Sepasang Remaja dan Besikal Tua

Mereka tertawa menembusi kegarangan dunia
Menyusuri lorong-lorong tanda tanya; melewati keheningan tanpa kata
Padang-padang perhentian sinis menyapa
Dan. Itulah mereka
Masih bermanja di atas besikal tua

Besikal Tua Jejak Manyar
Hidup Sederhana
Roda-roda menapaki alam semesta
Tak duli cabaran kemarau menggila; pun pula gemparan penghujan mendera
Sekotak tulus menghembus
Jadi angin segar di tengah busuk buruknya suara dengus
Danau-danau persinggahan mengusir nyinyir
Dan. Itulah mereka
Masih bermesra di atas besikal tua

Pahatan janji terlukis di bintang-bintang
Ukiran sumpah tersurat di gelombang samudera
Apalah guna bisik-bisik jikalau hati tak lagi terusik?
Apalah guna sejuta pekik :
     Bukankah asmara tak punah karena selusin dengki meringkik?
Lembah-lembah harapan tersenyum ramah
Dan. Itulah mereka
Tetap merenda di atas besikal tua

Ya. Itulah dia
Sepasang remaja dan besikal tua mereka

Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi


*Terinspirasi Lagu Hidup Sederhana (Basikal Tua) dipopulerkan oleh Sudirman.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengisi Detik-Detik Perginya Ramadhan - Jum'at Terakhir Ramadhan 1434 H

OST My Way : Andrea Bocelli - To Find My Way

Renggang : Tentang Sebuah Hubungan