Langsung ke konten utama

Senyampang

Senyampang mumpung selagi karya Anggarian Aras Andisetya Jejak Jejak Manyar tentang penemuan kembali relasi antara penulis dan konteks tulisan serta hal-hal terkait sastra lainnya

Senyampang hati kita masih lapang
dan pikiran kita demikian terang,
sudikah bila malam ini aku datang
lalu membujukmu ke ranjang
lalu kita biarkan segalanya menjelang
untuk kemudian mengerang
untuk kemudian mengejang
untuk kemudian terjatuh dalam mimpi panjang?

Senyampang waktu kita masih belum jelang
dan lonceng kapal belum meradang,
sudikah bila pagi esok kan kuulang
segala yang semalam kau tangisi
dan kau jambaki
dan tak kau sesali
untuk kita kenang sebagai tanda pisah paling sunyi?

Sudikah kau demikian, Kasih?

Cilegon, 06 September 2020

Komentar