Minggu, November 27, 2011

Puisi Malam Pertama

Tanpa cahaya. Tanpa lentera. Sunyi merangkak, menanjak.
Sepasang manusia berpeluk berdua. Menghitung jarum waktu, menunggu reda gejolak di dada.
Mata mereka bertatapan. Wajah mereka berhadapan.
Hening di luar, sunyi di dalam.
Kemelut malam menjadi suram.
Jernih bernyanyi tanpa nada.
Ketika rembulan bertahta di kulminasi, dan angin menjadi bisu tak lagi berlari,
Sang Pangeran berkata pada Sang Putri:
"Izinkan aku memilikimu, Kasih..."
Lalu. Setetes air mata menganak sungai menjadi gairah.
Tunailah satu darma anak manusia...



Anda Sedang Membaca: Puisi Malam Pertama

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komen apa aja: Monggoooo.
Yang penting harus SOPAN dan Say No to SPAM

Salam Manyar... ヾ(●⌒∇⌒●)ノ

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...