Kamis, September 20, 2012

Pertempuran Terakhir (2)

Suara Pemilukada Jakarta Kedua Jejak Manyar
Menjaring Suara
Selamat datang, Pagi...
   Dan kegemparan yang ironi!
Hari ini...

Sudut-sudut kota berjubel, berjejal
Wajah-wajah ambisi
Menatap bagai teropong bintang :
   Lantang dan nyalang

Sementara itu
Jutaan domba berkeliaran digiring serigala
Bayang-bayang surga dan neraka
Bagai kabut tebal di fajar hari :
   Tutupi sinar dengan janji dan puisi

Keringat berimbun,
Nafas menahun.
Berpasang telinga peka nada
Dan berbaris hidung tanggap aroma
Tak mempan lagi do'a
Spanduk saja tak berdaya,
Apa lagi ajian sakti mandraguna?
Masih ampuhkah?

Politik hilang muka
Siapa menang, siapa kalah
Siapa sumringah, siapa kecewa
Kontes maha kontes
Menyabda derasnya hujan protes
Tuduhan dan hujatan
Asingkah, Kalian?
Iring-iringan pembela bagai anak merdeka
Memenuhi jalan, menyesaki trotoar
Lupa :
   Bayi yatim meratap lapar

Inilah pertempuran terakhir
Puncak dendam segera mengalir
Bagai malam pertama :
   Yang kau rasa takkan pernah lupa
Cemara baja Ibukota,
   Sanggupkah kau meredam murka?

Dan. Inilah pertempuran terakhir
Esok entah apa yang terjadi
Malam nanti pun ku tak mengerti
Aku hanya bisa pasrah menanti
Berdiam dalam sepi
Menyaksi akhir drama jemu semua ini
Berselimut silam Thalia
Berharap nasib kita tak serupa dengannya
Semoga...


Sumber Gambar : tvOneNews - KPU DKI : Pencoblosan Pemilukada Putaran Kedua, Libur


Anda Sedang Membaca: Pertempuran Terakhir (2)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komen apa aja: Monggoooo.
Yang penting harus SOPAN dan Say No to SPAM

Salam Manyar... ヾ(●⌒∇⌒●)ノ

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...