Langsung ke konten utama

Kontak Jodoh

Kontak Jodoh Puisi Jejak Jejak Manyar Situs Puisi dan Karya Sastra Terbaik

Sudut yang sering tak kuperhatikan. Entah mengapa mataku kali ini begitu tak ada kerjaan. Kontak Jodoh, begitu dituliskan dan memajang sebuah iklan membangunkan kantukku pada kehidupan:

Sedang mencari pria atau wanita. Usia berapa saja, asal masih bernyawa. Badan sehat, otot kuat, tapi tak bertulang baja (Khawatir kiriman dari 'sebelah'). Bisa mengetik dengan sebelas jari dan membaca dengan mata hati. Mahir berdebat dengan siapa saja dan tema apa saja, kecuali agama (Khawatir diprotes sama 'sebelah'). Penampilan menarik, syukur-syukur membuat gidik. Tidak melodrama, tidak melankolia, dan tidak gemar mengumbar air mata. Menaruh hati dengan iklan ini? Sampaikan riwayat hidup melalui redaksi.

Demikian kata rubrik itu menunjuk alamat proposal perjodohan: Jalan Tuli Nomor Satu Kecamatan Bisu, Kabupaten Dungu. Untuk Penerima: Jodohmu, Jika Mau.

Cilegon, 06 September 2020

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Balada Modem Smart(un)fren

Proses Talak 2 1/2(ノಠ益ಠ)ノ KALI ini, secara tegas, secara nyata, dan dengan kesadaran diri yang penuh saya harus mengatakan hal ini : Jangan terbujuk iklan dan jangan terpaku harga! Banyak produk-produk berharga murah bertebaran di sekitar kita. Sepatu, baju, tas, perkakas. Belum lagi ponsel, laptop. Terakhir, Modem . Wow! Di -bold , kek. Hehehe... Yup. Kali ini saya akan mengangkat sebuah realita yang cukup serius. Sebuah contoh nyata (indikasi) kejahatan korporasi yang (sepertinya) tengah terjadi dan saya alami. What is it? Sejarah dengan kesaksiannya yang ada mencatat (cieeeee..... Hehehe...), usaha cek pulsa yang saya lakukan berkali-kali pada 19 Juni 2012 sejak pukul 20.57:42 baru membuahkan hasil pada pukul 22.16:24 dengan sebuah SMS balasan dari 999 yang berisi : "Pulsa Anda Rp. 15,000 berlaku s/d 06/06/2013. Dgr lagu top, hub 357. Rp6rb/30hr." Alhamdulillah. Masih ada. Kirain udah habis atau apa gitu soalnya Modem Smartfren yang katanya anti lelet kok malah ...

Thalia

Musnah Damba Bagai impian Hadirmu menyorot pandang kekaguman Tak ada kemilau cahaya selain kau Tak ada kesejukan selain nafas keabadianmu Tak ada kedamaian tutur berdayu di aliran waktu. Kecuali kau Thalia Kau menjadi damba seluruh desa Bunga dan gulma Bersuka cita menyongsong setiap langkah Kau tebar wangi aroma senja Dan gemilang rona sinaran surya Sayang Lamunan kota membawaku beranjak ke sana Dengan mimpi selebar ufuk Jalanan penuh kutuk Kau titi tanpa merutuk Walau kini                        Kau kusam hilang bentuk Tak ada yang tahu Suaramu dimana tersisa Tak ada yang tahu Wajahmu dimana berada Di sebuah lorong kelam Sosok gadis sisa-sisa Menunggu entah di balik sepi Ku pandang dari kejauhan Ku nikmati dari titik sudut Mungkinkah engkau di sana? Sumber Gambar: Baltyra.com

Duka dan Luka

Siapa sangka :                         di balik surya tak ada mega? Siapa duga :                        malam purnama kan selamanya? Yang mampu kita cerna :                        kisah hari ini takkan sama esok hari                        Bersiaplah untuk tawa                        Siagalah 'tuk air mata Karna takkan ada yang sanggup menerka.                                                      ...