Minggu, November 11, 2012

:

Titik Dua Jejak Manyar
Urai
Dan...
   :
Terhempas. Tertindas
Lindas

Dan...
   :
Terkubur. Terbentur
Jatuh di pelukan kufur

Dan...
   :
Teriak tak bersuara. Marah tak bermuka
Sembab menyisa di raga

Dan...
   :
Bisik remah-remah
Harap susah payah
Aku tersentak di kubang resah
Tanpa daya,
Tanpa duli sedetik jua
Tanpa...

Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Sabtu, November 10, 2012

Langit Singosari

Langit Singosari Jejak Manyar
Kelabu
Hitam menari
Sunyi
Langit semakin sunyi
Jalanan bising jalang
Suara klakson dan mesin
Tak duli mendung mengancam tanpa takwin[1] :
     Turun menjamah hati yang gersang

Mendung semakin hitam
Singosari dilanda cekam
Suara gemuruh
Pertanda hujan berderu 'kan meluruh
Suara klakson dan mesin
Masih tak peduli cuaca bertapin[2]
Di tepian jalan aku terdiam
Menunggu
Kapan gerimis mengguyurku
Dan memadamkan laraku...

P.S. :
[1]Takwin, berarti uraian penjelasan.
[2]Tapin, berarti taruhan


Sumber Gambar : @nurikidy! simply 1-2-3 dengan modifikasi Sang Manyar
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

No Reason to Keep Your Season (˘-˘)ง

It must!
KITA seringkali takut pada perubahan. Kita takut untuk memulai suatu hal yang baru atau "sekedar" mengubah keadaan lama dengan hal yang baru. Ada banyak alasan. Takut gagal, tak punya kepercayaan diri, tak punya nyali. Gengsi. Tapi, ada satu alasan yang menurut rasio saya paling parah : merasa nyaman dengan keadaan yang ada.

Kenyamanan, dalam hal apapun, merupakan situasi yang melenakan. Bagaikan surga rasanya. Namun, apakah kita tidak pernah berpikir bahwa ada surga yang "jauh lebih nikmat" daripada surga yang kita punya?

Seperti musim. Petani padi paling senang jika datang musim hujan karena dengan begitu usaha mereka berjalan dengan lancar. Selain faktor ketersediaan air, tentu saja bekerja di musim hujan "lebih melegakan" daripada di musim kemarau dengan terik cuacanya di saat mencangkul. Tapi, tentu saja berbeda dengan petani tembakau. Jika bisa, mereka lebih memilih kemarau sepanjang tahun agar bisa membudidayakan tanaman komersil mereka.

Masalahnya, Benarkah kebahagiaan itu diwujudkan dengan stagnasi kenyamanan?

Kita beranalogi : Seandainya kita disuruh memilih talenta di dunia musik, tanpa efek negatif apapun, menjadi seseorang dengan kemampuan bermain alat musik plus pandai bernyanyi atau hanya menjadi seseorang dengan salah satu bakat tersebut, MANA YANG KITA PILIH?

Rasio manusia normal pastilah akan memilih menjadi seseorang dengan bakat keduanya. Mengapa? Mudah saja. Dari sisi kewirausahaan, kita tidak perlu menyewa pemain musik hanya untuk mengiring nyanyian kita. Sebaliknya, kita tidak perlu seorang penyanyi untuk membawakan lagu-lagu yang kita hasilkan dari kreasi memainkan alat musik kita. Hemat ongkos.

Alasan lain. Dua kemampuan dibandingkan satu kemampuan sama artinya melengkapi tujuan. Artinya begini. Setiap manusia punya tujuan dalam hidupnya. Paling umum, sesuai ilustrasi analogi di atas, Ketenaran a.k.a Popularity. Logika lagi. Tanpa memperhatikan aspek moral, advertising, politik, dan konspirasi keartisan lainnya yang cukup sulit jika dijadikan variabel, mana yang lebih langka antara pemusik plus penyanyi dengan salah satu di antara keduanya? Anda bisa menjawabnya.

Dari dua alasan itu menunjukkan secara sederhana bahwa Transformasi Itu Harus Ada. Musim itu ada untuk melatih petani agar handal di lahan sawah sekaligus cerdas di lahan huma. Musim itu ada agar manusia cerdik bagaimana beradaptasi di saat kemarau dan bagaimana pula di masa penghujan. Jika manusia tidak dapat melakukan hal itu, barangkali kita jauh lebih buruk ketimbang kawanan unggas dan ikan paus yang bermigrasi saat perubahan musim. Jika demikian, Apa Manfaat Akal Pikiran Kita?

Manusia mesti dan harus mengalami perubahan. Dari sisi fisik, kita berubah. Dari pola pikir, kita berubah. Dari tingkah laku dan sosialisasi, kita berubah. Jika tidak, bisakah Sahabat membayangkannya?

So, in my opinion, there's no reason for you to keep your season. We must get all seasons that we must through. Kalian harus berlari ke luar sana. Mempelajari realita yang terjadi dan mengasah ketakutan yang menghampiri. Kalian harus membuka mata hati dan menyadari bahwa naik-turun itu pasti dan pasang-surut tidaklah abadi. Siapakah yang tahu kita menjadi surut ketika berubah? Dan siapa juga yang akan tahu bahwa kita akan pasang dengan berdiam diri?

Perubahan itu kodrat manusia. Barangsiapa tidak menyukai perubahan, maka menjauhlah dia dari ras manusia.
                                             Salam Perubahan!

Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Jumat, November 02, 2012

!

Tanda Seru Jejak Manyar
Dikepung Ia
Telunjuk mengacung maju
Mata bersiteru
Menahan amarah selangit tujuh
!

Kata-kata bermakian
Berhujanan
Menyesaki lubang-lubang pendengaran
!

Jejak. Mengapa tidak beranjak?
Luka ditabur dan ditabur lagi
Air mata disambut dan diundang lagi
Hidup dalam dogma
Langkah tak berirama
Semua dalam doktrin
Dan waktu : semakin dingin

Aku merangkak
Nyawa tak sanggup tegak
Di perempatan kebingungan
Aku tak sanggup melawan : !

Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Bulan Merah Jambu

Bulan Merah Jambu Jejak Manyar
Red Moon in My Life
Purnama
Merekah di cakrawala
Aku termangu dalam diamku
Memandangi sepi
Tajam berduri menyelimuti

Suara sunyi merobek hati
Sendiri
Sendiri
Ya, sendiri...

Suara lirih menyindir memaki
Berlari
Berlari
Lalu, sembunyi...

Bulan merah jambu
Menyibak gelap malam kelabu
Aku termangu dalam menungku
Menatap puisi
Yang kulai di ujung inspirasi
Mati...

Sumber Gambar : FB Account Bulan Merah Jambu
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>