari ini takkan sama esok hari                        Bersiaplah untuk tawa                        Siagalah 'tuk air mata Karna takkan ada yang sanggup menerka.                                                      ...