Langsung ke konten utama

Ada Api di Saku Kemejaku

Ada api di saku kemejaku
yang menyala dari puntung rinduku
Jemariku tak berdaya memadamkannya
Pun dengan segelas air telaga
yang lahir dari bekas air mata
Api di saku kemejaku makin gelora
Panasnya menyambar jambangku
lalu lidahku
lalu hidungku
lalu kupingku
lalu sekujur jiwaku
Ada api di jasadku
yang menggila dari batang kangenku
yang menggula luka renjanaku

Komentar