Langsung ke konten utama

Negeri Sejuta Cinta

Tiba-tiba tercekat rasa rindu
Tiba-tiba
Mendendam partikel haru
Jarak yang tertempuh,
Seribu cita di kepalaku
Tiba-tiba terkenang padamu

Kuidamkan Selalu
Aroma tanah yang basah
Aroma pagi di desa
Hijau dedaunan kelapa
Dan nyanyian bangga burung-burung gereja
Bersahut gemilang dengan manyar di tangkai padi: mengisi cerita hari ini

Air. Ya
Air hujan yang biasa jatuh di siang hari
Membasahi dahan-dahan mangga,
Mengalirkan asa di keringnya huma
Gubuk-gubuk sesak oleh peladang
Dengan mata yang nyalang
Mereka tatap ufuk tanpa menyelang
Berharap hari esok damai terjelang

Anak-anak sawah
Anak-anak capung dan belalang
Senyummu mengembalikan ingatku
Pada masa kecilku
Ketika hitam dan kelabu begitu semu
Ketika putih begitu teduh
Ketika saat begitu...

Inilah kampungku
Inilah negeriku
Dimana kampungmu?

                                  Dimana negerimu?

Sumber Gambar: Google Maps

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Balada Modem Smart(un)fren

Proses Talak 2 1/2(ノಠ益ಠ)ノ KALI ini, secara tegas, secara nyata, dan dengan kesadaran diri yang penuh saya harus mengatakan hal ini : Jangan terbujuk iklan dan jangan terpaku harga! Banyak produk-produk berharga murah bertebaran di sekitar kita. Sepatu, baju, tas, perkakas. Belum lagi ponsel, laptop. Terakhir, Modem . Wow! Di -bold , kek. Hehehe... Yup. Kali ini saya akan mengangkat sebuah realita yang cukup serius. Sebuah contoh nyata (indikasi) kejahatan korporasi yang (sepertinya) tengah terjadi dan saya alami. What is it? Sejarah dengan kesaksiannya yang ada mencatat (cieeeee..... Hehehe...), usaha cek pulsa yang saya lakukan berkali-kali pada 19 Juni 2012 sejak pukul 20.57:42 baru membuahkan hasil pada pukul 22.16:24 dengan sebuah SMS balasan dari 999 yang berisi : "Pulsa Anda Rp. 15,000 berlaku s/d 06/06/2013. Dgr lagu top, hub 357. Rp6rb/30hr." Alhamdulillah. Masih ada. Kirain udah habis atau apa gitu soalnya Modem Smartfren yang katanya anti lelet kok malah ...

Thalia

Musnah Damba Bagai impian Hadirmu menyorot pandang kekaguman Tak ada kemilau cahaya selain kau Tak ada kesejukan selain nafas keabadianmu Tak ada kedamaian tutur berdayu di aliran waktu. Kecuali kau Thalia Kau menjadi damba seluruh desa Bunga dan gulma Bersuka cita menyongsong setiap langkah Kau tebar wangi aroma senja Dan gemilang rona sinaran surya Sayang Lamunan kota membawaku beranjak ke sana Dengan mimpi selebar ufuk Jalanan penuh kutuk Kau titi tanpa merutuk Walau kini                        Kau kusam hilang bentuk Tak ada yang tahu Suaramu dimana tersisa Tak ada yang tahu Wajahmu dimana berada Di sebuah lorong kelam Sosok gadis sisa-sisa Menunggu entah di balik sepi Ku pandang dari kejauhan Ku nikmati dari titik sudut Mungkinkah engkau di sana? Sumber Gambar: Baltyra.com

Duka dan Luka

Siapa sangka :                         di balik surya tak ada mega? Siapa duga :                        malam purnama kan selamanya? Yang mampu kita cerna :                        kisah hari ini takkan sama esok hari                        Bersiaplah untuk tawa                        Siagalah 'tuk air mata Karna takkan ada yang sanggup menerka.                                                      ...