Kamis, Maret 08, 2012

Tangisan Pagi

Ku dengar pagi menangis. Menjelma menjadi gerimis. Lalu. Udara turun memistis. Dan. Bumi terjebak di antara selusin keruh yang berlapis.

Pagi masih saja menangis. Menggenangi jalanan asa. Menenggelamkan setapak penuh cita-cita. Aku lantas bertanya: Mengapa? Dengan duka ia berkata:

                                                  "Kau nyenyak dalam mimpi. Sementara aku makin terkebiri"

Lalu ku dengar suara gergaji
Mengerjai rerumputan yang kering sepi. Pagi makin menjadi...


Anda Sedang Membaca: Tangisan Pagi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komen apa aja: Monggoooo.
Yang penting harus SOPAN dan Say No to SPAM

Salam Manyar... ヾ(●⌒∇⌒●)ノ

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...