Langsung ke konten utama

Postingan

Mention : Saya Rehat Sejenak

BERKAITAN saya masih dalam program pemberdayaan masyarakat (PPM) yang sampai hari ini masih harus saya jalani sampai tanggal 6 Februari 2013 nanti, pada artikel ini saya mengumumkan bahwa sampai beberapa waktu ke depan perbaruan artikel di situs Jejak-Jejak Manyar AKAN DIHENTIKAN UNTUK SEMENTARA WAKTU . Bagi Sahabat Manyar diharapkan tidak kecewa dengan keputusan ini demi tercapainya kualitas konten yang lebih baik lagi. Selama masa vakum, saya akan menyiapkan beberapa artikel yang akan di- publish nantinya. Artikel-artikel tersebut berkaitan dengan pengalaman sepanjang masa PPM dan berbagai peristiwa unik dan langka yang saya alami dan/atau temukan sepanjang masa rehat. Sebagai gambaran, ada beberapa topik yang akan saya angkat dalam artikel, di antaranya : Profil Dusun Ngepeh, Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Hujan Es Batu di Wilayah Dusun Ngepeh, dan Kegiatan PPM FH-UB 2013. Demikian pengumuman ini disampaikan sebagai pemberitahuan bagi Sahabat Ma...

Sesunyi Pagi

Kau menjerit Kau melolong ke tepi langit Hempaskan lara hati Lemparkan bara sepi Jejak tertuang Angan melayang Victim of Promises Air mata Dimanakah ia? Basah terlanjur menggenang di teras rumah Ketika koran-koran menebarkan aroma kebusukan Kau menjerit Kau melolong merasa sakit Kobarkan derita Kibarkan nestapa Orang-orang tuli Orang-orang dengki Bersajakan tak pernah henti Sementara Hatimu semakin sunyi Sesunyi pagi yang biasa kau lewati Dengan slogan dan arus janji Fatamorgana... Sumber Gambar : Janji Deh!! Lupa... Cape' deh!!

Sisa Malam di Tangkuban Perahu

Aku masih menunggumu Dalam gelap gentar yang pilu Dalam sendu rawan yang jemu Aku masih menunggumu... *** Langit Ya. Atap bumi yang begitu sengit Matanya gelap Tanpa purnama menerang lengkap Aku berpacu dengan waktu Menyisakan selusin tasbihku Mengindahkan sejuta hasrat ku Aku berpacu dengan waktu Tak tahukan kau hal itu? Dalam kegamangan bisu Aku memanggilimu Sayang. Suaraku terbentur ikrar yang jalang Dalam kehendak melaju Aku mengharapkanmu Sayang. Kukuhmu sayati hatiku Dan Pintu pagi menyalakan jingga Gurat tanganku pupus dan jengah Terkulai dan lelah Tersaruk dan pasrah Marah. Ku lemparkan pada angkasa Prasasti tergubah *** Aku masih menunggumu Dalam gelap gentar yang pilu Dalam sendu rawan yang jemu Aku masih menunggumu Sayang. Kau tak begitu...

:

Urai Dan...    : Terhempas. Tertindas Lindas Dan...    : Terkubur. Terbentur Jatuh di pelukan kufur Dan...    : Teriak tak bersuara. Marah tak bermuka Sembab menyisa di raga Dan...    : Bisik remah-remah Harap susah payah Aku tersentak di kubang resah Tanpa daya, Tanpa duli sedetik jua Tanpa... Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi

Langit Singosari

Kelabu Hitam menari Sunyi Langit semakin sunyi Jalanan bising jalang Suara klakson dan mesin Tak duli mendung mengancam tanpa takwin[1] :      Turun menjamah hati yang gersang Mendung semakin hitam Singosari dilanda cekam Suara gemuruh Pertanda hujan berderu 'kan meluruh Suara klakson dan mesin Masih tak peduli cuaca bertapin[2] Di tepian jalan aku terdiam Menunggu Kapan gerimis mengguyurku Dan memadamkan laraku... P.S. : [1]Takwin, berarti uraian penjelasan. [2]Tapin, berarti taruhan Sumber Gambar : @nurikidy! simply 1-2-3 dengan modifikasi Sang Manyar

No Reason to Keep Your Season (˘-˘)ง

It must! KITA seringkali takut pada perubahan. Kita takut untuk memulai suatu hal yang baru atau "sekedar" mengubah keadaan lama dengan hal yang baru. Ada banyak alasan. Takut gagal, tak punya kepercayaan diri, tak punya nyali. Gengsi. Tapi, ada satu alasan yang menurut rasio saya paling parah : merasa nyaman dengan keadaan yang ada . Kenyamanan, dalam hal apapun, merupakan situasi yang melenakan. Bagaikan surga rasanya. Namun, apakah kita tidak pernah berpikir bahwa ada surga yang "jauh lebih nikmat" daripada surga yang kita punya? Seperti musim. Petani padi paling senang jika datang musim hujan karena dengan begitu usaha mereka berjalan dengan lancar. Selain faktor ketersediaan air, tentu saja bekerja di musim hujan "lebih melegakan" daripada di musim kemarau dengan terik cuacanya di saat mencangkul. Tapi, tentu saja berbeda dengan petani tembakau. Jika bisa, mereka lebih memilih kemarau sepanjang tahun agar bisa membudidayakan tanaman komersi...