![]() |
| Tanda Perang |
Lalu jarak perlahan dibentangkan
Ketika damba menjadi tuhan
Dan satu-satunya hasrat hanya tujuan
Ketika telinga enggan mendengarkan
Dan persengketaan ditentukan senapan
Maka,
Bersiaplah!
Peluru siapa entah kan menembus kepala siapa
Bersiap-siaplah...!
*Terinspirasi dari buku "Inga... Inga... Permesta Pe Perjuangan" karya Benny Tengker
Sumber Gambar : Enterprise Out-of-Crisis Strategy and Performance Optimization - Bagaimana Memperlakukan Senjata (Pistol)?

Komentar
Posting Komentar
Pesan Manis Sahabat Adalah Ilham Magis Bagi Saya: