Langsung ke konten utama

Potret Sebuah Puisi

Tajukmu seringkali membujuk,
merajuk,
atau sesekali mematuk

Batang tubuhmu rimbun
Penuh dedaun dan reranting;
burung-burung nangkring menumpang bising

Pada akhir sapa kadang kau sengau
Pada mula kata seringkali kau igau
Selalu saja kami yang kau paksa bergurau
menerka hakikatmu yang serba kusau

Pada akhirnya kami harus mengerti
bahwa mengenali dirimu
tak perlu pelajari tipografi
atau topografi
atau tetek-bengek teori

Pada akhirnya kami sadari
mengenali kamu
cukup melihat dada kami sendiri

yang seringkali susah dimengerti

Cilegon, 30 Agustus 2020

Komentar