Selasa, Oktober 09, 2012

Rumput Liar

Rumput Liar Jejak Manyar
Tegak Terinjak
Dan rumput-rumput liar menyebar. Menjadi wabah. Memenuhi seluruh pekarangan depan rumah. Cangkul dan arit, seember air di bawah langit. Berharap sanggup melawan terjang di kembang jalang.

Dan. Benar. Tak butuh lama membuat mereka kapar. Dengan sabitan dan rengkuhan, mereka bergelimpangan. Menjadi sejarah di kotak sampah.

Dan bunga-bunga seruni bermekaran. Melati kuncup, mawar merekahan. Memadukan wangi seribu puji. Melemparkan sapa sehangat janji. Mereka bebas menari. Memanah sepi. Menyapa matahari. Atau sekedar menikmati lenggang awan yang putih. Tanpa bayang-bayang cemar mengotori : si rumput liar.
***
 Tapi. Mataku seakan teriak. Suaraku seakan melonjak. Sinar esok menyapa kembali. Di ujung kaki, rumput-rumput itu kembali lagi. Tumbuh mengapiti kembang pesona. Rimbun menindasi kuncup gairah. Angin menggoyang mereka. Waktu menghentak laju mereka. Dan, mereka semakin tumbuh. Tumbuh. Tumbuh. Dan, tumbuh! Tiba-tiba saja menjalari kakiku. Tiba-tiba saja...

Dan selanjutnya, tak pernah ada yang tahu. Tak juga kamu. Tak juga aku. Tak juga sajak yang terkenang di mukamu. Rumput liar menjadi legenda. Di telinga anak-anakku, cucu-cicitku, menjadi lukisan yang gempar. Menjadi dongengan menghapus lapar.

Dan bunga-bunga yang merebak, dimanakah mereka terserak?

Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi


Anda Sedang Membaca: Rumput Liar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komen apa aja: Monggoooo.
Yang penting harus SOPAN dan Say No to SPAM

Salam Manyar... ヾ(●⌒∇⌒●)ノ

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...