Senin, April 30, 2012

Bumi Padang Darah

Dendam Kelam
Suara murka. Suara durja
Melesak menembus angkasa raya
Wajah-wajah iba terantuk buntu
Harapan hitam abu-abu
Mencoba meraba meski tak bisa
Tapi. Daripada diam menunggu mati?

Alun radio kematian. Membisik membangkitkan
Arak-arak pasukan. Awan hitam permusuhan
Menggerus bagai tsunami tanpa mimpi
       Menerjang terjang. Tanpa tenggang
Tiba-tiba kemudian tubuh-tubuh bergelimpang
Dan. Mereka. Orang-orang tanpa sinar
Berlarian dari kejar
Bersembunyi mencari pendar
Meski : ribuan kali lagi mereka dilempar
Meski : jutaan kali ludah menampar
Meski...

                Siapa peduli?
                     Siapa mengerti?
                          Siapa kan pahami?

Tak ada kaki yang sudi melangkah
Amat sayang emas di genggaman
Amat sayang suara di tenggorokan
Kenapa harus dibuang?
Bukankah yang di sana-
        yang tersuruk menunggu punah
-bukan saudara kita?
Hening menjala...

Bumi memadang berdarah
Simbahan air mata
Memuncak menjadi palagan derita
Sejarah takkan pernah melupakannya
Semesta tak lepas trauma
Aroma jeritan wanita,
Tilas gentarnya bocah,
Dan kepala lelaki yang gelintir jatuh ke kali
        Siapa yang sanggup menghapusnya?

Sekian windu. Sekian waktu tertempuh
Masih bisa kurasakan pilu
Masih sanggup ku simak kebinatangan di situ
Tuhanku,
             Maafkan kami yang maha dungu...
             Semoga Engkau tak menyesal ciptakan spesies macam diriku...

Terinspirasi dari film Hotel Rwanda (2004) dan Sometimes in April (2005)

Sumber Gambar : Sitinusriyah's Blog - Bab 3 : Materi PKn Kelas X SMA (HAM)


Anda Sedang Membaca: Bumi Padang Darah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komen apa aja: Monggoooo.
Yang penting harus SOPAN dan Say No to SPAM

Salam Manyar... ヾ(●⌒∇⌒●)ノ

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...