Langsung ke konten utama

Sesunyi Pagi

Kau menjerit
Kau melolong ke tepi langit
Hempaskan lara hati
Lemparkan bara sepi
Jejak tertuang
Angan melayang

Janji Palsu Sang Manyar
Victim of Promises
Air mata
Dimanakah ia?
Basah terlanjur menggenang di teras rumah
Ketika koran-koran menebarkan aroma kebusukan
Kau menjerit
Kau melolong merasa sakit
Kobarkan derita
Kibarkan nestapa

Orang-orang tuli
Orang-orang dengki
Bersajakan tak pernah henti
Sementara
Hatimu semakin sunyi
Sesunyi pagi yang biasa kau lewati
Dengan slogan dan arus janji
Fatamorgana...

Sumber Gambar : Janji Deh!! Lupa... Cape' deh!!

Komentar

  1. Haii.. Saya masukin blog kamu disini, semoga berminat ikutan ya.. http://silvianapple.blogspot.com/2013/01/1-liebster-award.html makasih .. semangat menulis ya :D :-bd

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih banyak nih award nya. Tapi maap belum bisa ngelanjutin. Nggak ada waktu. Maaaaap :'(

      Hapus

Posting Komentar

Pesan Manis Sahabat Adalah Ilham Magis Bagi Saya:

Postingan populer dari blog ini

Balada Modem Smart(un)fren

Proses Talak 2 1/2(ノಠ益ಠ)ノ KALI ini, secara tegas, secara nyata, dan dengan kesadaran diri yang penuh saya harus mengatakan hal ini : Jangan terbujuk iklan dan jangan terpaku harga! Banyak produk-produk berharga murah bertebaran di sekitar kita. Sepatu, baju, tas, perkakas. Belum lagi ponsel, laptop. Terakhir, Modem . Wow! Di -bold , kek. Hehehe... Yup. Kali ini saya akan mengangkat sebuah realita yang cukup serius. Sebuah contoh nyata (indikasi) kejahatan korporasi yang (sepertinya) tengah terjadi dan saya alami. What is it? Sejarah dengan kesaksiannya yang ada mencatat (cieeeee..... Hehehe...), usaha cek pulsa yang saya lakukan berkali-kali pada 19 Juni 2012 sejak pukul 20.57:42 baru membuahkan hasil pada pukul 22.16:24 dengan sebuah SMS balasan dari 999 yang berisi : "Pulsa Anda Rp. 15,000 berlaku s/d 06/06/2013. Dgr lagu top, hub 357. Rp6rb/30hr." Alhamdulillah. Masih ada. Kirain udah habis atau apa gitu soalnya Modem Smartfren yang katanya anti lelet kok malah ...

Thalia

Musnah Damba Bagai impian Hadirmu menyorot pandang kekaguman Tak ada kemilau cahaya selain kau Tak ada kesejukan selain nafas keabadianmu Tak ada kedamaian tutur berdayu di aliran waktu. Kecuali kau Thalia Kau menjadi damba seluruh desa Bunga dan gulma Bersuka cita menyongsong setiap langkah Kau tebar wangi aroma senja Dan gemilang rona sinaran surya Sayang Lamunan kota membawaku beranjak ke sana Dengan mimpi selebar ufuk Jalanan penuh kutuk Kau titi tanpa merutuk Walau kini                        Kau kusam hilang bentuk Tak ada yang tahu Suaramu dimana tersisa Tak ada yang tahu Wajahmu dimana berada Di sebuah lorong kelam Sosok gadis sisa-sisa Menunggu entah di balik sepi Ku pandang dari kejauhan Ku nikmati dari titik sudut Mungkinkah engkau di sana? Sumber Gambar: Baltyra.com

Duka dan Luka

Siapa sangka :                         di balik surya tak ada mega? Siapa duga :                        malam purnama kan selamanya? Yang mampu kita cerna :                        kisah hari ini takkan sama esok hari                        Bersiaplah untuk tawa                        Siagalah 'tuk air mata Karna takkan ada yang sanggup menerka.                                                      ...