Langsung ke konten utama

Potret Malam

Hening
Bulan sembunyi di pekat awan
Dingin
Menusuk hati repih berkeping

Gulita
Angin sesayup bicara
Angin sejengkal melangkah
Hening. Semakin hening
Dingin. Semakin dingin
Pucat asa menggapai ingin
Bisu tirani
Meledakkan tangis di rimba rindu
Air mata. Bagai bah menyapu tawa
Cahaya seakan legenda
Dan waktu serasa hampa

Hening semakin hening
Dingin semakin dingin
Malam semakin malam
Kelam menghujam:

                                        Hati!

Sumber Gambar: Pelukis Malam

Komentar