Kamis, Oktober 04, 2012

Selepas Hujan

Selepas Hujan Jejak Manyar
Masihkah Harus Berharap?
(Ratapan Lelaki Sisa-Sisa)

Matahari telah lenyap
Bulan senyap
Gelap :
   Tiada cahaya
Aku tertatih di jalanan basah
Selepas hujan yang marah...

Aku tak mengenalimu:
   Wahai, Hatiku yang Bisu
Aku bagai sekoci sunyi
Di ombang gelombang
Di ambing tak terbimbing

Aku tak mengenalimu:
   Wahai, Langkahku yang Rapuh
Aku tersudut dalam kuyu
Tertindas dalam simpuh
Terlindas dalam keluh

Dan aku lebih tak mengenalimu:
   Wahai, Suaraku yang Dungu
Kemana lantangmu ketika aku jatuh?
Dimana tegarmu ketika aku luluh?
Bayang semukah dirimu?

Dan, benar!
Matahari memang terlanjur buyar
Sinar-sinar dilahap mendung
Lalu hujan merapat, merundung
Aku. Mereka
Dan sejuta orang tak ber-asa
Putus senyum sekian warsa

Hujan akhirnya datang lagi
Sayang. Hati kami masih tak sembuh lagi
Tak 'kan pernah terjadi...

Sumber Gambar : Ulfia Rahmi's Weblog - Hujan dengan modifikasi Sang Manyar


Anda Sedang Membaca: Selepas Hujan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komen apa aja: Monggoooo.
Yang penting harus SOPAN dan Say No to SPAM

Salam Manyar... ヾ(●⌒∇⌒●)ノ

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...