Langsung ke konten utama

Minggu Depan Udah Tarawih. Yang Pacaran Puasin Dulu Gih! (`▽´)-σ

Jalan Cinta Tak Menumbangkan Agama Jejak Manyar
Cinta Jangan Menjadi Noda
BAGAIMANA, Sahabat Manyar? Are you ready to countdown? Don't tell me that you've forgot next week we'll get a fast on Ramadhan this year. You are not forget it, are you? Kalau lupa, anggap saja artikel ini sebagai alarm pengingat sekaligus nasehat gratis :


Bukan sok memberikan nasehat. Sekedar mengingatkan saja kalau sebulan yang akan datang, Bulan Ramadhan 1434 H, akan sangat bernilai jika kita perbanyak waktu kita untuk menjalankan ibadah wajib dan sunnah yang ada. Kalau Sahabat Manyar masih malam Mingguan persis minggu yang akan datang, bagaimana shalat tarawihnya? Seandainya jadwal pacarannya yang diundur sih tidak begitu masalah. Syukur-syukur dimundurin Minggu pagi. Tapi ingat, jaga batas-batas gaya pacaran yang ada! Di bulan rahmat tidak sepantasnya kita melakukan perbuatan-perbuatan yang mengundang laknat. Dari siapa? Tahu sendiri lah jawabannya.

Sekali lagi, tulisan ini bukan artikel ceramah atau ekspresi sok menggurui saya. Sepenuhnya saya publish untuk mengingatkan kita semua : saya dan Sahabat Manyar dimanapun berada. Kita akan menjadi akan sepenuhnya kehendak kita walau keputusannya melekat pada kehendak Tuhan kita. Tapi, apa salahnya mencoba menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya demi kepentingan masa depan kita? Pacaran saat Ramadhan, buat saya, tidak masalah sepanjang : 1) Tahu batas-batas hubungan kita dan pacar kita, 2) Tidak menyia-nyiakan kesempatan ibadah yang ada, dan 3) Tidak menyebabkan keanehan dalam ibadah bulan Ramadhan kita, misal siang puasa, malam mojok di kegelapan (baca : kuburan, sedang mencari orong-orong. Wakakakakak...). Setuju?

Sekian dulu. Ada banyak hal yang harus saya siapkan buat menyambut bulan puasa. Semoga Ramadhan kali ini Allah SWT. memberikan keimanan dan ketaqwaan, rizki yang halal dan thoyyibah, jalan lurus yang menentramkan, kekhusyukan dalam beribadah, serta kebarokahan bulan Ramadhan yang sudah kita rindukan sejak setahun yang lalu. Sampai jumpa!

Sumber Gambar : SayangPacar.com dengan modifikasi Jejak-Jejak Manyar

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Balada Modem Smart(un)fren

Proses Talak 2 1/2(ノಠ益ಠ)ノ KALI ini, secara tegas, secara nyata, dan dengan kesadaran diri yang penuh saya harus mengatakan hal ini : Jangan terbujuk iklan dan jangan terpaku harga! Banyak produk-produk berharga murah bertebaran di sekitar kita. Sepatu, baju, tas, perkakas. Belum lagi ponsel, laptop. Terakhir, Modem . Wow! Di -bold , kek. Hehehe... Yup. Kali ini saya akan mengangkat sebuah realita yang cukup serius. Sebuah contoh nyata (indikasi) kejahatan korporasi yang (sepertinya) tengah terjadi dan saya alami. What is it? Sejarah dengan kesaksiannya yang ada mencatat (cieeeee..... Hehehe...), usaha cek pulsa yang saya lakukan berkali-kali pada 19 Juni 2012 sejak pukul 20.57:42 baru membuahkan hasil pada pukul 22.16:24 dengan sebuah SMS balasan dari 999 yang berisi : "Pulsa Anda Rp. 15,000 berlaku s/d 06/06/2013. Dgr lagu top, hub 357. Rp6rb/30hr." Alhamdulillah. Masih ada. Kirain udah habis atau apa gitu soalnya Modem Smartfren yang katanya anti lelet kok malah ...

Thalia

Musnah Damba Bagai impian Hadirmu menyorot pandang kekaguman Tak ada kemilau cahaya selain kau Tak ada kesejukan selain nafas keabadianmu Tak ada kedamaian tutur berdayu di aliran waktu. Kecuali kau Thalia Kau menjadi damba seluruh desa Bunga dan gulma Bersuka cita menyongsong setiap langkah Kau tebar wangi aroma senja Dan gemilang rona sinaran surya Sayang Lamunan kota membawaku beranjak ke sana Dengan mimpi selebar ufuk Jalanan penuh kutuk Kau titi tanpa merutuk Walau kini                        Kau kusam hilang bentuk Tak ada yang tahu Suaramu dimana tersisa Tak ada yang tahu Wajahmu dimana berada Di sebuah lorong kelam Sosok gadis sisa-sisa Menunggu entah di balik sepi Ku pandang dari kejauhan Ku nikmati dari titik sudut Mungkinkah engkau di sana? Sumber Gambar: Baltyra.com

Duka dan Luka

Siapa sangka :                         di balik surya tak ada mega? Siapa duga :                        malam purnama kan selamanya? Yang mampu kita cerna :                        kisah hari ini takkan sama esok hari                        Bersiaplah untuk tawa                        Siagalah 'tuk air mata Karna takkan ada yang sanggup menerka.                                                      ...