Langsung ke konten utama

Hanger

Gemas dalam nyanyi
Gersang dalam nanti
Mata semakin panas
Telinga menjerit dan meranggas
Televisi. Radio
Koran dan obrolan guano*
Mengaratkan pikiran yang berkarat
Memucatkan lidah patah asat
Gemolak : di atas zombi yang berarak
     Merangkak...

Kepada Kebobrokan
Dan. Ingin sekali kutebas wajah-wajah busuk di sana
Dan. Ingin sekali kupendam mulut kotor dan teror di sana

Aku hanya mampu memupuk ingin
Karena cuaca begitu dingin
Dan pecundang sepertimu tak rela melempar sebatang lilin

Dalam diam
Kepalanku mendendam
Suatu saat
Di titik yang tepat
Kan ku renggut hama-gulma pembangunan
Dan ku gantungkan pada sejuta hanger**
Hingga slagorde laler***
Menyumpah
Mengutuki hingga dasar tanah
Dan mereka takkan lagi mampu berdusta
Takkan lagi
Takkan pernah lagi...

Catatan :
*Kotoran burung laut yg sudah kering yg menumpuk di pulau-pulau kecil atau pantai, dijadikan pupuk (terutama terdapat di pantai barat Amerika dan pulau-pulau di Lautan Pasifik).
**Gantungan baju
***Bahasa Jawa : Lalat

Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Balada Modem Smart(un)fren

Proses Talak 2 1/2(ノಠ益ಠ)ノ KALI ini, secara tegas, secara nyata, dan dengan kesadaran diri yang penuh saya harus mengatakan hal ini : Jangan terbujuk iklan dan jangan terpaku harga! Banyak produk-produk berharga murah bertebaran di sekitar kita. Sepatu, baju, tas, perkakas. Belum lagi ponsel, laptop. Terakhir, Modem . Wow! Di -bold , kek. Hehehe... Yup. Kali ini saya akan mengangkat sebuah realita yang cukup serius. Sebuah contoh nyata (indikasi) kejahatan korporasi yang (sepertinya) tengah terjadi dan saya alami. What is it? Sejarah dengan kesaksiannya yang ada mencatat (cieeeee..... Hehehe...), usaha cek pulsa yang saya lakukan berkali-kali pada 19 Juni 2012 sejak pukul 20.57:42 baru membuahkan hasil pada pukul 22.16:24 dengan sebuah SMS balasan dari 999 yang berisi : "Pulsa Anda Rp. 15,000 berlaku s/d 06/06/2013. Dgr lagu top, hub 357. Rp6rb/30hr." Alhamdulillah. Masih ada. Kirain udah habis atau apa gitu soalnya Modem Smartfren yang katanya anti lelet kok malah ...

Thalia

Musnah Damba Bagai impian Hadirmu menyorot pandang kekaguman Tak ada kemilau cahaya selain kau Tak ada kesejukan selain nafas keabadianmu Tak ada kedamaian tutur berdayu di aliran waktu. Kecuali kau Thalia Kau menjadi damba seluruh desa Bunga dan gulma Bersuka cita menyongsong setiap langkah Kau tebar wangi aroma senja Dan gemilang rona sinaran surya Sayang Lamunan kota membawaku beranjak ke sana Dengan mimpi selebar ufuk Jalanan penuh kutuk Kau titi tanpa merutuk Walau kini                        Kau kusam hilang bentuk Tak ada yang tahu Suaramu dimana tersisa Tak ada yang tahu Wajahmu dimana berada Di sebuah lorong kelam Sosok gadis sisa-sisa Menunggu entah di balik sepi Ku pandang dari kejauhan Ku nikmati dari titik sudut Mungkinkah engkau di sana? Sumber Gambar: Baltyra.com

Duka dan Luka

Siapa sangka :                         di balik surya tak ada mega? Siapa duga :                        malam purnama kan selamanya? Yang mampu kita cerna :                        kisah hari ini takkan sama esok hari                        Bersiaplah untuk tawa                        Siagalah 'tuk air mata Karna takkan ada yang sanggup menerka.                                                      ...