Langsung ke konten utama

Lowongan

Pandemi membuat koran susut dan sepi
dari tangan para pencari jati diri
dan seragam sementas kuliah kemarin pagi

Job fair menyisakan job unfair
yang mana mimpi-mimpi melumer
dan dendam kelam meluber
menjadi pengangguran,
menjadi pengantri di barisan kematian:
jika tak kelaparan,
ya wabah ini yang memuakkan

Tangan-tangan tak pernah benar mencoba peduli
Mereka perlahan kian menepi
dan makin perlahan menyepi
ke dalam puisi
yang hanya bunyi di dalam lirih
Ya, lirih
Itu pun di bibir sumbing yang sumbang
bersambung-sambung tak berujung lagi

Maka, janganlah kau bertanya kepadaku:
'adakah lowongan hari ini?'
Karena bagiku hanya ada dua pekerjaan
yang disediakan dalam musim bajingan ini:
negosiator pandemi
atau tukang gali
Dan kau bisa dikenal sejarah paling wangi
sebagai pemenang negosiasi damai dengan wabah abad ini
Atau pilihan kedua:
kau gantikan mereka
yang mati lelah mengubur saudara sendiri

Cilegon, 13 September 2020

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Balada Modem Smart(un)fren

Proses Talak 2 1/2(ノಠ益ಠ)ノ KALI ini, secara tegas, secara nyata, dan dengan kesadaran diri yang penuh saya harus mengatakan hal ini : Jangan terbujuk iklan dan jangan terpaku harga! Banyak produk-produk berharga murah bertebaran di sekitar kita. Sepatu, baju, tas, perkakas. Belum lagi ponsel, laptop. Terakhir, Modem . Wow! Di -bold , kek. Hehehe... Yup. Kali ini saya akan mengangkat sebuah realita yang cukup serius. Sebuah contoh nyata (indikasi) kejahatan korporasi yang (sepertinya) tengah terjadi dan saya alami. What is it? Sejarah dengan kesaksiannya yang ada mencatat (cieeeee..... Hehehe...), usaha cek pulsa yang saya lakukan berkali-kali pada 19 Juni 2012 sejak pukul 20.57:42 baru membuahkan hasil pada pukul 22.16:24 dengan sebuah SMS balasan dari 999 yang berisi : "Pulsa Anda Rp. 15,000 berlaku s/d 06/06/2013. Dgr lagu top, hub 357. Rp6rb/30hr." Alhamdulillah. Masih ada. Kirain udah habis atau apa gitu soalnya Modem Smartfren yang katanya anti lelet kok malah ...

Thalia

Musnah Damba Bagai impian Hadirmu menyorot pandang kekaguman Tak ada kemilau cahaya selain kau Tak ada kesejukan selain nafas keabadianmu Tak ada kedamaian tutur berdayu di aliran waktu. Kecuali kau Thalia Kau menjadi damba seluruh desa Bunga dan gulma Bersuka cita menyongsong setiap langkah Kau tebar wangi aroma senja Dan gemilang rona sinaran surya Sayang Lamunan kota membawaku beranjak ke sana Dengan mimpi selebar ufuk Jalanan penuh kutuk Kau titi tanpa merutuk Walau kini                        Kau kusam hilang bentuk Tak ada yang tahu Suaramu dimana tersisa Tak ada yang tahu Wajahmu dimana berada Di sebuah lorong kelam Sosok gadis sisa-sisa Menunggu entah di balik sepi Ku pandang dari kejauhan Ku nikmati dari titik sudut Mungkinkah engkau di sana? Sumber Gambar: Baltyra.com

Duka dan Luka

Siapa sangka :                         di balik surya tak ada mega? Siapa duga :                        malam purnama kan selamanya? Yang mampu kita cerna :                        kisah hari ini takkan sama esok hari                        Bersiaplah untuk tawa                        Siagalah 'tuk air mata Karna takkan ada yang sanggup menerka.                                                      ...