Jumat, September 07, 2012

Kemarau

Suhu udara menyakitkan
Menguap panas memangkas awan
Sementara. Angin mengusap punggung
Sedangkan jalanan lacur terpanggang

Kaki-kaki menari garang
Dan lidah terjurai bingung
Rekah
Dimana bunker perlindungan?
Kemana selamatkan badan?

Sementara itu
Api bernyanyi dari kejauhan
Berbaris dahan tinggal debu
Dan rerumputan menyisa kenangan

Sementara itu
Anak burung mencicit ngeri
Beribu sarang menjadi abu
Dan untai berteduh : menyilam galau rindu

Kemarau balau
Kering merekah dinding-dinding hati
Tak ada lagi sepercik jejak di danau
Tak ada lagi partikel tilas di kali
Sepi menjerat
Hening berkerat
Musim ujung di titik karat
Dan. Kita sekarat...

Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi


Anda Sedang Membaca: Kemarau

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komen apa aja: Monggoooo.
Yang penting harus SOPAN dan Say No to SPAM

Salam Manyar... ヾ(●⌒∇⌒●)ノ

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...