Sabtu, Juni 23, 2012

Ya Rasulullah

(Catatan seorang umat di geliat zaman yang pekat)

Ya Rasulullah,
Telah kami dengar gemetar do'amu
Memelas, meminta duli Sang Robbi
'Tuk cintai kami
Lebihi dari kecintaanNya padamu

Yang Terindu
Ya Rasulullah...
Telah kami lihat
Guratan sejarah yang tumpat*
Akan sorak gempita tekadmu yang cuat
'Tuk menuntun kami
Menuju dermaga senja firdausy jannah

Ya Rasulullah...
Telah kami raba
Telah kami rasa
     seribu luka yang membebat dan menjerat
     selaksa letih yang iba dan berbusa
     sejuta air mata
     yang tumpah karena cinta
Kau berikan semua dengan percuma
Kau berikan segala tanpa damba
Kau berikan seluruh tiada keluh
Terbingkis kudus dan utuh
Hanya 'tuk kami yang satu

Zaman beralih. Musim menepi...

Ya Rasulullah,
Sudahkah kami lakukan sama untukmu?

Ya Rasulullah,
Sudahkah kami agungkan namamu, seperti kau dambakan kami dalam do'a-do'amu?

Ya Rasulullah,
Sudahkah kami renungi jejakmu
   dan resapi tetes peluh pengorbananmu?

Kami hilang dalam api, ya Nabi...
Kami sesat dalam imaji

Kami terkurung dalam realita dan bingung, ya Rasul
Tersuruk dalam masygul

Ketika kami sepi
     tersudut sendiri di tepi hari
Mengapa seperih ini?

Ya Rasulullah,
Pantaskah kau agungkan kami
   sedangkan kami nyaris tak mengenalimu sama sekali?

Zaman berganti. Musim menjadi...

Kami. Dan seratus milyar anak cucu kami
Terpinggir dalam keasingan hati
Pencakar langit tak mampu menandingi ketinggian pencil kami
Jagad raya tak cukup luas menampung keresahan kami
Ya Rasulullah,
Dimanakah lorong kami kembali?


*Kosa Kata Manyar : Tumpat, berarti penuh padat

Sumber Gambar : Engkoh - Biografi Nabi Muhammad


Anda Sedang Membaca: Ya Rasulullah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komen apa aja: Monggoooo.
Yang penting harus SOPAN dan Say No to SPAM

Salam Manyar... ヾ(●⌒∇⌒●)ノ

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...