Langsung ke konten utama

Menjelang Buka

Dilema Bulan Ramadhan
Potret Pilu
Seorang perempuan muda terduduk lesu
Gadis kecil di pangku
   dan bayi mungil yang terlelap sayu
   terkucil di tepian jalan dengan wajah layu
Maghrib sesaat kan menggema
Sementara itu :
   lapar meneguh di perut mereka
Sementara itu :
   lapar mengelus kesabaran mereka
Sementara itu :
   mereka terpenjara di kepapaan yang gulita
"Harus tak berbuka lagikah hari ini?"
   sembari mengenang sebungkus roti isi lima ratus rupiah
   pemberian pemilik warung tua
   persis di kala buka, kemarin lusa

Tak jauh dari sana
Sebuah meja bundar berhampar
Buah. Susu segar. Makanan bagai sepeleton pasukan
Suara tawa. Suara kufur menggema
Tak lama, adzan pun tiba
Raung kota bersegera melepas dahaga
Suara piring bersidesak
Suara garpu bagai hendak mengoyak
Satu per satu daging terkunyah
Sementara itu,
Dengarkan tangis si bocah gulana
Merintih minta makan pada ibunya
Dalam kekusutan senja yang ada

Ah...

Sumber Gambar : Fajarbaru, Kompasiana : Pengemis Jalanan : Berpura-pura atau Sungguh-Sungguh Miskin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Balada Modem Smart(un)fren

Proses Talak 2 1/2(ノಠ益ಠ)ノ KALI ini, secara tegas, secara nyata, dan dengan kesadaran diri yang penuh saya harus mengatakan hal ini : Jangan terbujuk iklan dan jangan terpaku harga! Banyak produk-produk berharga murah bertebaran di sekitar kita. Sepatu, baju, tas, perkakas. Belum lagi ponsel, laptop. Terakhir, Modem . Wow! Di -bold , kek. Hehehe... Yup. Kali ini saya akan mengangkat sebuah realita yang cukup serius. Sebuah contoh nyata (indikasi) kejahatan korporasi yang (sepertinya) tengah terjadi dan saya alami. What is it? Sejarah dengan kesaksiannya yang ada mencatat (cieeeee..... Hehehe...), usaha cek pulsa yang saya lakukan berkali-kali pada 19 Juni 2012 sejak pukul 20.57:42 baru membuahkan hasil pada pukul 22.16:24 dengan sebuah SMS balasan dari 999 yang berisi : "Pulsa Anda Rp. 15,000 berlaku s/d 06/06/2013. Dgr lagu top, hub 357. Rp6rb/30hr." Alhamdulillah. Masih ada. Kirain udah habis atau apa gitu soalnya Modem Smartfren yang katanya anti lelet kok malah ...

Thalia

Musnah Damba Bagai impian Hadirmu menyorot pandang kekaguman Tak ada kemilau cahaya selain kau Tak ada kesejukan selain nafas keabadianmu Tak ada kedamaian tutur berdayu di aliran waktu. Kecuali kau Thalia Kau menjadi damba seluruh desa Bunga dan gulma Bersuka cita menyongsong setiap langkah Kau tebar wangi aroma senja Dan gemilang rona sinaran surya Sayang Lamunan kota membawaku beranjak ke sana Dengan mimpi selebar ufuk Jalanan penuh kutuk Kau titi tanpa merutuk Walau kini                        Kau kusam hilang bentuk Tak ada yang tahu Suaramu dimana tersisa Tak ada yang tahu Wajahmu dimana berada Di sebuah lorong kelam Sosok gadis sisa-sisa Menunggu entah di balik sepi Ku pandang dari kejauhan Ku nikmati dari titik sudut Mungkinkah engkau di sana? Sumber Gambar: Baltyra.com

Duka dan Luka

Siapa sangka :                         di balik surya tak ada mega? Siapa duga :                        malam purnama kan selamanya? Yang mampu kita cerna :                        kisah hari ini takkan sama esok hari                        Bersiaplah untuk tawa                        Siagalah 'tuk air mata Karna takkan ada yang sanggup menerka.                                                      ...