Jumat, Mei 31, 2013

Waktumu, Waktuku

Jurang Waktu Jejak Manyar
It's About Lost of Time
Waktumu, waktuku
Merangkak kian jauh
Melintasi jurang jarak dan tempuh
Memintasi keraguan dan jemu

Waktumu, waktuku
Tiada bentuk yang satu
Sesekali kau diam, sepuluh kali ku melaju
Sesekali aku terhenti, seribu langkah mau mendahului
Simpang menjadi mimpi

Waktumu, waktuku
Terpajang di angan sunyi
Kita coba memadu
Dan realitas tak semudah sentuh
Kita coba henti mengeluh
Sampai kapan harus begitu?

Waktumu, waktuku
Terpisah di arus putaran dunia
Kita biarkan; kita relakan
Bagaimana waktumu,
   waktuku
Menentukan titik temu
Antara waktumu... dan waktuku

Atau
   di sisi batas nanti kita putuskan : bertahan atau tinggalkan...

Sumber Gambar : Reactor Seven
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

The Blessing Day Called... Jum'at

It's Beautiful Friday (Jum'at yang Indah) Jejak Manyar
Inilah Hari Terbaik Kita
SELAMAT untuk Sahabat Manyar yang beragama Islam! (•ˆ⌣ˆ​​​​•) It's your beautiful day, isn't it? Di hari istimewa ini, mari kita share kerahmatan dan keberkahan Jum'at kepada orang-orang di sekitar kita dengan sebanyak dan setulus mungkin melakukan kebajikan. In every where, in everytime, in every kind of your act.

Terkadang, harus diakui bahwa Jum'at adalah hari yang menggalaukan. Lho? Kok bisa? Ya bisalah. Pertama, di hari Jum'at pikiran manusia, terutama mahasiswa, pecah kontras jadi dua : satu papan tulis kuliah, satu baju liris-liris punya pacar kedua #Selingkuh Mode On ƪ(ړײ)‎ƪ# Kedua, buat yang mau mudik ke kampung halaman, Jum'at adalah hari paling menggemaskan. Bagaimana tidak? Saat jam jongkok di angka tiga, eh malah ada kuliah sampai jam 4. Moga-moga saja kereta masih mau nungguin di stasiun. Ketiga, buat kaum muslim, Jum'at adalah hari yang dilematis. Jujur nih : pilih Jum'atan apa ketiduran di kosan? Sama-sama punya sisi positif dan negatif kan? Atau ambil jalan tengah : ke masjid untuk Jum'atan sekaligus ketiduran saat khotbah?

Tuhan menciptakan hari Jum'at dengan keberkahan yang melimpah. Mulai soal Nabi Adam A.S. yang diciptakan di hari ini sampai nubuat yang menceritakan kiamat akan terjadi di hari ini pula, suatu hari ini. Untuk kaum muslim, Jum'at benar-benar hari yang berkah. Dijanjikan oleh Tuhan, Allah SWT., kurang lebihnya bahwa barangsiapa yang pergi ke masjid dengan sebelumnya mandi dan berwudhu, menggunakan wangi-wangian, lalu berjalan ke masjid, shalat sunnah, dan mendengarkan khotbah dengan tenang, lalu shalat Jum'at dan diakhiri dengan shalat sunnah tanpa bergeming dari tempatnya maka dosa-dosanya akan dihapus sampai Jum'at yang akan datang ditambah tiga hari. Gila, bukan? Ya. Begitulah rahmat Allah SWT., Tuhan Semesta Alam. Paling royal urusan kasih sayang pada umat manusia. Sayangnya, umat manusia saja yang melewatkan peluang ini. Amat disayangkan. (ˇ_ˇ’!l)

Lepas dari apapun agama kalian, nikmatilah hari Jum'at yang indah ini dengan penuh dedikasi. Ini hari terakhir di pekan ini untuk menunjukkan prestasi terbaik kalian. Sabtu dan Minggu adalah waktu Sahabat Manyar bersama orang-orang yang Sahabat Manyar cintai. Dua hari setelah ini adalah waktu Sahabat Manyar mengenali lebih jauh mimpi dan ambisi yang Sahabat Manyar punya dan barangkali lupakan saat ini. Jika itu baik, mengapa tak diwujudkan pekan yang akan datang? (~˘▽˘)~

So, tanpa banyak bicara lagi, berhubung saya akan mudik ke kampung halaman #Minta do'anya semoga selamat sampai tujuan, ya Sahabat Manyar sekalian...  (˘ʃƪ˘)#, saya tutup posting ini dengan do'a : Semoga Allah SWT. memberikan Jum'at yang bermanfaat dan memberkati kehidupan kita di dunia dan akhirat. Aamiin... └(˘.˘└)

☆G̅ŌĐ★ΒĹЄŞ̅Ş̅★ΎŌŪ☆


Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Kamis, Mei 30, 2013

Pekik Harap

Pekik Harap Jejak Manyar
We Always Win
Seroja usai dari mekar
Senja menembangkan semangat fajar
Saatnya cemara tua menutup mata
Saatnya anginnya rindu bekerja :
   menyairkan ritmis nyanyian malam

Aku tertegun di pintu purnama
Langit petang meremang tak gulana
Setitik iman menjelma sinar
Setitik suara menggugah gegar :
   memekik harap esok yang degam. Jaya berdentam

Sumber Gambar : Beautiful Dawn
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Kodrat

(Tentang Manusia)

Kodrat Manusia Jejak Manyar
Realitas Manusia
Kau tak bisa mengubahnya
Kau tak suka; kau suka
Kau memuja; kau hujat ia
Tetap tak tergubah

Potret diri kuat melekat
Menempel bagai tompel
Bak pahat; bak jejak gelombang di karang pucat
Ia gambaran cipta dalam kelebih-kurangan yang nyata

Dan kau :
Kau cukup berdo'a
Tatkala kau muaki salah satunya
Dan kau kutuki ia setiap senja
Dan kau :
Tengadahlah!
Pintalah!
Agar Ia menjauhkan dosa
Dari celah kodratmu yang ada

Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Kamis yang Dinamis

TIDAK terasa hari Senin yang penat berlalu. Dan tidak terasa juga kita jumpa di hari Kamis. Ya. Semakin dekat bukan dengan weekend yang kita tunggu? ƪ(˘ڡ˘)ʃ

Kamis yang Dinamis Jejak Manyar
Hari Ini Kemenangan Kita
Kamis, dua hari terakhir sebelum weekend. Buat sebagian orang, hari Kamis bisa berpengaruh positif, namun bisa juga berdampak negatif? Kenapa? Karena terlalu memimpikan weekend. Sebagian yang lain menjadi begitu semangat menyelesaikan tugas yang menumpuk agar saat weekend tidak ada lagi beban yang ditanggung dan bisa mengerjakan hal-hal menyenangkan bersama orang-orang yang kita sayangi. Buat sebagian yang lain, tidak begitu. Mereka terlena dan membiarkan begitu saja kewajibannya karena terlalu bersemangat merancang agenda mereka ketika weekend tiba. Akibatnya, tak jarang mereka harus mengorbankan weekend mereka untuk lembur dan sebagainya yang berkaitan dengan pekerjaan. That's a consequence.

Hari-hari terakhir adalah waktu yang disediakan Tuhan untuk membuktikan kemampuan terakhir kita. Pernahkah Sahabat Manyar melihat seorang pelari, perlombaan sprint misalnya, melambatkan diri dengan sengaja dan membiarkan pelari lain mendahuluinya memasuki finish? Jika ya, kemungkinannya tiga :
  1. Dia sedang bermasalah dengan otot-ototnya ==>> Cek link : INI >> [Derek Redmond] (╥_╥)
  2. Dia terlalu baik hati dan membiarkan orang lain meraih kesuksesannya dahulu ==>> Cek link : INI >> [Ivan Fernandez Anaya] (╥_╥)
  3. Dia sedang ingin buang air kencing sehingga memilih ke toilet terlebih dahulu ==>> Contohnya ya yang sedang baca artikel INI (‾▽‾)♉

A chance never come in twice. Kurang lebih begitu. Kesempatan yang datang kemudian bukan kesempatan yang lalu. Dia adalah dua hal yang berbeda. Masalahnya, apa bisa kita memastikan kesempatan kedua itu akan datang? Seringkah kita menemukan dua bus patas dengan tujuan yang sama datang dan berangkat dalam sekali tempo? Jangan terlalu muluk, bagaimana jika selang 1 menit? Bisa jadi tapi tak setiap hari. Jika tak percaya, tunggulah barang beberapa menit bus patas jurusan Surabaya atau Malang di Terminal Bayuangga, Probolinggo. Bisakah Sahabat Manyar hitung jarak waktu keduanya? Analogis. Begitu pula dengan kesempatan.

Kamis, dan hari sebelum dan setelahnya, disediakan Tuhan untuk memberikan kita kesempatan menunjukkan diri kita. Kegagalan di hari Senin insya Allah Tuhan berikan kesempatan perbaikan di hari Selasa. Saat hari Selasa buruk, hari Rabu tiba. Ketika hari Rabu pun tak begitu baik, Kamis siap menggantikannya. Pertanyaannya : apakah kita bisa menjamin hari esok kita masih hidup? Atau, lebih sederhana : adakah jaminan hari esok kita memiliki peluang itu lagi? ┐(´~`)┌

Kesalahan itu kodrat manusia. Melakukan kesalahan adalah ciri manusia. Tapi mengabaikan dan menyia-nyiakan kesempatan baik (dalam arti positif) menjauhkan diri kita sebagai manusia. Islam barangkali tidak jadi datang jika Nabi Muhammad SAW. menolak menjadi nabi pamungkas. Indonesia tidak akan merdeka secara mandiri, melainkan karena pemberian, andaikata golongan muda tak menekan Soekarno-Hatta di Rengasdengklok saat itu.

Begitu pun weekend kita pekan ini barangkali menjadi begitu menyebalkan, menyesakkan, dan menyesalkan andaikata hari-hari sebelumnya hanya kita isi dengan keburukan, kegagalan, kesia-siaan yang kita buat dan kita sengaja perbuat demikian. Ingat! Tuhan menciptakan manusia dengan kebebasan memilih : baik-buruk, benar-salah. Tuhan membiarkan manusia memilihnya. Tapi, ingat! Setiap pilihan ada akibatnya. Setiap akibat ada beban yang harus ditanggung dan dipertanggungjawabkan. Masalahnya : siapkah kita dengan tanggung jawab itu?

Saya tidak berniat menggurui. Tulisan ini lahir sebagai sarana pembelajaran dan renungan untuk saya dalam menjalani hari-hari terakhir perkuliahan saya. Apa yang saya sampaikan sedikit banyak berasal dari "kesalahan" dan "kekeliruan" saya dalam menjalani hari. So, it's our duty to share all kindness to each other, isn't it?

Sebelum artikel ini saya tutup, don't forget : "Dunia ini berbatas, dan umur kita jauh lebih terbatas." Jadi, jalani hari kita seefektif dan seefisien mungkin. Sebelum tidak ada kebaikan yang bisa kita beri dan tidak ada kesuksesan yang tak bisa kita raih, maka do it! Lakukan hal-hal positif dalam waktu kita yang tersisa. Semoga Tuhan menolong kita semua. Aamiin... └(˘.˘└)

Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi
Artikel Terkait :
  1. Kaskus Mobile - Pelari Spanyol Ini Sengaja Kalah Demi Menghormati Lawan
  2. Banjaristi - [Inspirasi] Pelari yang Mendapat Standing Ovation 65Rb Penonton

NB : Minta do'anya, Sahabat Manyar karena hari ini saya ada ujian tulis mata kuliah Hukum tentang Surat Berharga. Semoga do'a yang Sahabat Manyar tujukan pada saya selalu kembali dan memberikan kebaikan pula kepada Sahabat Manyar seluruhnya. Aamiin. Terima kasih
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Rabu, Mei 29, 2013

Today is The Day

Today is Start, Hari Ini adalah Awal Jejak Manyar
Do you agree?
JANGAN takut dengan perubahan! Yang harus kita takutkan : baik atau burukkah perubahan itu? Dan menjadikan perubahan sebagai sesuatu yang baik adalah mudah. Perbaiki diri kita lebih dahulu! Perbaiki pikiran kita, perbaiki ucapan kita. Perbaiki perbuatan kita. Perubahan apapun yang datang, seburuk apapun jika kita, manusia yang menggunakan perubahan itu, dalam keadaan yang baik, bukan sesuatu yang sulit menjadikannya ladang kebaikan.

Kalian tahu Facebook? Sudah tahu berita-berita buruk berkaitan dengan Facebook? Penculikan, penipuan. Selingkuh. Curhat, makian, keluhan, kesombongan, kenorakan, kesia-siaan, kebohongan. Apa lagi? Makin banyak kalian menemukan keburukannya, semakin kalian mengenalinya. Oh ya, tambahkan ungkapan-ungkapan membual dan kasar yang membosankan. Baikkah? Sekarang masalahnya, siapa yang buruk? Facebook atau penggunanya?

Bagaimanapun Facebook, dan jejaring sosial lainnya, hanya sebuah 'benda.' Just a website, social network. Just it. Ketika keburukan lahir dari sebuah benda mati bernama Facebook, siapakah yang harus disalahkan? Si Mark kah yang "berjasa" mengenalkannya pada kita? Atau Tuhan yang menjadikannya ada? Kita. Ya. Kitalah yang salah karena tidak bisa bersikap arif dengan perubahan. Kedangkalan ilmu kita, mungkin, yang menyebabkan masalah timbul sekian banyak hari ini. Kedangkalan iman kita yang, barangkali, menjadikan kita tersesat sekian lama. Kedangkalan kita yang membuat kita lupa : kita sudah tenggelam dan tidak bersedia meninggalkan kubangan. Ah, merugilah kita.

So, it's the day. Let's make today so clearly. Don't make a worry about how the day will. Just get when you get your turn and get how you will make it end at the first. Secondly, thirdly, and another just flow. Just flow! Tugas pertama kita hari ini adalah membuat start yang manis. Start yang manis mustahil didapat dengan pikiran yang buruk, takut, ciut, dan pikiran-pikiran negatif lainnya. Dan start yang manis bukan untuk orang-orang yang takut dengan perubahan. Karena perubahan adalah start untuk kebahagiaan. So, you want get a happiness, aren't you?

Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Selasa, Mei 28, 2013

Ajal

Kau tak bisa mengutukinya
Memusuhinya?
Bah! Sia-sia
Suatu hari
Kau-atau dia yang menghampiri
Menyeretmu ke tepi langit
Dengan dada menyesak menghimpit
Maka : bersiaplah!
   Waktu tak bisa diubah...
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Kata Cinta

Ia mengalir
Bagai air
Bagai angin semilir
Bagai takdir...
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Siap Jalani Hari Ini? ( ื▿ ืʃƪ)

LIFE is walk around. Bukan soal siapa yang di atas dan siapa di bawah. Miskin dan kaya. Tapi, lebih pada semangat hidup kita : bertahan di atas atau... sudah tenggelam di bawah? Hidup seperti jarum jam. Tidak pernah berhenti berputar, kecuali ketika energi yang membuatnya bergerak lenyap. Habis. Atau, menurut konsep fisika, "bertransformasi" menuju bentuk energi lainnya. Yang jadi masalah, bagaimana energi kita saat ini? Habis (dalam arti sesungguhnya) atau ia malah beralih wujud menjadi energi yang menakjubkan?

Hari kemarin adalah cermin. Hari depan adalah harapan. Hari ini? Dia adalah ladang perjuangan. Hari ini adalah seruas jalan yang harus kita lewati setelah puas melihat cermin, menemukan sebab kegagalan, belajar mengatasi kekurangan demi tercapainya harapan yang menyenangkan. Membanggakan.

Bayang-bayang hari kemarin hanya membuat kita takut berjalan. Ilusi hari depan hanya membuat kita surut ke belakang. Untuk apa meratapi yang sudah terjadi? Untuk apa gemetar pada yang belum terjadi? Yang terpenting : siapkan hari ini! Mempersiapkan itu tiga hal : resolusi, ambisi, dan aksi. Sebelum dan setelahnya adalah do'a. Kita hanya bisa merancang keberhasilan. Tuhan masih yang menentukan.

Hari Ini Selasa Jejak Manyar
Blessing Tuesday


\(‾▿‾\) \(´▽`)/ (/‾▿‾)/

Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Senin, Mei 27, 2013

Nostalgi Musim Kemarau

20 Tahun Lalu...

Ku dengar kau mendekati tubuhku
Menyapaku
Bertanya tentang alur ke desa rindu
Ku berikan telunjukku
Membimbingmu ke situ
Seketika pula menuju hatiku

15 Tahun Lalu...

Ku tangkap wajahmu
Menyambutku
Dalam kerinduan yang malu-malu
Kala itu
Ku yakin sungguh
Aku adalah kamu
Dan kamu adalah aku
Kala itu

10 Tahun Lalu...

Asamu pada esok hari
Janjikan jumpa
   di kemarau lima musim yang baru
Ku anggukkan kepala
Di akhir penghujan yang resah
Kita habiskan malam bersama
Segelas cinta, secuil gairah
Bintang-bintang menatap haru gulana

5 Tahun Lalu...

Ku terkurung di bangsal rindu
Dimana dirimu?
Bukankah kita bersumpah segera bertemu?
Di kemarau ini?
Di telaga ini?
Di senja yang ku kutuki ini?
Dimana dikau?
Dimanakah kau?

Kini...

Nostalgi Musim Kemarau Jejak Manyar
Akhir Asmara











Ku terpasung di tepian pembaringanmu
Tanah berselimut rerumputan teduh
Basah berselimut embun rindu
Wahai,
   lupakah kau nostalgi yang kita gubah?
Dalam hening ku sebuti namamu
Mengapa tak kau sahuti?
Mengapa tak kau sahuti?
Mengapa?

Dan kini
Ku terbenam dalam pekat
Hati-hari begitu guram menjilat
Panjang. Ah, begitu panjang waktuku
Bilakah ku jemput dirimu?

Kemarau...
   sanggupkah kau usiri lukaku?

Sumber Gambar : 3mroooz dengan modifikasi Jejak-Jejak Manyar
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Khianati Aku Lagi

Dan ku diam
Bukan aku terpejam
Mataku melihat semua
Meski matamu :
   tak tangkap dendamku gemuruh

Dan aku berdiri
Bukan berarti ku tak berlari
Ku tunggu detik memungkinkan
Hingga...
   kau tertawa dengan jenaka
Hingga...
   gamitan lebah jalang meraba
Hingga...
   kau dan ia terlena di gerbang dunia
Saat itu aku turun menerkam
Bagai rajawali mursal dendam
Mencampakkan kisahmu, kisahnya
   -kisah kalian-
   dalam arus sejarah yang silam

Saat itu juga
Dunia tak akan mendengar suara mu dan nya
Saat itu lah
Kau bisa
   -sekali lagi-
   mengkhianatiku lagi
Ku janji : ku takkan murka. Lagi!

Khianati Cintaku Jejak Manyar
Luka Hati Khianat Kasih
Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Happy Monday, Sahabat! (*^□^)八(^□^*)


Happy Monday Selamat Hari Senin Jejak Manyar
Selamat Hari Senin yang Bahagia!
Bagaimana? Sudah siap melanjutkan "perjuangan"? Semangat! (˘-˘)ง Ħαª☺Ħαª☺Ħαª☺◦°˚☺

Saya paham banyak dari Sahabat Manyar yang masih terkesan sekali dengan weekend kemarin. Nikmat sekali kan rasanya tidur pulas sampai siang? Bagaimana bedagangnya? Tidak ada gangguan kan? Itu kemarin. Weekend was left us, Guys. But, our life is still alive. Masa depan kita masih ada di depan kita tuh. Dan pagi ini, di hari Senin yang cerah ini, ayo bangun segera! Saya dan Sahabat Manyar semua sudah saatnya memenangkan pertempuran. Amunisi selama weekend kemarin sudah cukup dong buat pertempuran pekan ini? Nah, jadikan pekan ini medan tempur yang menyenangkan. Targetkan sebanyak mungkin keberhasilan. Saya yakin kita bisa meraih apa saja yang kita inginkan. Kuncinya hanya 4 : Yakin, Do'a, Ikhtiar, Tawakal. Percayalah, kesuksesan itu hanya untuk orang yang percaya pada Tuhan dan orang-orang yang berusaha. Selain itu, hanya "belas kasihan" Tuhan semata. (•͡˘ε˘ •͡“)

So, tunggu apa lagi! Segera bangun, mandi, dan sambutlah Senin yang bahagia ini! ♫♪♫( ´▽`)

Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Minggu, Mei 26, 2013

Hujan (Penghujung Mei)*

(Potret Sahabat Lama)

Aku dengar langkahmu
Separuh ragu di gemulai desir angin subuh
Matamu menerawang langit
Terbayang sekian jauh perjalanan yang sulit
Ku tepuk bahumu
Lemparkan senyum, seperti dulu
Dan sebisik kata mengalir dari hatiku :
   "Ku yakin kau mampu"
Kau sematkan sipu
Seakan setuju

Sahabat Kala Hujan Bulan Mei Jejak Manyar
Just For You My Friend
Pintu terminal membentang lebar
Suara dzikir masjid-masjid sumir
Cerminkan perpisahan yang semakin getir
Bayang-bayang masa kecil dahulu,
Potret remaja yang biru,
Haruskah usai di keheningan kini?

Terakhir ku pandang wajahmu
Sebelum roda-roda bus antarkota mengajakmu serta
   "Suatu hari aku akan mengunjungimu
   Dan kita akan bercerita lagi
   Tentang anak sungai yang biasa kita gunakan mandi
   Atau tentang Sri si kembang desa
   Yang selalu kita rebutkan dalam mimpi"
Aku tergelak mendengar tuturmu
Dan jemariku, jemarimu
Berjabat mengungkap rindu
Hingga sedetik lalu : waktu menyeretmu pergi menjauh
Jauh. Jauh. Jauh di balik gemuruh...
***
Dan seperti dahulu
Setiap kali penghujung Mei menghampiriku
Bersama hujan binal yang membasahi kotaku
Selalu ku pandang ke luar jendela
Bilakah kau menyinggahiku segera?

Atau

Janjimu kala itu
Sebatas kata untuk kepergianmu
Menembus dimensi yang jauh?
Jauh. Jauh. Jauh di pelukan Tuhanku?
Ah. Dambaku yang terlalu jauh
Ku harus membuka mata
Ku harus bersihkan kotoran di kepala
Sahabat,
Ku tahu kau takkan sempat mengunjungiku dalam waktu dekat
Mungkin. Barangkali. Suatu hari nanti
Aku yang akan singgah ke peraduanmu di sana
Ketika waktunya tiba
Dan perahuku rebah di dermaga senja
Ketika itu
Aku yang akan bercerita padamu :
   tentang kota kita,
   tentang negeri kita,
   tentang ayam betina yang kabarnya mengenyahkanmu dulu
Akan ku ceritakan semua itu padamu
Do'akanlah. Ya, do'akanlah selamanya :
   agar aku bisa melihat mereka teronggok di antah berantah
Seperti yang mereka lakukan padamu
Do'akanlah...
***
Dan aku dengar langkahmu
Separuh ragu di gelegar batas tunggu
Matamu menerawang udara
Yakinmu menggelora
Simpul senyummu
Ah,
Mengapa terus membayangiku?

Salam sejahtera bagimu
Salah damai bagimu
Tuhan bersamamu
Aamiin!

*Didedikasikan bagi mereka yang berjuang di Mei Kelabu (Tragedi Mei 1998) dan memperjuangkan keadilan bagi mereka yang gugur dalam kezaliman.

Sumber Gambar : Dunia Game - Contoh Puisi Untuk Sahabat (Persahabatan)
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Sabtu, Mei 25, 2013

Duhai, Senja

Duhai Senja Jejak Manyar
Sirna di Cakrawala
Ajari kami cinta
Semerah saga
   dan bias sinarmu yang jaya

Duhai, Senja
Ajari kami ikhlas
Setulus batas
   jejak langkahmu yang papas

Duhai, Senja
Ajari kami janji
Semurni tuturmu sarat
   tentang esok yang hangat

Duhai, Senja
Ajari kami
Berhikmah darimu...

Sumber Gambar : Kata Hati Idana
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Penjara Ironi (Elegi Kaum Epigon)

Langkah manusia tertatih
Merunduk dalam sepi; tertunduk dalam perih
Ambisi selawas mimpi
Angan-angan? Terbuang di lorong dengki

Akhir Epigonisme Jejak Manyar
Akhir Epigonisme

Mereka melihat dengan mata
   sayang, tak bijak menarik hikmah
Mereka dengar dengan telinga
   sayang, tak peduli realita
Mereka meraba dengan jiwa
   dan sayang : mereka tak lagi punya jiwa!

Fajar menjadi gelora
Sinar langit jadi pertanda
Mereka, manusia-manusia gila, berhamburan ke udara
Mereka raih apa saja yang ingin diraih :
   batu. api. udara. debu. bahkan jejak kaki.
Bayang-bayang iri melesak bagai janji
Selalu. Selalu saja begitu
Setiap hari
Setiap waktu
Mereka tak pernah mau mengerti
Tak akan pernah mengerti

Kini. Tengoklah!
Di padang sesal berlaksa manusia merengek binal
Mereka menangisi tangan mereka yang hampa
Mereka meratapi kaki mereka yang sia
Mereka mengutuki usia tersisa
   "Apa ku dapat?"
   "Apa ku buat?"
   "Apa ku pahat?"
   dan segudang tanya tentang sejarah hidup mereka
Sayang. Tak ada yang menjawabnya

Langkah manusia tertatih
Merunduk dalam sepi; tertunduk dalam perih
Mereka bagai zombi
Merangkak di penghujung senja hari

Dan di cakrawala
Remang siluet itu datang lagi
   "Ah, mengapa kami harus meniru mereka?"
Bertanya terakhir kali
Di balik penjara ironi
Sebelum tersapu tsunami sedetik tadi

Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Jumat, Mei 24, 2013

Sudahkah Kita Berdo'a Malam Ini?


ALLAH SWT. tidak bertambah kemuliaanNya karena kita beribadah kepadaNya. Dan Allah SWT. tidak akan bertambah kekuasaanNya "hanya" karena kita, makhluk ciptaanNya, menyembahNya. Kita beribadah kepadaNya semata-mata karena kodrat kita yang lemah sebagai makhluk dan memohon belas kasihNya untuk menjaga kehidupan dan jalan kehidupan kita.

Kita berdo'a kepada Allah SWT.-atau Tuhan dalam kepercayaan dan keyakinan Sahabat Manyar sekalian : karena kita membutuhkanNya. Kita berdo'a kepadaNya sebagai wujud terima kasih kita, syukur kita atas segala karunia yang Ia berikan pada kita hari ini.

Masih sehatkah tubuh kita hari ini?
Masih jelaskah penglihatan, pendengaran, dan indera kita lainnya hari ini?
Masih gagahkah diri kita hari ini?
Masih lancarkah lidah kita berkata-kata hari ini?
Masihkah?

Masih sempatkah kita melahap sesuap nasi hari ini?
Masih bisakah kita menghirup udara bebas hari ini?
Masih bisakah?

Masih bisakah kita berjalan kemana saja kita suka hari ini?
Masih bisakah kita bernyanyi, menari hari ini?
Masih?

Masihkah Ibu kita mendampingi diri kita hari ini?
Masihkah Ayah kita menemani diri kita hari ini?
Masihkah Adik kita menyapa diri kita hari ini?
Masihkah Kakak kita memberikan nasihatnya pada kita hari ini?
Dan masihkah orang-orang yang kita kasihi :
  teman, sahabat, kekasih, suami, istri, anak, dan karib kerabat kita lainnya
  berada di sekitar kita hari ini?

Masihkah ada usia yang tersisa bagi kita hari ini?
Bagi Ibu kita? Bagi Ayah kita? Bagi Adik, Kakak kita?
Bagi orang-orang yang begitu kita kasihi?

Allah SWT. masih memberikan nikmatNya, rizkiNya, kasih sayangNya pada kita hari ini. Allahu akbar! Alhamdulillah! Masih tak tahukah untuk apa kita berdo'a hari ini? Masih tidak maukah kita berdo'a kepada Allah SWT., kepada Tuhan hari ini?

"Ya, Allah. Ya, Tuhan kami...
Maafkan kami yang seringkali menjauhkan diri
Menghindari jasad dan hati kami dari kasihMu

Ya Allah. Ya, Engkau Tuhan kami...
Terimalah syukur kami malam ini...
Terimalah do'a tanda terima kasih kami, Ya Allah...
Atas rahmatMu...
Atas kasih sayangMu...
Atas rizki sehat, rizki nikmat, rizki umur dan sehat bagi kami hingga kami masih bisa berdo'a malam ini...

Ya Allah. Ampuni kami seringkali berlari meninggalkanMu jauh di belakang langkah kami
Ya Allah... Hina diri kami. Hinalah diri kami ini
Hanya karuniaMu yang sanggup menghapus sesal kealpaan ini, ya Allah...
Hanya syafa'atMu yang mampu menyelematkan kami dari kekhilafan ini...

Ya Allah, ya Dzat Pencipta kami...
Karuniakanlah kepada kami, ya Allah...
Karuniakanlah kepada kami... kesempatan hidup esok hari
Agar kami dengan tulus hati menghadirkan tangan dan hati kami tengadah kepadaMu
Agar kami dengan sukacita menghadirkan syukur kami kepadaMu

Ya Allah. Wahai, Tuhan kami...
Tiada daya bagi kami selain memohon magfirohMu
Tiada daya bagi kami selain mengharap petunjukMu
Kabulkanlah do'a kami, ya Allah...
Kabulkanlah ya Allah...
Karena hanya Engkaulah Dzat Maha Pengabul Do'a
Aamiin.."

Sudahkah Berdoa Jejak Manyar
We Always Need God

Sumber Gambar : Quantum Life dengan modifikasi Jejak-Jejak Manyar

PostScripts :
Sebuah lagu dari Grace Simon dalam album "Cinta" (1984) berjudul "DO'A" menjadi inspirasi lahirnya tulisan ini. Lirik lagu Do'a tersebut dapat disimak pada gambar di atas. Bagi Sahabat Manyar yang ingin menikmati tembang manis tersebut dan merasakan nuansa religius yang universal, silahkan cek link di bawah ini. Semoga Allah SWT. memberikan kelezatan iman dan taqwa serta rahmat dan rizki bagi kita semua ^.^ Aamiin.
>>MP3 : Grace Simon - Do'a
>>Blog : Tembang Kenangan - Grace Simon

Update (25 Mei 2013 jam 11.36 WIB):
Karena pertimbangan picture size yang terlalu besar, saya ganti dengan konten gambar artikel ini yang picture size-nya lebih kecil.
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Jumat, Mei 17, 2013

Sejenak Mari Kita Tertawa

Ayo Tertawa Jejak Manyar
Ironisme
Untuk kebisingan yang kita derita
Di tengah kesunyian hati yang papa

Sejenak mari kita tertawa
Untuk kegelapan yang sirna
Digantikan kepekatan tak berdamba

Sejenak mari kita tertawa
Untuk langkah yang patah
Dan kesumba muak yang hina

Dan : mari sejenak kita tertawa
Untuk umur yang berkah
Hingga hari ini
Kita sempat membaca sajak ini
Sebelum muntah bersama-sama : ada cecunguk nimbrung di telinga

Sumber Gambar : Fauzi Online {Akhmad Fauzi}
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Kamis, Mei 16, 2013

Kuak (Pintu Langit)

Kuak Pintu Langit Jejak Manyar
Remang Gulana
Mendung mengurung
Muram. Murung.
Sunyi menerkam. Mendalam
Kemana cahaya?
Kemana bayu yang katanya perkasa?
Dimana bisu?
Dimana cerah yang kita tunggu?
Puisiku juang menguak, menyibak
  pintu langit yang kusut menampak
Tapi,
  sanggupkah hanya ia sendiri?

*Puisi diciptakan dalam perjalanan Bondowoso-Malang, di Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, tanggal 13 Mei 2013 Pukul 11.25 WIB.

Sumber Gambar : Omah Ilmoe dengan modifikasi Jejak-Jejak Manyar
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Seroja di Telaga Luka

Seroja Telaga Luka Jejak Manyar
Nestapa
Ia kuncup tatkala mentari lemah menguak mega. Bayang pesona musnah. Ia kulai dalam derita. Di keheningan telaga luka.
Rumpun cemara tak mau mengerti. Mereka katup dalam dengki. Tak duli seroja dimuaki maki dendam hati.
Hingga tiap waktu berlari : Seroja buncah dibakar resah. Semua menunduk wajah seakan belasungkawa. Entah : Kemana dunia ketika ia suarakan derita?

*Puisi diciptakan dalam perjalanan Bondowoso-Malang, di Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, Kabupaten Situbondo, tanggal 13 Mei 2013 Pukul 09.03 WIB.

Sumber Gambar : Koleksi Puisi & Kata2 Bijak by Pakdhe : Seroja dengan modifikasi Jejak-Jejak Manyar.
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Kamis, Mei 09, 2013

Bimbang

Bimbang Jejak Manyar
Galau Hidup
Seribu bayang
Hampa bimbang menghadang
Simpang,
Jalan mana ku pilih?

Senyuman neraka semanis surga
Dari jauhan
Ia kerlingkan dosa bagaikan asa
Tak ada celah selain pergi
Tak ada pintu selain lari

Di ujung kemelut
Kakiku lantas berlutut
Ku tundukkan kepala
Ku benamkan pada jelaga
Seketika itu pula
Fajar sirna terlempar
Aku. Ruh dan jasadku
Entah terpuruk di bumi yang mana
Entah. Ya. Entah...

Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Rabu, Mei 08, 2013

Kisah Inspirasi - Polisi Super & Celana Kolor

Tragedi Polisi Super Jejak Manyar
In Memoriam for Super Cop
APAKAH kalian tahu sebuah negeri yang begitu terkenal dengan polisi supernya? Bukan, sungguh bukan! Mereka bukan polisi bersayap dengan celana dalam di luar (Baca : Superman). Bahkan, mereka bukan Sersan Chan Ka-Kui yang "hanya" berani menangkapi penjahat-penjahat besar dalam film Police Story. Mereka disebut polisi super karena... Mereka melayani masyarakat dengan penuh dedikasi.
Sebelum kalian salah mengira, saya harus memperjelas : KISAH INI BUKAN TENTANG POLISI DI INDONESIA. Bahkan mungkin tak pernah akan ada di negara ini jua. Kisah ini tentang sebuah angkatan bernama polisi di Negeri Ironi, yang terletak jauh... jauh... jauuuuuuuh... di ujung pulau.
Negeri ini dipuji banyak negara karena memiliki angkatan bersenjata kepolisian yang hebat. Mengapa hebat?
Di Indonesia, ketika kalian kehilangan sepeda motor, bahkan kehilangan mobil BMW sekalipun, mungkin pihak kepolisian yang kalian lapori akan begitu lama memproses laporan kalian. Paling cepat sehari-dua hari lah. Tidak dengan polisi di Negeri Ironi. Begitu kalian membuka mulut, begitu pula anggota polisi yang saat itu menemui kalian melaporkan pada atasannya perihal peristiwa yang terjadi dan sepeleton pasukan akan meluncur menindaklanjuti laporan kalian. Hebat, bukan? Tapi, untuk laporan tentang apa saja memangnya?
Apa saja! Ya, apa saja! Jangankan mobil hilang, handphone jatuh di jalan, laptop kecurian, bahkan celana kolor hilang pun polisi di Negeri Ironi siap sedia menyelesaikan masalah yang ada. Hebat? Wah, itu belum apa-apa.
Berapa lama menurut kalian untuk memecahkan masalah yang ada? Setahun? Dua tahun? Tiga tahun? Atau... seabad? Nop! SEHARI! Hanya sehari untuk memecahkan kasus-kasus yang ada, kecuali untuk kasus-kasus tertentu yang sedikit rumit-seperti pembunuhan-yang memerlukan waktu agak lama untuk menemukan pelakunya. Sebulan adalah waktu terlama yang pernah mereka alami untuk memecahkan kasus rumit tersebut.
***
Masalah yang aku ceritakan saat ini bukan soal kehebatan polisi super ini. Tapi, sebuah peristiwa ganjil yang akhir-akhir ini sering terjadi. Dari data yang ada, diperoleh catatan sejak tahun 2010, ada kenaikan kasus untuk kehilangan celana kolor di Negeri Ironi ini. Tahun 2010, ada 1.000 laporan yang masuk meja kepolisian untuk ditindaklanjuti. Tahun 2011, meningkat menjadi 10.000. Tahun 2012, kembali naik menjadi 100.0000 laporan. Dan sampai saat ini, bulan Mei 2013, tahukah kalian berapa laporan yang masuk? 1.000.000.000 alias 1 JUTA LAPORAN! Gila! Ada apa ini?
Usut punya usut, menurut laporan yang ada, celana kolor pada pelapor hilang antara lain karena :
  1. Dijemur dan lupa tak diangkat seharian,
  2. Dijemur dan dibiarkan selama berhari-hari,
  3. Dicuri di kamar yang kebetulan tak dikunci,
  4. Dicuri dari tas belanjaan yang lupa tak diawasi karena sibuk ber-BBM ria, dan
  5. Dicuri karena iseng dipajang di pagar rumah
Tapi, polisi super tetap polisi super. Tak peduli apapun alasannya, mereka tetap bekerja! Semuskil dan sesulit apapun, pemecahan kasus adalah kebanggaan bagi mereka. Setiap hari mereka selalu mengingatkan para pelapor untuk lebih hati-hati lagi dalam menjaga harta benda mereka, walau anehnya setiap hari pula sebagian dari mereka laporan lagi karena celana kolornya hilang lagi.
***
Jenderal Kalong, sang kepala kepolisian di Negeri Ironi, memerintahkan anak buahnya untuk bekerja keras menghadapi laporan dari masyarakat Negeri Ironi yang berjumlah penduduk sekitar 100 juta orang itu, tidak termasuk anggota polisi dan kaum tentara. Dengan jumlah personil polisi sekitar 100 ribu orang, Jenderal Kalong mengharapkan mereka bisa mengabdi lebih baik lagi, lebih dedikatif lagi, lebih mengayomi lagi. Serentak anak buahnya mengatakan, "Siap, Pak!" sambil menghentakkan kaki, mengagetkan batalyon tentara yang tegang di perbatasan Negeri Ironi. Takut ada penyelundup dan pengacau.
Mulailah kerja keras anggota polisi untuk mencari 1 juta kolor milik warga Negeri Ironi yang raib entah kemana. Setiap kali satu kolor ditemukan, saat itu pula ada dua laporan masuk bahwa kolor mereka baru saja hilang. Ibarat kata, ini yang nenek moyang kita bilang : patah tumbuh, hilang berganti.
Sebulan telah berlalu. Anggota polisi super terus bekerja keras tidak berhenti. Selain menghadapi kasus-kasus besar yang ada, mereka juga berikhtiar memecahkan raibnya jutaan kolor yang terus terjadi sampai saat ini (bahkan laporan di Bulan Juni mengatakan sudah ada 2 JUTA LAPORAN tentang celana kolor yang hilang, dan 200 ribu di antaranya sudah ditemukan).
Bulan kembali berganti. Kerja tak pernah berhenti. Tak terasa sudah masuk bulan Juli, Agustus, September, Oktober, November... lalu... Desember!
***
Suatu pagi yang cerah, ketika 100 ribu anggota polisi super baru saja terjaga di Markas Besar mereka karena kelelahan yang melanda mereka untuk menangani kasus kolor, alangkah terkejutnya mereka melihat 100 juta manusia mengepung markas mereka. Yang lebih membuat mereka kaget, mereka tak bercelana kolor! Mata para polisi super dengan leluasa melihat celana dalam warga Negeri Ironi yang berdiri di depan mereka.
"Temukan celana kolor kami! Temukan celana kolor kami! Segera temukan celana kolor kami!"
"Mundur! Mundur! Mundur! Mundur!"
"Bubarkan polisi super! Bubarkan polisi super! Bubarkan polisi super!"
Demikian gema teriakan warga Negeri Ironi bersahut paut tak karuan. 100 ribu anggota polisi super ternganga tak tahu harus berkata apa. Tiba-tiba...
"Halo, Polisi Super? Saya Presiden Negeri Ironi. Saya melaporkan kehilangan celana kolor saya tadi pagi. Apakah..."
Tut tut tut tut tut... tuuuuuuuuuuuuuuuttttttt
100 ribu polisi super jantungan bersama-sama. Innalillahiwainnaillahirojiun. Rest in (not) Peace...
*Terdengar nyanyian Gugur Bunga tumpang tindih dengan Bongkar
**End**

CATATAN KAKI :
  1. Kisah ini didedikasikan untuk para pengabdi yang-kadang kala-lupa menyadarkan masyarakat tempatnya mengabdi untuk menjadi pengabdi bagi diri mereka sendiri.
  2. Kisah ini TIDAK DITUJUKAN UNTUK MENDISKREDITKAN PIHAK KEPOLISIAN RI. Hal yang diterangkan dan cenderung negatif dalam alinea kedua dan ketiga artikel ini diuraikan sebatas gambaran realita.
  3. Kisah ini terinspirasi dari artikel Ini Unic - (Serious) Inilah Orang yang Harus Ditonjokin Karena Bikin Jakarta Kebanjiran!!!
Sumber Gambar :  Dokumentasi Pribadi
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Selasa, Mei 07, 2013

Renungan - Cara Mudah Menghargai UANG

Hargai Uang Jejak Manyar
Kita Lupa : Kita Kaya Karena Mereka Miskin
KITA seringkali merasa tidak cukup dengan uang yang kita punya. Banyak seakan sedikit. Sebukit seakan seanjak (satu pindahan, satu geseran, dan sebagainya.pen). Sejuta seperti seratus ribu. Seratus ribu bagaikan sepuluh seribu. Sepuluh ribu seolah seribu. Seribu? Beberapa di antaranya dengan mudah mengumalkannya dan melemparkannya ke kotak kecil para peminta-minta.
Banyak dari kita mengatakan "Betapa susahnya menghargai uang!" Ah, tidak! Siapa bilang? Ada begitu banyak cara mudah menghargai uang.

Untuk mengerti makna uang seratus juta rupiah... tanyakanlah pada bayi yang hendak operasi jantung bayinya.

Untuk mengerti makna uang sepuluh juta rupiah... tanyakanlah pada Ibu yang tak sanggup membayar uang muka operasi anaknya

Untuk mengerti makna uang satu juta rupiah... tanyakanlah pada jebolan SMA yang tak bisa kuliah

Untuk mengerti makna uang seratus ribu rupiah... tanyakanlah pada bocah SMP yang ijazahnya ditahan sekolah

Untuk mengerti makna uang sepuluh ribu rupiah... tanyakanlah pada pemulung yang berkeliaran di sekitar rumah

Untuk mengerti makna uang seribu rupiah... tanyakanlah pada pengemis tua yang termangu di kaki lima

Untuk mengerti makna uang SERATUS RUPIAH... tanyakanlah pada pengasong yang berlompatan di bus antarkota

Kita seringkali dengan begitu mudahnya membeli kebahagiaan yang SEMU. Masuk toko, keluar toko. Borong steak. Kaos branded. Gadget a hundred  (in dollar). Dan hanya berakhir sebagai TREN. Sementara, seribu wajah-wajah kusam di sekitar kita tak ada kesempatan untuk mengikuti gejala yang ada. Bagi mereka : makan esok hari, atau mati lusa nanti. Mata mereka hanya bisa melempar mimpi ketika satu demi satu dari kita berpakaian necis berkalung emas (termasuk kaum Adam) mondar-mandir di hadapan mereka sembari berkhayal : Kapankah bisa menjadi diri kita?
Tapi, khayalan mereka dibenturkan kenyataan bahwa kita sama sekali tak peduli menjadikan mereka mendekati diri kita. Dan, jadilah kita si topeng monyet yang memamerkan "keahlian" kita di depan kepapaan mereka.
Uangmu adalah hakmu. Namun, sebagian dari uangmu terselip sebagian hak mereka. Belanjakanlah sekehendak hatimu harta yang ada padamu.
Saranku satu : membuat orang tertawa jauh lebih bahagia walau dengan seribu rupiah daripada membuat diri bahagia dengan seratus ribu rupiah dan berakhir di jamban atau di keranjang sampah.

Disclaimer : Saya TIDAK MENGKLAIM bahwa tulisan ini 100% gagasan saya karena sedikit banyak artikel ini terinspirasi tulisan tentang Penghargaan Atas Waktu sebagaimana banyak beredar di dunia maya.

Sumber Gambar : Bintan Center dan Kura Kura Hitam dengan modifikasi Jejak-Jejak Manyar

Update (26 Mei 2013 Jam 20.33 WIB) :
Ada penambahan link di bagian sumber gambar ^^
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Kisah Inspirasi - Do'a Alif

Do'a Si Imut Alif Jejak Manyar
Ia Setia Pada Mereka Walau Mereka (Terkadang) Tak Setia Padanya
SUATU hari seorang ayah, sebut saja Noval, yang sehari-hari sangat sibuk-bahkan saat weekend-untuk akhir pekan kali ini ia bisa bernafas lega. Ia bisa merasakan hangatnya ranjang sampai cukup siang dan bermain dengan putra semata wayangnya yang begitu imut, Alif, 5 tahun.
Hari ini, sang istri Raras pergi ke luar kota untuk mengurus ijin proyek pembangunan pabrik baru. Alif sengaja tidak diajak dan Alif pun sengaja tidak minta diajak karena ia ingin bermain-main dengan ayahnya hari ini. Sungguh sebuah kesempatan langka bagi seorang Alif.
Sepanjang pagi hingga nyaris dhuhur, dua sosok lelaki ini asyik bermain bola di halaman belakang rumah mewah mereka di kota yang dingin ini. Alif tak berhenti terkikik dan terbahak sesekali melihat tingkah lucu ayahnya ketika pura-pura terjatuh menangkap bola yang ditendangnya.
Ketika dhuhur datang, mereka berdua duduk di teras belakang setelah sholat sambil berbincang entah tentang apa saja. Tiba-tiba...
"Pa, kenapa sih Papa sama Mama harus kerja?" tanya Alif tiba-tiba dengan wajah sok serius. Noval tertawa melihat mimik Alif.
"Supaya Papa sama Mama bisa beliin Alif mainan, beli jajan buat Alif, biar Alif bisa makan, bisa sekolah," jawab Papa simpel. Ia tak mungkin harus mengatakan 'supaya Alif bahagia dan tidak menderita, bisa kuliah ke Oxford University, bisa liburan ke luar negeri' walau untuk hal terakhir sungguh mustahil diwujudkan.
"Memang harus kerja setiap hari ya Pa?" tanya Alif. Noval mulai sadar kenapa dan kemana pembicaraan ini. Ia ambil mudah saja.
"Iya, Alif. Kalau memang hari itu Papa sama Mama harus kerja, gimana lagi? Kalau nggak gitu, Alif nggak bisa beli mainan nanti," ujar Noval. Alif pasang ekspresi berpikir. Noval jelas tertawa terbahak sambil memeluk dan mencium pipi tembem lelaki kecil itu. Alif tertawa lalu berpikir lagi.
Dan tak ada pembicaraan setelahnya.
***
Ketika asyik melihat lomba MotoGP di televisi, Alif begitu "menjiwai" adegan salip-menyalip dalam acara tersebut. Mulutnya tak berhenti meniru suara deru mesin ratusan cc itu. Noval hanya tersenyum sambil memeriksa dokumen kantor yang harus ditandatanganinya besok.
"Papa, orang kerja itu capek nggak sih, Pa? Nguuung... Nguuuuuung..." tanya Alif sambil tak henti meniru tingkah polah pembalap kawakan di layar kaca. Noval kembali tersenyum.
"Iya capek, Alif. Alif kalau main capek nggak?" tanya Noval. Sejenak Alif tak menjawab. Asyik menjiwai perannya.
"Capek, Pa. Tapi, enak mana Pak, main apa kerja? Nguuuung... Iiiiit!" tanya Alif lagi. Noval tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepala.
"Enak main," ujarnya lalu mendekat dan memeluk Alif dari belakang sambil mengangkatnya ke udara. Alif tertawa girang.
"Hahahaha... Papa..." ujar Alif.
"Enak main sama Alif," lanjut Noval.
"Terus gimana rasanya kerja itu, Pa?" tanya Alif. Sambil menggendong Alif ke teras depan sambil menanti Raras, Noval pun bercerita panjang lebar.
"Kerja itu capek, Alif. Kamu nanti harus baca banyak buku," ujar Noval untuk 'menggambarkan' dokumen-dokumen kantor, "terus nulis-nulis, hitung-hitungan seperti matematika. Alif juga nanti harus ke luar kota yang jauuuuuh untuk cari teman yang mau kerja sama Alif. Begitu terus selama Alif kerja," ujar Noval.
"Terus kenapa Papa nggak cari kerja yang lain?" tanya Alif.
"Cari kerja itu susah, Alif. Yang penting Alif bisa sekolah, bisa makan, bisa punya baju, bisa beli mainan, Papa sama Mama rela capek kerja cuma buat Alif," ujar Noval.
Alif diam. Dengan lemah ia peluk leher Noval. Ia pun terlena dalam buaian sang papa hingga tak sadar kantuk menyerangnya.
***
Noval membaringkan Alif ke kamarnya. Dengan perlahan ia selimutkan ke tubuh Alif hingga menutupi tubuhnya sebahu.
"Met bobok, Alif," ujar Noval lembut sambil mencium kening putra kesayangannya itu. "Makasih sudah ngajak main Papa hari ini," ujar Noval lagi sambil berjalan keluar.
Noval berusaha pelan menutup pintu kamar Alif. Tak lama pintu ditutup, terdengar suara Alif perlahan melamat :

"Ya, Allah... Kasih Papa sama Mama kesenangan Ya Allah seperti Papa sama Mama bikin Alif senang. Hilangkan capek Papa sama Mama ya Allah... Maafkan Alif sudah bikin mereka capek kerja setiap hari hanya untuk Alif. Alif nggak akan marah ya Allah kalau Papa sama Mama tidak bisa main lagi sama Alif biar Papa sama Mama nggak tambah capek habis kerja ya Allah.
Ya Allah, maafkan Alif belum bisa ngasih hadiah buat Papa sama Mama. Semoga do'a Alif ini bisa bikin Papa sama Mama bahagia dan tidak capek lagi ya Allah karena harus kerja setiap hari.
Ya Allah, Alif percaya Allah dengerin do'a Alif. Kabulkanlah do'a Alif ya Allah. Aamiin..." tutup do'a si Alif lalu kembali ke alam mimpi.

Noval terdiam di muka pintu. Matanya berkaca. Ya Allah, untuk apa sebenarnya kerja keras ini?

Sumber Gambar : Loket362 dengan modifikasi Jejak-Jejak Manyar
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Senin, Mei 06, 2013

OST My Way : Andrea Bocelli - To Find My Way

OST My Way Jejak Manyar
Jasmerah!
MANUSIA tidak pernah tahu detil kisah hidupnya. Itulah (salah satu) makna yang tertangkap otak saya dalam film My Way besutan Kang Je-Gyu. Komplikasi cerita dan permainan karma yang membola menjadi refleksi tegas bahwa setiap sisi perbuatan manusia akan menciptakan balasan bagi manusia itu sendiri. Persaingan antara Kim Jun-shik (Jang Dong-gun) dan Hasegawa Tatsuo (Joe Odagiri) sedari kecil memuncak hingga akhirnya perang menjadikan mereka sebagai dua orang sahabat. Meski agak terlambat, kesadaran keduanya yang terseret dalam arus perang sedemikian panjang menyadarkan kita bahwa Kebencian bukanlah obat yang tepat untuk menutupi kekurangan kita. Kekuasaan yang kita miliki tidak dapat meninggikan derajat kita, malah ia akan menjatuhkan kita ke dalam penyesalan yang panjang. Seperti perbuatan Tatsuo yang menyebabkan Jun-shik dan rekan-rekannya dihukum menjadi tentara sukarela Pasukan Jepang melawan Rusia yang berujung tertawannya Tatsuo sendiri.
Lepas dari begitu menariknya sisi humanisme dan patriotisme konyol dalam film ini (untuk yang terakhir, lihat aksi Tatsuo mendesak tentaranya melawan tentara Rusia sampai mati hingga ia sadar tak ada utusan Jepang yang menolongnya ketika ditawan tentara Rusia dan Jerman), sisi musikalitas dalam film tersebut cukup menarik untuk disimak. Dibawakan oleh Andrea Bocelli, saya yang semula kurang tertarik dengan penyanyi tenor dan penulis lagu tuna netra ini menjadi antusias mendengarkan karya-karyanya.
Lagu yang diberi judul To Find My Way ini cukup manis disimak. Sahabat Manyar tidak perlu terlalu kaku mengartikan lagu ini sebatas romantisme antar manusia. Nuansa universalisme makna dimiliki lagu ini. Sebuah karya yang cukup apik untuk disimak.
So, daripada berlama-lama membaca ulasan saya ini, silahkan disimak karya musisi asal Itali si Andrea Bocelli ini!

>>>LIRIK ANDREA BOCELLI - TO FIND MY WAY<<<
Composer: Donjune Lee
Lyrics: Robert Choy a.k.a. "Big Phony"

Remember when
Under the sun
Where we were, in abounding love
Sheltered from the storm
Safe as I recall
When we had it all

Part of us died the day we lost paradise
Through certain pain, we found our way
(Through) every single night and day, spent apart

However far...

To find my way
I'll search my memory
To hear your voice, to know your pain
And see your face
So I can find my way

You broke the earth with every step
You fought for life with every faithful breath
As fate required your innocence
You laid down your life
As a guiding light

I'll carry your name until my dying day
Through certain pain, we found our way
(Through) every single night and day set apart

However far...

To find my way
I'll search my memory
To hear your voice, to know your pain
And see your face

Over mountains, across the oceans
Any distance, where it takes me
I can reach you if I know your heart
And meet you once again...

To find my way
I'll search my memory
To hear your voice, to know your pain
and see your face
So I can find my way
I can find my way... to you

>>>VIDEO VERSION<<<
Spoiler for VIDEO OST MY WAY:

>>>AUDIO VERSION<<<
Spoiler for AUDIO OST MY WAY:

>>>DOWNLOAD AUDIO VERSION<<<
[4SHARED] : Andrea Bocelli - To Find My Way (Main OST of My Way).mp3

Sekian dulu, Sob! Sampai jumpa lagi.... 


Sumber Lirik : Marcelo Ferrari de Almeida Camargo - Andrea Bocelli To Find My Way
Sumber Gambar : DownloadFilmBaru.com - My Way

*UPDATE : Kamis, 16 Mei 2013*
Tambahan "Label" :D
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Kisah Inspirasi - Loker 12

Loker 12 Jejak Manyar
Misteri
LELAKI itu selalu membuatku kesal. Sudah tahu tasku begini besar, mengapa memberikan loker yang kecil? Pasti ada yang salah dengan mata atau telinganya. Berkali-kali aku kemari dan berkali-kali juga aku meminta dengan sopan, tetap saja : loker nomor 12 diberikannya padaku. Ah, sial!
Perlu perjuangan untuk memasukkan tasku ke dalam loker sialan itu. Dengan isi tak kurang 3-8 buku tebal, laptop dan charger, dan belum lagi benda-benda seperti binder dan kotak pensil makin membuat ranselku mirip ransel tentara. Andai bisa menjerit, ransel dan loker 12 itu pasti akan berteriak bersamaan ketika bertatap muka.
Pertama kali aku mendapat loker itu, nyaris dua menit ku masukkan tasku ke dalamnya. Keringat membasahi jidat. Bagai pelari maraton, habis tenagaku hanya untuk memasukkan tasku ke dalam loker kayu itu. Dan hal ini berulang-ulang kali ku alami. Termasuk hari ini...
***
Suatu hari, ku dengar lelaki yang biasa "menjailiku" itu wafat. Sakit, kabarnya. Walau tak tahu namanya, ku do'akan saja ia semoga Allah tak menjailinya sebagai balasan tindakannya padaku. Dan hari-hari ku lalui dengan riang tiap kali ku singgah ke perpustakaan kampusku. Selamat tinggal, Loker 12! Akhirnya ku dapatkan loker yang nyaman untuk ransel kesayanganku. Akhirnya...
***
Seminggu kemudian saat aku hendak sholat, aku antri menunggu lelaki yang mendahului masuk ke kamar mandi. Tak tahan aku menahan kencing sedari tadi. Saat berdiri di depan pintu toilet, tiba-tiba seorang perempuan mendekatiku. Ia salah satu staf perpustakaan bagian sirkulasi.
"Mas, ini ada titipan surat buat Sampeyan," ujar perempuan itu ramah. Tanpa menunggu jawabanku, ia menyerahkan surat itu ke tanganku lalu melangkah pergi. Aku terperangah tak mengerti. Apa-apaan ini?
***
Setelah sholat, ku buka surat itu di mushalla perpustakaan. Aku kaget dengan sebuah nama yang tak ku kenal. Apa benar ini untukku?
Lalu, serangkaian kata-kata tertulis di bagian tengah kertas :
   Maafkan saya jika mengagetkan Mas dengan surat ini. Saya hanya memenuhi wasiat Bapak-Pak Cip-sebelum beliau meninggal dua hari yang lalu. Dalam surat ini, Bapak meminta saya agar memohon maaf pada Mas atas perbuatan Bapak yang tidak menyenangkan pada Mas selama ini. Bapak tidak bermaksud menyusahkan Mas selama ini dengan memberikan loker yang sempit. Bapak cerita pada saya bahwa beliau kagum pada Mas yang selalu rajin. Beliau ingat masa-masa kuliah beliau. Sama seperti Mas. Tapi, satu hal yang membuat Bapak khawatir, yaitu Mas terlalu suka mengeluh. Itu sifat Bapak di masa lalu yang akhirnya mengantarkan Bapak, seorang sarjana ekonomi, hanya menjadi tenaga honorer penjaga loker perpustakaan. Seperti yang Mas tahu. Bapak tidak mau Mas seperti beliau. Karenanya, selama ini Bapak "menguji" Mas supaya bisa mengatasi situasi sulit yang ada. Kesulitan Mas memasukkan tas ke dalam loker JAUH LEBIH MUDAH dibandingkan memasukkan diri Mas ke dalam kerasnya kehidupan. Kalau hanya mengatasi loker sempit Mas tidak sanggup, bagaimana Mas mengatasi sempitnya kehidupan?
    Saya berharap Mas bisa memaafkan Bapak. Beliau banyak belajar selama ini. Dan sampai penyakit kanker beliau masuk stadium IV pun beliau tidak pernah mengeluh sedikitpun. Saya minta Mas bisa mengikhlaskan perbuatan Bapak yang kurang berkenan. Semoga Mas mendapat curahan rahmat dan hidayah dari Allah swt. Aamiin.

Aku terdiam dengan mata berkaca.
"Ya Allah, ampuni hamba yang tak berilmu ini...."
**TAMAT**

Sumber Gambar : Furnitur Sekolah - Loker
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Lilin-Lilin Cinta

Jadilah Lilin Cinta Jejak Manyar
Sanggupkah Menjadi Mereka?
Lilin-lilin
Berbaris tak gentar dingin
Remang menyinar
Terang berpijar

Lilin-lilin
Ke langit mereka tegak memandang
Mereka laksana bintang
Berpendar di kegelapan
Menebar asa di kejauhan
Walau sejuta ragu memilin

Lilin-lilin
Mereka bukan matahari
Perkasa di udara menerangi
Mereka hanya seutas nyali
Mengikhlaskan diri
Lesap ke dalam inspirasi
Lilin-lilin tak peduli :
   Ingatkah manusia pada mereka di pagi hari
Mereka hanya bermimpi
Sekali saja dalam ribuan pagi
Manusia percaya :
   Hidup tak seburuk yang disangka
Ketika langkah gontai dan lunglai
Ingatlah mereka : lilin-lilin cinta
Sekalipun dunia singkirkan mereka
Siapakah yang sanggup melawan tulusnya?
Tak juga aku...
Tak juga kau...
Tak!

Sumber Gambar : Maskolis, MetroNews Viva, dan Biografi Web dengan modifikasi Jejak-Jejak Manyar
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Asmara Lara (Sesal Sang Pemain Cinta)

Asmara Lara Karma Pemain Cinta Jejak Manyar
Siapa Menabur Luka, Ia Yang Akan Menjilati Nanahnya
Wahai...
Adakah kau merasa?
Angin semakin menjauhku
Kemana kicauan burung  yang merdu?
Kemana sipuan alam yang rayu?
Dunia gegap bahana :
  dalam terik kemarau yang binasa

Langit tak seramah biasa
Hampar biru tak berawan
Melemparkan nestapa dalam kegetiran
Tandus... Bumiku tandus!
Tapi, tahukah kau hatiku jauh lebih tandus?

Kering... Bukit lembah serentak hening!
Bersatu dengan ranggas dedaunan jati yang mati
Dan aku
Terkulai di pelukan luka
Memandangi masa
Menengok ke pintu silam
Tergugu...
Memilu...
Sesal membunuhku...

Ah, asmaraku lara
Dalam karma...

Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>