Rabu, Oktober 30, 2013

Menuju Perhentian Akhir

Kau dan aku sama. Berjalan. Mencoba menyusuri pengembaraan. Sejuta tangan mengajak serta. Dan sejuta tangan pula menggiring ke neraka. Seribu mata memandang perangah. Haruskah berpayah-payah?

Kau dan aku sama. Mendebat arah. Berpusing ria di tempat semula. Selaksa suara berbisik menggoda. Dan seribu jua kibuli kita dalam dusta. Sebaris telinga menyimak tak percaya. Haruskah sedemikian susah?

Menuju Akhir Jejak Manyar
Perjalanan Panjang
Kita lewati satu demi satu : stasiun dan peron-peron persinggahan. Kita tatap wajah-wajah puas dan cemas. Juga sederet mimik bias. Seakan-akan di sanalah ujungnya. Seakan-akan di situlah muaranya. Dan kereta kembali berjalan. Meninggalkan pengkhayal di tepian. Menyeret pecundang di lintasan. Menampung pejuang di bangku-bangku rotan gerbong harapan.

Dan pastinya : kau dan aku sama. Kita meraba dengan segenap peluh yang ada. Kita merasa lewat selusin penat yang melanda. Kita sama-sama menuju sana : perhentian akhir yang jingga. Sembari kita menunggu surya jatuh ke pangkuan; Kita bertengok pada kenangan. Pada tanah yang kita basahi. Pada sawah yang dulu kita tanami. Pada gulma yang kita siangi. Pada segala apa yang kita lewati. Pangkal telah jauh dari jengkal. Senja kan kekal. Ah. Berapa lama lagi bertemu Dia?

Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi


Anda Sedang Membaca: Menuju Perhentian Akhir

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komen apa aja: Monggoooo.
Yang penting harus SOPAN dan Say No to SPAM

Salam Manyar... ヾ(●⌒∇⌒●)ノ

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...