Senin, November 28, 2011

Jalanan Pun Bersaksi

Bahwa. Keringat itu basah
Dan baunya menjadi wabah
Namun. Ketika itu tubuhmu yang demikian
Kenapa menjadi gairah?

Jalanan pun bersaksi
Bahwa. Pengabdian itu luka
Terjerat sangka dan durjana
Namun. Ketika itu kau yang terjun ke dalamnya
Kenapa ulasan senyum yang ku temukan?

Jalanan pun bersaksi
Bahwa. Roda tak selamanya berputar
Ada kalanya ia bertahan di atas; sering pula terpahat di bawah
Namun. Kenapa kau justru tertawa: saat kau terjerebab di sana?

Dan. Jalanan pun bersaksi
Putaran laju becak membawamu pergi
Mengisi malam yang sunyi. Menebar impian
Menilasi jejak rezeki 'tuk anak terkasih
Wahai. Begitu juang dirimu, Kawan!

Terinspirasi dari Sugeng, guru honorer yang mengisi waktu luang sebagai penarik becak

Sumber Foto: JPNN.Com
Berita Terkait: Gaji Guru Tak Cukup, Sugeng Merangkap Jadi Tukang Becak



Anda Sedang Membaca: Jalanan Pun Bersaksi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komen apa aja: Monggoooo.
Yang penting harus SOPAN dan Say No to SPAM

Salam Manyar... ヾ(●⌒∇⌒●)ノ

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...