Kamis, Mei 03, 2012

Renggang : Tentang Sebuah Hubungan

SETIAP pasangan, entah pertemanan biasa, pacaran, bahkan dalam hubungan antara suami dan istri, pastilah ada saat dimana pasang surut itu terjadi. Tidak mungkin hidup manusia penuh dengan tawa, dan tak mungkin pula kehidupan ini penuh dengan derita. Ada saat kita tertawa. Ada pula saat kita menangis. It's so naturally. Everyone feel it, absolutely.

Kepingan Cinta = Bencana!
Jika kamu mengalami hal semacam itu, saat ini dan bersama pasanganmu, tenangkanlah hatimu! That's the important thing that you must gonna do right now. Tidak mungkin seseorang sanggup melihat titik harapan ketika hatinya sibuk dengan pikiran ini dan itu, dengan masalah sana dan sini. Kosongkan! Tarik nafas... hembuskan! Tarik nafas... hembuskan! Lakukan sebanyak mungkin dan sesering mungkin. Buang emosi, lempar kemarahan bersama-sama dengan hembusan nafas kalian. Perlahan. Perlahan... Perlahan...

Ringankan beban...

Lepaskan beban...

Lupakan beban...

Jangan biarkan saat-saat kritis bersama pasangan menjadikan jalan bagi kehancuran hubungan kalian. Ini hanya "permainan." Kenapa harus di"mati"kan? Jalanilah! Jalani dengan penuh keyakinan. Jangan biarkan nila setitik menjadi kehancuran susu sebelanga. Jangan biarkan ego sesaat menghapus sejuta kenangan manis antara kalian dan pasangan kalian. Terlalu mahal, sungguh! Terlalu mahal mengorbankan kebahagiaan yang kalian susun "hanya" karena masalah seperseribu ujung kuku. Penyesalan selalu datang di belakang dan ia takkan sanggup memberikan apapun kecuali tangisan. So, sebelum terlambat, Renungkan semuanya secara matang! Break is not a way to be break. Masalah harus diatasi dengan bicara dan mengenyahkan masalah itu dengan kesalingmengertian dan kesalingpahaman. Pisah, putus, cerai. I think it's the worst words in the universe. Jangan pernah berpikir untuk memutuskan hubungan jika ada masalah. Serumit apapun itu. Jika bisa diselesaikan dengan baik, mengapa harus diselesaikan dengan 'baik'?

So, before I let you think alone about it, saya hanya mau menegaskan : Tuhan tidak pernah salah menakdirkan sesuatu. Dia sudah punya rencana yang indah. Kegagalan dan kehancuran itu milik kita karena Tuhan tak pernah menyukai kehancuran, kecuali kita yang memintanya pada Tuhan. Lantas, masih perlukah kita mengatakan 'break', 'pisah', 'putus', atau 'cerai' pada pasangan kita?


Catatan :
Didedikasikan buat semua orang di dunia yang sedang bermasalah dengan hubungan mereka. Positive thinking first and the world will change be positive than.

Sumber Gambar : Aurora - Dipecahkan untuk Dipugar Dengan Lebih Baik...


Anda Sedang Membaca: Renggang : Tentang Sebuah Hubungan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komen apa aja: Monggoooo.
Yang penting harus SOPAN dan Say No to SPAM

Salam Manyar... ヾ(●⌒∇⌒●)ノ

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...