Langsung ke konten utama

Shocking Moment Kedua: My First Award. What?!!

IBARATNYA ini lagi asyik jalan-jalan naik motor sendirian tiba-tiba ketemu orang dengan tanpa basa-basi teriak di kuping kita: SELAMAAAAT!!! KAMU BARU AJA MENANGIN SEBUAH PENGHARGAAN BERGENGSIIIII!!!

Kontan kita diem sejenak. Mempertahankan mata yang melotot.
Mempertahankan mulut yang melongo.
Persis banget kayak kebo dongo. Hohohoho...

Lalu, apa reaksi kita begitu mengalami hal kayak gitu? Pertama, niupin kuping bentar. Lu pikir nggak budhek diteriakin begituan? Hahahaha...

Nah. Reaksi berikutnya adalah mikir: "Nih ada apaan ya kok nggak ada badai nggak ada tsunami kita dapet beginian?" Dan pikir boleh pikir, kita mikir lagi: "Lha terus nih hadiah kudu diapain?"

Makin bingung deh lu... -_-"
***
Begitulah ilustrasi yang (kayaknya) tepat untuk mendeskripsikan suatu keadaan situasi dimensional psikis (busyet bahasanya -_-") yang saya alami malem ini. Tanpa aba-aba atau tanda apa gitu kek, si empu gondrong, eh empunya Catatan Mingguanku main nyelonong aja ke GuestBook Sang Manyar dan komen "Ada sesuatu buat kawan, silahkan cek di sini :D". Nah. Di sini mulai mikir ada apaan nih kok serius amat.

Didorong rasa penasaran, nyoba deh masuk ke blog yang bersangkutan buat memecahkan tabir misteri yang menyelimuti bumi pertiwi.... (Don't Try This At Home, Okay? Alay.com :D).

Dan, ternyata...?

Tanpa diduga saya didapuk untuk menggondol empat biji Award sekaligus. Hah? Nggak salah tuh? Daftar nggak, nominasi apalagi kenapa ujug-ujug dapet beginian coba? Tapi, ini yang disebut rejeki. Datang nggak pernah bisa dimengerti. Nah, buat yang pengen tau Award yang nepokin idung saya, check on the below ;)


Bener-bener shocking moment (kan lebay lagi...Hehehe). Dari artikel Catatan Mingguanku yang berjudul Award Keempat, Kelima Keenam, dan... Ketujuh baru saya tahu kalau reasoning dari keberuntungan saya adalah karena dinilai sebagai most frequent comment and visitor oleh si empunya blog. Padahal saya baru aja jadi follower di blog Catatan Mingguanku (sekitar semingguan kayaknya). Selain saya, ada enam situs blog lagi yang beruntung mendapat award serupa. Tadinya sih saya pikir ada hadiah ikutan selain ini (Ngarep.co.id). Yaaaa, meskipun nggak ada uang tunai sejuta rupiah, paling nggak emas murni 100 gram juga nggak apa-apa deh (Hahahaha... Ngaco poool). Tapi, award nggak selamanya kan harus dinilai sebagai uang. Silaturahmi jauh lebih berharga daripada segepok uang. Dan inilah salah satu cara menjalin persahabatan. Taktik jitu, bukan? Hehehe..

Terus, mau diapain nih Award? Nah. Lagi-lagi saya harus garuk-garuk kepala. Kalau nangkring di saya aja sih nggak asik rasanya. Kurang berasa. Yang namanya kebahagiaan harus dibagi-bagikan. Setuju? Nah sekarang saya mikir: Ini Award harus dibagiin ke sapa?

Saya yakin sih Catatan Mingguanku nggak akan protes umpama Award ini saya bagi-bagiin ke temen-temen blog saya. Iya kan, Kawan? Nah, sapakah yang akan menerima Award dari saya ini...?
 ***
Setelah melalui proses berpikir yang mendalam, mendetail, dan mengakar, hehehe... saya putuskan untuk membagikan keempat Award tersebut masing-masing untuk dua Blogger yang mempunyai peranan cukup besar terhadap lahirnya blog Jejak-Jejak Manyar ini. Siapakah mereka? Inilah dia!

 &

Yap! Dua Blog inilah yang berhak atas timpukan Award dari saya. Alasan saya membagi-bagikan Award tersebut kepada dua blog ini berbeda dari Catatan Mingguanku yang memberikannya ke saya karena faktor frekuensi kunjungan yang dinilai sering. Saya memberikan Award ini semata-mata karena dua blog inilah yang sedikit banyak memberikan kontribusi terhadap keberadaan Jejak-Jejak Manyar sampai saat ini. Ken Mercedez, yang notabene saya tahu betul siapa tokoh di balik blogmu (Hehehehe... Nepotisme dikit boleh dong?), banyak memberikan masukan ini dan itu supaya blog ini jauh lebih baik lagi. Dan dari masukan blog Ken Mercedez juga untuk beberapa hari ke depan postingan Jejak-Jejak Manyar bakal lebih variatif dan nggak melulu soal puisi. Mau tau? Tungguin aja ya? Hehehe... Yang jelas, thanks for your advice until now...

Nah, kalo yang It's About Life? Saya juga tahu pasti siapa orang di balik blog yang nggak mau disebut blog puisi dan kegalauan itu. Hehehe... Dialah (maksudnya blognya, bukan orangnya) yang menginspirasi saya untuk membuat blog "serupa". Dan... eng ing eeeeeeng!! Jadilah Jejak-Jejak Manyar, blog kesekian (setelah menumbalkan empat blog!) yang benar-benar tergarap dengan penuh keseriusan dan totalitas (walau jongkok kualitas. Hahahaha...).

So, buat Ken Mercedez dan It's About Life, selamat menikmati Award kalian, Kawan. Diambil boleh, dianggurin juga boleh kok. Nggak ada paksaan. Oke?
 
Jika berminat dan ingin mengambil keempatnya, silahkan tempelkan saja Award tersebut di postingan terbaru kalian atau bisa juga kok langsung kalian print out seukuran pigura lalu kalian tempel sebagai pajangan di dinding kamar kos kalian. Saya tahu kok ini Award pertama kalian dari Blogger. Iya kan? Wakakakaka... Peace, Kawan! Just kidding. Keep smile and be happy, okay?

Segini aja dulu deh postingan kali ini. Tadinya mau bikin posting tentang tips traveling, tapi berhubung ada anugerah dadakan, buyar deh. Hehehe... Buat Catatan Mingguanku, lain kali kalo mau ngasih Award bikin nominasi atau pengumuman calon penerima dulu napa? Selamat Anda berhasil membuat membuat saya bego untuk tiga belas menit. Hehehe...


~~~~^^___Thanks, All. Thanks for All___^^~~~~

Komentar

  1. Hahaha.. gokil ni.. Mau buat nominasi kelamaan mass.. :-p saya juga ini award dadakan & saya potocopy buat sobat-sobat setia.. Selamat yaa :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih...
      Ya walaupun bukan nominasi resmi paling nggak bisik2 tetangga lah supaya nggak dag dig dooor. hahaha... Makasih. Ditunggu ciptaran Awardnya. Hahaha...

      NB: Baru kali ini lho saya tau ada Award bisa dibagi-bagaiin kayak gini. Hahaha... Sumpah gokil dah.

      Hapus

Posting Komentar

Pesan Manis Sahabat Adalah Ilham Magis Bagi Saya:

Postingan populer dari blog ini

Balada Modem Smart(un)fren

Proses Talak 2 1/2(ノಠ益ಠ)ノ KALI ini, secara tegas, secara nyata, dan dengan kesadaran diri yang penuh saya harus mengatakan hal ini : Jangan terbujuk iklan dan jangan terpaku harga! Banyak produk-produk berharga murah bertebaran di sekitar kita. Sepatu, baju, tas, perkakas. Belum lagi ponsel, laptop. Terakhir, Modem . Wow! Di -bold , kek. Hehehe... Yup. Kali ini saya akan mengangkat sebuah realita yang cukup serius. Sebuah contoh nyata (indikasi) kejahatan korporasi yang (sepertinya) tengah terjadi dan saya alami. What is it? Sejarah dengan kesaksiannya yang ada mencatat (cieeeee..... Hehehe...), usaha cek pulsa yang saya lakukan berkali-kali pada 19 Juni 2012 sejak pukul 20.57:42 baru membuahkan hasil pada pukul 22.16:24 dengan sebuah SMS balasan dari 999 yang berisi : "Pulsa Anda Rp. 15,000 berlaku s/d 06/06/2013. Dgr lagu top, hub 357. Rp6rb/30hr." Alhamdulillah. Masih ada. Kirain udah habis atau apa gitu soalnya Modem Smartfren yang katanya anti lelet kok malah ...

Thalia

Musnah Damba Bagai impian Hadirmu menyorot pandang kekaguman Tak ada kemilau cahaya selain kau Tak ada kesejukan selain nafas keabadianmu Tak ada kedamaian tutur berdayu di aliran waktu. Kecuali kau Thalia Kau menjadi damba seluruh desa Bunga dan gulma Bersuka cita menyongsong setiap langkah Kau tebar wangi aroma senja Dan gemilang rona sinaran surya Sayang Lamunan kota membawaku beranjak ke sana Dengan mimpi selebar ufuk Jalanan penuh kutuk Kau titi tanpa merutuk Walau kini                        Kau kusam hilang bentuk Tak ada yang tahu Suaramu dimana tersisa Tak ada yang tahu Wajahmu dimana berada Di sebuah lorong kelam Sosok gadis sisa-sisa Menunggu entah di balik sepi Ku pandang dari kejauhan Ku nikmati dari titik sudut Mungkinkah engkau di sana? Sumber Gambar: Baltyra.com

Duka dan Luka

Siapa sangka :                         di balik surya tak ada mega? Siapa duga :                        malam purnama kan selamanya? Yang mampu kita cerna :                        kisah hari ini takkan sama esok hari                        Bersiaplah untuk tawa                        Siagalah 'tuk air mata Karna takkan ada yang sanggup menerka.                                                      ...