Minggu, Oktober 21, 2012

Wahai... (Akhir Mimpi)

Wahai Akhir Mimpi Jejak Manyar
Nestapa
Bunga-bunga layu
Daun-daun
Runtuh dalam pelukan kelabu

Wahai, Sepi
Mengapa musim begitu keji?

Sepasang mata
Tegak menyongsong derita
Jemari mungil penuh luka
Memeluk tangkai si kuncup dahlia
Yang mulai kering dan punah

Wahai, Dingin
Seberapa panjang membaluti serbuan angin?

Lembah itu
Semakin kusam dan berdebu
Matahari bisa mengingatnya
Di atas batu
Ya!
Di atas batu itu
Semusim lalu
Seekor jantan asyik mencumbui betinanya
Ya!
Di atas batu itu
Sang betina pasrah menerima kekasihnya
Dan langit
Dan bumi
Dan semesta raya
Ikhlas menerima mereka
Mengalirlah gairah dalam cinta
Semusim yang lalu...

Wahai, Waktu
Mengapa dengki nian kau berlaku?

Halilintar
Suatu hari datang dan mengantar
Sepucuk kabar
Bahwa cinta harus merepih dan buyar
Merepihlah mimpi-mimpi
Memuinglah rimbun kasih
Air mata. Apakah guna?
Cucur darah. Bisakah mengubah?
Dan mereka berpisah di antara linang tangisan senja
Merantau dalam galau
Merundung dalam kabung
Sang jantan hilang di tepi danau
Menyatukan diri
Dalam kelelahan yang abadi

Dan sang betina
Di keentahan rimba ia berada
Mengisi hari-hari yang hampa
Sembari bertanya. Bertanya. Dan bertanya
"Bilakah kita bersua?"
Dan lorong-lorong goa tak ada yang bersuara
Tak!
Hingga legenda memahatnya
Ke dalam sejarah asmara yang lara
Mewaris hingga akhir masa...

Wahai...
Lengkaplah badai

Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi


Anda Sedang Membaca: Wahai... (Akhir Mimpi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komen apa aja: Monggoooo.
Yang penting harus SOPAN dan Say No to SPAM

Salam Manyar... ヾ(●⌒∇⌒●)ノ

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...