Rabu, Juni 26, 2013

Hujan Semalam

(Tentang Biduk Keluarga yang Merekah)

Rapuh
Bahtera nyaris karam
Dingin mencekam
Badai melesak menyongsong gemuruh
Di kepekatan hujan semalam

Tangis. Dimana tangis?
Jerit? Kemana dia?
Hanya lolongan anjing malam kalut di antara kemasaian petang
Kemana tangan-tangan panjang
   yang biasa terulur memberikan tempat berpegang?
Hanya tinggal sosok-sosok kosong
Di antara titian bohong
Di kecaman waktu melorong
Menunggu pagi
Sediakah kembali seperti semusim tadi?


Anda Sedang Membaca: Hujan Semalam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komen apa aja: Monggoooo.
Yang penting harus SOPAN dan Say No to SPAM

Salam Manyar... ヾ(●⌒∇⌒●)ノ

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...