Selasa, September 25, 2012

Ksatria Senja

(Dan sesungguhnya mereka yang kalah adalah juara. Pemenang atas nafsu sesat mereka sendiri)

Foke Ksatria Fairplay Jejak Manyar
Sang Perwira
Perang asa
Udara panas mereda
Di cakrawala
Burung-burung berarak ke sarang mereka
Dan kau termangu di kursimu
Masih di situ...
***
Ada bisikan dengki
Ada bisikan benci
Tapi. Satu-satu kau tepisi
Ada gumpalan marah
Ada gelora dendam mewabah
Tapi. Sakal dalam hela kau bantah

Matamu tak sanggup berkata
Lidahmu tak mampu meraba
Tanganmu tak bisa menjamah
Keajaiban di awan rekah

Berkali-kali kau coba tabah
Meski. Sejuta kali kekecewaan memanggili
Meski. Sejuta kali kegundahan meneriaki
Berkali-kali kau coba tegar
Hingga. Di suatu detik akumu gempar :
      Aku kalah...
***
Lekat-lekat kau pandangi sisa tahta
Dalam-dalam kau hayati jejak masa
"Pengabdianku sampai di sini"
"Langkahku cukup di sini"

Dan. Perang asa
Udara panas reda
Di cakrawala
Surya merangkak ke sarang beranda
Langit teduh berwarna
Kau. Di antara sorot kamera
Dan di sela kepasrahan yang baka
Salutkan juang kepada juara
Tulus. Tanpa musihat menghunus
***
Perang nuansa
Malam lengkap luna
Kau-
     ksatria senja
     -meraba jalanan sunyi
Menikmati kedamaian yang sepi
Tanpa tunduk dan kultus
Dalam kerelaanmu yang kudus

Hasta la vista, Kawan
Terima kasih atas teladan
Yang kau pampangkan ke muka kami
Dalam sandiwara politik musim ini
Semoga kami bisa lebih bijak lagi
Lebih arif lagi...

Sumber Gambar & Inspirasi : Tempo.co. Metro - Fauzi Bowo : Kokong Kalah, Ini Saat Menyedihkan
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Senin, September 24, 2012

Pintaku : Kedamaian Ala SAS

SAS Pintaku Jejak Manyar
Legenda
SONATA Tandjung, Arthur Kaonang, dan Syeck Abidin. Trio alumnus AKA ini membentuk grup baru bernama SAS yang merupakan singkatan dari ketiga nama mereka. Lagu dan aksi ketiganya populer tahun 70an sampai sekitar gerbang era 90an. Itu menurut referensi yang saya baca di Internet. Bukan sejarah mereka yang akan saya bahas. Tapi, kesederhanaan karya mereka dari sisi gaya bahasa dan monumental dari sisi musikal. Salah satunya bisa Sahabat Manyar simak dalam lagu Pintaku, salah satu lagu dalam album Pop & Rock Indonesia I sekitar tahun 1979.

Saya kenal lagu ini pertama kali sekitar tahun 2010 dari sebuah program yang disiarkan radio KDS 8 Malang yang lokasinya ada di Jalan Raya Langsep Barat, Kota Malang#Saya nggak setuju sama nama jalannya. Masa jalan "imut" begitu dibilang raya?? ⎝↯⎵↯⎠# Kalo nggak salah nama programnya NADA NOSTALGIA INDONESIA. Persis mengudara jam 10 malam. Sekarang sih saya lama nggak stay tuned karena radio di kosan ngadat dan nggak bersahabat buat ngedengerin program kesayangan nomor dua itu setelah program lagu jadul mancanegara jam 9-nya... Apes... v(ಥ ̯ ಥ)v
***
Sejak dengar pertama kali itu saya browsing mati-matian di Internet. Nihil karena nggak ada satu website pun yang nyimpen lirik lagu easy listening ini. Dan, seperti Rites of Passage-nya Yanni kemaren, saya dapet lagu ini nggak sengaja. Asal download lagu-lagu SAS dan dapatlah lagu ini. Pintaku...

Konsep pesan yang ditawarkan juga simpel walau agak kontradiksi buat yang cuma sekali, dua kali denger. Di bagian awal dan tengah, lagu ini bercerita tentang situasi alam di desa. Tentang pemandangan, panorama, tentang kealamian. Bagian reffrent, mulai ngomong nggak butuh emas, harta, dan tahta. Cuma pengen kedamaian. It's okay. Nah. Di bagian penutup, "Dengar kasih suara sanubariku//Penuh dengan getar asmara cinta//Bukan bukit berlian yang ku damba//Pintaku hanya kasih sayang..." Lihat yang di-bold!#Sorry kebanyakan...(×̯×)# Apa hubungannya : Pemandangan, Butuh Kedamaian, dan Pengen Kasih Sayang?

Ternyata, setelah ditelusuri pelan-pelan, ketangkep makna utuh dari lagu ini. Begini :
Sang pria #soalnya yang nyanyi SAS. Masa iya saya bilang "sang wanita"?! ⇎_⇎# ngajak kekasihnya untuk mengamati suasana sederhana yang ada di desa atau kampung atau udik atau apalah namanya. Di sana penuh dengan kealamian dan kebersahajaan. Si pria, di bagian reffrent, ngingetin kalo yang namanya bahagia itu bukan soal keduniawian, tapi kedamaian. Dan sebagai penutup, si pria ngasih penegasan : Dengerin suara hatiku. Yang aku mau dari kamu hanya satu : kasih sayang! Mantap kan?

Ini yang bikin saya penasaran pertama kali denger lagu SAS karena tema lingkungan, humanis, dan cinta nyampur jadi satu. "Tebakan" saya tentang makna lagu ini saya dasarkan pada setiap bait, kecuali reffrent, yang selalu menyebutkan "Dengar Kasih..." Kata-kata itu menyuratkan si pembawa meminta kekasihnya atau jika diperluas adalah fans atau pendengar dan jika diperluas lagi adalah semua orang yang ada di dunia untuk mencermati kesederhanaan yang ada dan mengembalikan arti bahagia bukan secara materi melainkan substansi kebahagiaan itu sendiri : Kedamaian. Coba pikir : Adakah kebahagiaan itu tanpa kedamaian?

Kita lihat "sampah" di sekitar kita! Kaya-raya, direktur perusahaan, rumah mewah, tapi anak cucunya naujubillah kelakuannya. Kaya-raya, aset milyaran, orang terpandang, eh kena korupsi. Ada lagi yang jadi presiden tapi ciut kena skak nggak bisa maju and nggak bisa mundur gara-gara kesandera banyak isu di parpolnya#Jangan-jangan dia kena juga!ಠ╭╮ಠ#. Mereka adalah orang-orang dengan keleluasaan harta dan tahta. Tapi, mengapa tak ada kebahagiaan itu? Jawabannya, Karena mereka tidak memiliki kedamaian dalam hidup mereka.

Orang bahagia tidak pernah memiliki ketakutan. Dan orang yang memiliki ketakutan selamanya tidak akan pernah bahagia sebelum ia berhasil mengalahkan ketakutannya itu. Karena itu : Jangan fokuskan umur kita untuk menggenggam dunia. Pikirkanlah bagaimana kita bisa bahagia dengan dunia yang kita punya. Seperti burung gereja. Andai kata ia mengukur kebahagiaannya dengan mengimpikan diri menjadi elang, niscaya ia takkan pernah keluar dari sarangnya setiap hari. Begitu pun kita. Jika kebahagiaan diukur dengan harta dan kuasa, haruskah anak-anak jalan di luar sana menyesali takdir mereka sebagai "anak buangan"?

KITA MEMANG TIDAK BISA MEMILIH MENJADI LAHIR SEBAGAI APA. TAPI KITA BISA MEMILIH MENJADI BAHAGIA DENGAN CARA APA. Dan itu keputusan Sahabat mau menjadikan kebahagiaan itu selamanya atau hanya sementara. Menjadikan kebahagiaan itu sungguh atau semu. Dan kebahagiaan yang semu bukan kebahagiaan yang dibangun di atas pondasi kedamaian. Tidak akan pernah bisa!

Sementara Sahabat asyik memilih mau bahagia yang sejati atau kebahagiaan nisbi #Hahahaha,,, (〃^∇^)ノ#, saya kasih lirik lagu utuh dari SAS. Pintaku. Selamat membaca... *(◠‿◠)*

SAS - Pintaku

Dengar Kasih suara burung berkicau
Merdu dan mengalun memikat sukma
Burung naik dan meninggi
Dihempus angin... nan merayu

Dengar Kasih suara air mengalir
Gemericik alun merasuk jiwa
Tenteram damai kehidupan di desa
Pemandangannnya...

Betapa teduh perasaan
Betapa tenteram sanubari
Hidup bahagia bukan emas...
Bukan harta...
Bukan tahta...
Melainkan... Kedamaian...

Dengar Kasih suara sanubariku
Penuh dengan getar asmara cinta
Bukan bukit berlian yang ku damba
Pintaku hanya kasih sayang...

Interlude

Betapa teduh perasaan
Betapa tenteram sanubari
Hidup bahagia bukan emas...
Bukan harta...
Bukan tahta...
Melainkan... Kedamaian...

Dengar Kasih suara sanubariku
Penuh dengan getar asmara cinta
Bukan bukit berlian yang ku damba
Pintaku hanya kasih sayang...
***
Finally, saya harus tutup artikel ini. Semoga sedikit dari saya memberikan sedikit inspirasi bagi Sahabat yang lagi galau menentukan kebahagiaan Sahabat, terutama soal masa depan. Sebelum saya gembok #Emang pager digembok??!! ̿ ̿̿'̿'\̵͇̿̿\=(•̪●)=/̵͇̿̿/'̿̿ ̿ ̿ ̿#, sudah saya siapin link audio buat Sahabat yang pengen tahu lagu SAS yang satu ini kayak apa. INGET : Gunakan dengan bijak! Jangan diperjual-belikan dan jangan dikomersilkan dalam bentuk apapun tanpa seijin dari pemegang hak cipta!

>>> 4Shared MP3 Version : SAS - Pintaku

Sekian dari Sang Manyar! Semoga sukses menemukan kebahagiaan kalian!

Sumber Gambar : Musikku345 : SAS Album Pop & Rock Indonesia I
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Minggu, September 23, 2012

Ku Temukan Jodohku : Yanni - Rites of Passage ヾ(´ー`)ノ

Rites of Passage Yanni Ethnicity Jejak Manyar
My Lovely Song
HAMPIR sepuluh tahun saya ngincer lagu ini. Pertama kali denger di salah satu infotainment sekitar tahun 2004 lalu, saya langsung suka. Ada nuansa yang dalem, yang saya dapet dari lagu ini. Walau sama sekali nggak paham isi lagu aliran New Age ini secara pasti, setidaknya interpretasi yang tertanam di otak saya membawa pada euforia semangat yang mistik tiap kali mendengar atau sekedar mengingat-ingat lagu ini.

Inilah my spirit symphony... (^;_;^)
***
Dirilis tahun 2003, lagu Rites of Passage menjadi tembang pembuka dari album Ethnicity karya Yanni. Nuansa magis dan etnis begitu kental dalam album-album ini. Khususnya lagu yang satu ini. Kita diantarkan pada arus pemahaman yang berbeda-beda begitu mendengar lagu ini. Untuk yang awam dalam hal tafsir-menafsirkan lagu aliran New Age, ada banyak kesan yang lahir : perjuangan, penderitaan, semangat, kebangkitan, dan banyak lagi sesuai jangkauan alam bayang kita.

Saya tertegun pertama kali disuguhi lagu ini. Kobaran semangat persis seperti sebuah bangsa yang melepaskan diri dari kerangkeng penjajahan. Seperti seorang pendosa yang mendapat ampunan Tuhan. Seperti seseorang yang mendapat pencerahan. ('_')

Awalnya saya nggak paham genre musik ini dan apa maksud yang disampaikan dalam lagu ini. Berkali-kali saya coba mencari tahu judul lagu atau setidak-tidaknya musisi yang membawakan lagu ini, hasilnya nihil. Puluhan poin saya korbankan di Yahoo!Answer hanya untuk mendapatkan jawaban dan... nol besar! Mau tahu kayak apa posting saya di Yahoo!Answer? Klik aja link INI. Eh, siapa sangka saya mendapatkannya begitu mudah semalam?

Beberapa tahun yang lalu, waktu pertama kali saya denger lagu ini di Gramedia, saya pikir lagu-lagu instrumentalia biasa. Sejak itu setiap kali ada kesempatan surfing, saya download buta semua file mp3 dengan query "Instrumental" atau "Instrumentalia." Hasilnya? Se-gigabyte lebih lagu-lagu instrumental menumpuk di komputer saya dan dengan sangat terpaksa saya hapus karena tidak sesuai harapan saya.

Tahap pencarian berikutnya, sekitar tahun 2007 atau 2008 waktu pertama kali saya tahu istilah New Age sebagai aliran baru dalam musik. Pikiran saya mulai menuduh Enya dalang dari lagu favorit saya itu. Mulai saya berburu Enya. Karena terbatas dana untuk surfing di warnet yang notabene lemot naujubillah, saya hanya dapat dua puluh lebih lagu Enya dan... Sahabat tahu kan apa hasilnya? ಠ益ಠ

Kecurigaan saya mengarah pada Yanni pada akhir tahun 2008 karena terlalu sering mengulang-ulang lagu Adagio in C Minor. Saat itu tercetus kemungkinan kalau lagi itu memang karya Yanni. Tapi, yang mana? Tahap berikutnya saya ambil sampel lagu Yanni secara acak di 4shared dengan query Yanni dan mengunduh beberapa lagu. Beberapa yang saya ambil, antara lain Santorini dan Before I Go menggugurkan kecurigaan saya. Sejak itu saya hanya bisa memendam dan membangun situasi batin yang penuh dengan penasaran. Dan tiap kali saya singgah di Gramedia dan lagu ini menyambut saya, di otak saya selalu berputar-putar ide pintar katrok untuk merekam lagu ini dengan ponsel saya... (ーー;)

Hampir saja saya menyerah. Dan, sebagai proses baru penyerahan saya, saya serahkan perjumpaan saya dengan lagu ini kepada waktu. Saya yakin. Cepat atau lambat saya pasti akan menemukan lagu ini. Dimanapun dan dengan cara apapun. Selamat tinggal, Kawan... \(-_____-;)/
***
Sejak lima hari yang lalu saya iseng mengumpulkan full album Yanni yang saya dapat dari salah satu akun 4shared #Mohon maaf saya nggak bisa mem-publish akun dimaksud... m(_ _;;m# Satu per satu album Yanni saya download. Memang harus saya akui bahwa tindakan saya ilegal. Namun, mengingat sisi ekonomis dan kepraktisan, apa boleh buat? #PasangMukaPolos(=´∇`=)#

Dan, memang takdir barangkali, saya mendapatkannya : RITES OF PASSAGE. Persis jadi opening song di album Ethnicity. Finally, I've found my dream... ┌( ಠ‿ಠ)┘

Pengalaman kali ini membuat saya belajar banyak hal. Hikmah dan inspirasi bertebaran di kepala saya. Saya nggak akan pernah menyia-nyiakan apa yang sudah saya dapatkan. Simfoni inspirasi sudah di tangan saya. Haruskah saya menjadi mundur dalam kemajuan hidup saya dan tidak menciptakan perkembangan apapun? Sumber semangat saya sudah di tangan. Haruskah saya menjadi lemah sekarang?

Sedikit pesan untuk Sahabat Manyar dimanapun kalian berada. Jangan pernah berpikir kalian kalah hanya karena tidak mendapatkan sesuatu hari ini. Kegagalan tidak diukur dengan apa yang tak dapat kita raih hari ini, tapi apa yang berhasil kita perjuangkan hari ini dan kita pertahankan sampai mati. Umur kita tidak pernah pasti. Selagi masih ada esok, kenapa harus menyerah?

Buat Sahabat Manyar, lanjutkan pencarianmu, Kawan! Sesulit apapun dan sehebat apapun rintangan di depan, hadapi! Keindahan kupu-kupu lahir dari perjuangan seekor ulat. Dan kebahagiaan kita tidaklah lahir selain dari kesungguh-sungguhan kita memperjuangkan hasrat dan ambisi. Selama positif, mengapa tidak?

Lastly, sebelum saya tutup artikel ini, buat Sahabat Manyar yang pengen tahu karya Yanni berjudul Rites of Passage kayak apa, check these link below here! Gunakan dengan bijak dan tetap apresiasi karya-karya inspiratif di sekitar kita. Have a Nice Sunday, Guys! (▰˘◡˘▰)

Yanni - Rites of Passage :
  1. MP3 Version : 01 - Yanni - Rites of Passage
  2. YouTube Version : Yanni - Rites of Passage

NB  : Kalau tadi nyimak full of text, pasti tahu saya berkali-kali denger lagu ini di Gramedia. Pasti Sahabat bertanya-tanya : "Kenapa nggak tanya sih?" Jawabannya sederhana : "TENGSIN, BO'!" Hahahaha... See you! q(❂‿❂)p

Sumber Gambar : LyricsPond - YANNI - Ethnicity Album dengan modifikasi Sang Manyar
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Kamis, September 20, 2012

Pertempuran Terakhir (2)

Suara Pemilukada Jakarta Kedua Jejak Manyar
Menjaring Suara
Selamat datang, Pagi...
   Dan kegemparan yang ironi!
Hari ini...

Sudut-sudut kota berjubel, berjejal
Wajah-wajah ambisi
Menatap bagai teropong bintang :
   Lantang dan nyalang

Sementara itu
Jutaan domba berkeliaran digiring serigala
Bayang-bayang surga dan neraka
Bagai kabut tebal di fajar hari :
   Tutupi sinar dengan janji dan puisi

Keringat berimbun,
Nafas menahun.
Berpasang telinga peka nada
Dan berbaris hidung tanggap aroma
Tak mempan lagi do'a
Spanduk saja tak berdaya,
Apa lagi ajian sakti mandraguna?
Masih ampuhkah?

Politik hilang muka
Siapa menang, siapa kalah
Siapa sumringah, siapa kecewa
Kontes maha kontes
Menyabda derasnya hujan protes
Tuduhan dan hujatan
Asingkah, Kalian?
Iring-iringan pembela bagai anak merdeka
Memenuhi jalan, menyesaki trotoar
Lupa :
   Bayi yatim meratap lapar

Inilah pertempuran terakhir
Puncak dendam segera mengalir
Bagai malam pertama :
   Yang kau rasa takkan pernah lupa
Cemara baja Ibukota,
   Sanggupkah kau meredam murka?

Dan. Inilah pertempuran terakhir
Esok entah apa yang terjadi
Malam nanti pun ku tak mengerti
Aku hanya bisa pasrah menanti
Berdiam dalam sepi
Menyaksi akhir drama jemu semua ini
Berselimut silam Thalia
Berharap nasib kita tak serupa dengannya
Semoga...


Sumber Gambar : tvOneNews - KPU DKI : Pencoblosan Pemilukada Putaran Kedua, Libur
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Selasa, September 18, 2012

Luka Kemarau

Kemarau Panderman Jejak Manyar
Rekah Gersang
Tanah memancarkan tuah
Rindu air telaga
Menjelma jelaga dan wabah
Sekali kau berlari
Udara seribu kali mengepungi
Sepuluh kali kau sembunyi
Sejuta kali pula panas mengabuti
Mengurung kita dalam gelisah...

Bias tanah pusaka
Tak segagah silam yang merdeka
Hujan didamba; terik menggila
Embun dikhayal; mengapa siang begitu kekal?

Damai terberai

Cemerlang esok lunglai
Bagai sembelit
Iklim bertukar begitu sulit
Dan entah
Bila luka kemarau terjamah
Sembuh
Dan bunga-bunga merebak di awal subuh
Ku pikir
Itu lamunan yang teramat jauh
Ku pikir...

Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Asmara Tersisih

Jalanan Asing Panderman Jejak Manyar
Jalanan Asing
Aku menuruni jalanan kelabu
Sendiri
Dalam dendang jiwa yang bisu
Ku kenang wajahmu
Ku kenang senyummu
Ku kenang tawamu
   Menjadi duri di dada...

Ku coba bertahan
Air mata ku simpan
Ku tegarkan pandangan

Matahari ku sapa
Meskipun hatiku enggan menegurnya
Rembulan ku sambangi
   Tak sadarkah ia aku mendendam perih?

Cemaraku. Pinus dan rimba yang teduh
   Tak adakah pelipur laraku?

Kau yang ku puja
Kau yang ku damba
Dalam setiap larik nada
Ku hembuskan sujud cinta
   Mengapa kau alpa?

Kau yang ku cita
Dan kau
Yang menyejukkan asa kemarau
Dalam setiap nafas ku senandungkan kasihku
   Begitu jauhkah aku di kenangmu?

Aku tak pernah lelah membayangmu
Namun ku sanggup lagi merindumu
Sesat asmara kaburi mata batinku
Dan ku relakan harga diriku
Tumpah berkeping di kakimu
Silam tersia menjadi kelam...

Biarkan kini
Ku titi langkah perjalanan sepi
Sendiri
Dalam dendang jiwa yang dungu
Ku kenang wajahmu
Ku kenang senyummu
Ku kenang tawamu
   Menjadi nanah di dada...


Sumber Gambar : Dokumetasi Pribadi
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Senin, September 17, 2012

Pertempuran Terakhir

Pilkada Jakarta Kedua Jejak Manyar
Seteru Abadi
Dua kubu bertemu
Saling menjauh
Mengadu tatap dengan angkuh
Kepal tersembunyi di balik baju
Sementara api di dada itu
Bergelora tak pernah runtuh
Sungguh!

Nafas memberingas
Darah gelegak meranggas
Nafsu di mata
Nafsu di lidah
Ambisi belenggu jiwa
Selalu begitu...

Aku tak pernah paham
Mengapa kekuasaan membenih dendam?
Saudara dulu; Musuh kini
Sahabat dulu; jaminkah kau ia takkan membunuh?
Politik. Intrik
Licik
Trikata laknat yang berbisa
Bagai halilintar menyambar kita
Rebahkan nasib kepada entah
Kepada entah
Kepada : Entah!

Dan dua kubu itu-
  di kota yang nyaris tenggelam sana
-bertemu dan berseteru
Pertempuran terakhir menderu debu
Makian dan kutukan
Pada siapa mereka disarangkan?
Pedang dan pelor tersisa
Di jidat siapakah mereka singgah?

Bersiaplah, Kawan...
Tegaskanlah hatimu!
Sesaat setelah kau obralkan suaramu
Bergegaslah menjauh!
Pulanglah dari negeri rantau
Atau bersembunyilah di tepian danau
Nyanyian kekalahan akan memekikkan telingamu
Dan merontokkan gigimu,
Membutakan matamu,
Menulikan telingamu,
Melumpuhkan kakimu.
Maka. Bergegaslah menjauh!
Bergegaslah!

Dan,
Kepecundangan segera dimulai
Ah!
Kutunggu ababilMu,
       Tuhan...


Sumber Gambar :  Kompasiana.com - Syaifud Adidharta - Stop SARA Dari Sekarang Putaran Kedua Pilkada DKI Jakarta 2012
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Ku Mulai

Terus Berlari Starti' Over Jejak Manyar
Startin' Over
Ku mulai pagi ini dengan bertanya :
Tuhan,
Sudahkah ku sematkan Engkau di hati?

Ku mulai pagi ini dengan bertanya :
Hati,
Sudahkah kau temukan kemana hendak berlari?

Ku mulai pagi ini dengan bertanya :
Kaki,
Sudah siapkah kau dengan 'pa yang kan kita hadapi?

Dan ku mulai pagi ini dengan bertanya :
Hari,
Sudikah kau menjagaku lagi?

Sumber Gambar : Computer Clip Art.com - Jogging Clipart Image : Couple Running Silhoute  dengan Modifikasi Sang Manyar
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Minggu, September 16, 2012

Kelelakianku

Berdikari Janji Diri Jejak Manyar
Tegak Dalam Janji
aku adalah bayangan
aku bersembunyi di antara keheningan
dan menyapamu
sekedar berbagi tawa dan suasana

tapi jangan pernah kau harapkan
aku mau membagi penderitaan
sekalipun jalanan terjal menyakitkan
dan debu-debu begitu tajam menaburi badan
aku kan simpan
sendiri
hanya seorang diri
melintasi keasingan bumi

maka,
jauhkanlah tanganmu dari wajahmu
karena aku
akan berdiri di atas kakiku

maka,
jauhkanlah dulimu dari hidungku
karena aku
akan bangkit dengan tekadku

maka,
menyingkirlah dari jalanku
biarkan ku rintis sendiri
takdir dan garisan hidup ini
sepahit dan seperih apa
sehening dan sesunyi apa
biarkan aku mencoba
hingga ku hapus dari legenda
hingga...

maka,
dengarkanlah...!

Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Sabtu, September 15, 2012

Tak Seperti yang Kau Bayangkan

Nusantara Lara
Sungai keruh memuara
Dan hilir yang durja
Dan hulu yang nyaris punah

Tak seperti yang kau bayangkan...
Langit yang pekat
Dan cakrawala yang pucat
Dan matahari yang tak terang lagi

Tak seperti yang kau bayangkan...
Bumi berputar dalam bayangan
Dan kita terseret kehidupan
Dan kita terbenam samudera kenisbian

Tak seperti yang kau bayangkan...
Tunduk orang-orang yang khusyuk
Dan teriakan memaki yang mengutuk
Dan sulang seling uang haram di teras gubuk

Dan tak seperti yang kau bayangkan...
Negeri yang disembah
Dan tanah yang dipuja
Dan rumah yang didamba
Musnah dalam sengketa
Dalam serakah...

Sumber Gambar : Unik Apik - 10 Rekok Kekayaan Alam Indonesia
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Infantilisme*

Tuntutan Lupa Panutan
Mengancam diam 
Jika suara terus diperam

Mengancam murka
Jika langkah selalu dicegah

Mengancam mursal
Jika lumbung tak lagi kekal

Mengancam makar
Jika pikiran tak diterima dan didengar

Inilah demokrasi
Inilah progresi
Inilah ironi...

*Infantilisme, adalah keadaan dimana tidak tercapainya sifat kedewasaan dalam bertindak dan berpikir. Dalam hal ini diartikan sebagai sifat kekanak-kanakan dalam menyampaikan kebebasan berpendapat.

Sumber Gambar : IndoPos Online - Jawa Pos Jakarta - Hakim Daerah Ancam Mogok
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Kafir

Kafir Menuduh Kafir
Selaksa dendam mengalir
Siapa entah salah siapa
Siapa entah dosa siapa
Yang pasti : Seribu orang terlanjur mati

Ada telaga
Memancarkan duka
Memantulkan bias ke matahari

Ada lembah
Memaparkan nestapa
Terperangkap di setiap jiwa manusia

Tangan mengacung
Mulut memaki semakin mancung

Pedang diusung
Tuhan disangkar seperti burung

Kaki-kaki yang beringas
Menebarkan angkara di padang panas
Tak ada yang tersisa selain murka
Tak ada yang tersisa selain luka

Dan di atas bendera perjuangan
Kematian diagungkan
Mengatasnamakan pembelaan

Kafir...

Sumber Gambar : Abu Al Maira - Adab Terhadap Orang Kafir
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Selatan Kota Kelahiran

Galau Rantau
Berjalan di antara kesunyian
Meniti keheningan
Dalam protes batin yang sepi
Semarak janji menyuguhkan misteri
Mengajak kita menari : Berwisata ke lorong nurani
Dan bertanya "Apa yang berhasil kita temui-
   -selain dengki?

Aku. Kamu. Terperangkap di rimbun hutan
Suara ledekan
Bersatu dengan tangisan : Malam yang berkepanjangan

Aku. Kamu. Berkejaran di bayang sinar rembulan
Mencoba pecahkan keraguan
Walau kecemasan selalu saja menakutkan

Aku. Kamu. Memenjara di selatan kota kelahiran
Berbekal jumputan do'a malu-malu
Kita benturkan pertanyaan kita
Pada keasingan di kejauhan sana
Entah. Terjawabkah?

Sumber Gambar : Freak Dreamer : I am - Saat Tersesat
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Senin, September 10, 2012

Humor : Ternyata Rokok Tidak Berbahaya

Nyentrik
Ada kabar baik untuk anda para perokok.... Tolong di simak.

Rokok TIDAK BERBAHAYA!

Banyak orang yang khawatir terhadap bahaya rokok, tapi setelah diselidiki oleh beberapa pakar dalam bidangnya ternyata rokok itu sama sekali tidak berbahaya!

Ada sebuah penemuan yang membuka mata dunia bahwa rokok itu tidak berbahaya sama sekali.... ...

Berikut cuplikan-nya :
Ada tiga orang pakar. Mereka selalu bersama kemana saja. Tapi ketiganya memiliki kesukaan beda.
A. dr Jon Van Toncik (suka main perempuan).
B. dr Joni van Walker (suka minum minuman keras).
C. dr Toni Tobacco (suka segala jenis rokok) .

Suatu hari mereka pergi ke dukun sakti. Lalu dikasih permintaan yang sesuai dengan kegemaran mereka masing-masing.

Si A : ”Aku mau perempuan-perempuan muda dari berbagai bangsa dan makanan minuman yg cukup, letakkan dalam gua tertutup dan jangan ganggu aku selama 10 tahun”. Dan dalam sekejap mata itu jadi.

Si B : “Aku mau semua jenis arak dari seluruh dunia ditambah bekal makanan yg cukup letakkan dalam gua tertutup dan jangan ganggu aku selama 10 tahun”. Dan dalam sekejap mata itupun jadi.

Si C : ”Aku mau semua jenis rokok dari seluruh dunia sekalian makanan yang cukup letakkan dalam gua tertutup dan jangan ganggu aku selama 10 tahun”. Dan dalam sekejap mata juga itupun jadi.

10 Tahun Kemudian, dukun sakti membuka pintu gua masing-masing sesuai perjanjian.

Ketika pintu Gua I dibuka, keluarlah si A, kurus kering, berdiri pun tidak bisa karena lutut pada goyang hampir lepas, sebab hari-harinya dihabiskan hanya memuaskan nafsu dengan perempuan. Beberapa saat kemudian si A pun jatuh ke tanah lalu mati.

Pintu Gua II dibuka, maka keluarlah si B, perut buncit dan mata merah karna hari-harinya dihabiskan dengan mabuk-mabukkan. dia terhuyung dan jatuh ke tanah lalu mati.

Pintu III dibuka, keluarlah si C, sehat walafiat bahkan lebih sehat dari 10 tahun lalu. dia berjalan tegap ke arah dukun itu dan langsung menabok kepala sang dukun seraya berkata“......

Dasar DUKUN GUOBLOOOKK!!! KOREKNYA MANA???!

Itulah buktinya, ternyata ROKOK TIDAK BERBAHAYA BAGI KESEHATAN selama TIDAK ADA KOREKNYA....
***
Hahahaa... Gimana? Seru kan? Nih buat penghilang stres aja. Hitung-hitung ngisi kekosongan posting. Artikel ini BUKAN CIPTAAN SAYA. Saya hanya "bantu" publikasi doang. Sumber postingan ini saya cantumin di bawah nanti.

Sekian dulu, Kawan. Saya mau ngegarap tugas dulu. Keburu ditagih nanti. See you!

Sumber Humor   : Facebook Mobile - Did You Know?
Sumber Gambar : Wikipedia - Rokok dan Annisa's Blog - Berbagai Macam Bentuk Korek Api dengan modifikasi Sang Manyar
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Sabtu, September 08, 2012

OST Hello Ghost : Cha Tae Hyun - With You (너와 함께)

AWALNYA saya nggak tertarik banget liat film yang satu ini. Seinget saya sih, film ini saya dapetin dari pacar saya #Ihiiiiiiir ❀∇❀#. Suatu hari, pas lagi asyik-asyik memilah-milah koleksi film di laptop bersama dia, spontan aja dia bilang kalo Hello Ghost, yang saat itu saya mau cek isi filmnya kayak apa, bilang kalo ceritanya bagus banget. Saya hanya buka sekilas dan tertangkap kesan garing pada film ini. Kesan pertama yang buruk, bukan?

Don't Judge Movie from Its Scenes ^^
Pas pulang, saya coba cek lagi film Korea yang satu ini. Namanya ngecek kan nggak mungkin full watching dari awal sampe belakang. Saya cepet-cepetin aja sekedar tahu kualitas gambar, suara, alur cerita secara singkat, dan... wait a second! Ending theme-nya kok gini ya?

Dan, saya pun mulai jatuh cinta...
***
Seperti biasa. Begitu ada lagu yang saya suka, buru-buru deh ngejar di internet. Dan nggak tanggung-tanggung. Full Complete Album. Tapi, di sinilah ujian dimulai.

Belasan website saya cek yang keliatan prospek banget nyediain link album OST Hello Ghost menghasilkan sebuah kenihilan besar. Yup. Sampai detik artikel ini saya tulis pun nggak satupun website waras yang berhasil nyediain link download album soundtrack film Korea ini. Tapi, what do you know about 'unsurrending'?

Dengan menggunakan sisi otak ngaco saya, walaupun mengenaskan, saya dapet satu lagu dari album soundtrack yang saya kejar-kejar ini. And, do you know what is that? Yes! You're right! Cha Tae Hyun (차태현) - With You (너와 함께). The ending theme of Hello Ghost that I'm so loved.

Nggak ada yang gampang emang ngedapetin apa yang kita mau. Proses menemukan lagu yang satu ini aja sampe ngabisin satu email buat bikin akun di situs kampret aneh yang saya nggak paham gimana cara ngeliat artikel, interaksi sama admin, atau sekedar baca postingannya dalam kondisi sign in!#Dan demi menjaga reputasi website sialan tersebut, saya putuskan untuk tidak mempublikasikannya di blog tercinta ini... \m/(>.<)\m/#. Apa? Udah cukup? Sapa bilang?

Saya juga kudu manfaatin clue-clue yang bertebaran di internet secanggih mungkin. Pertama, pasang kata kunci "download album soundtrack Hello Ghost" dan muncullah web-web yang identik. Hasilnya, nihil album. Nggak cukup di situ. Dari salah satu website ketahuan theme song yang beken judulnya With You by Cha Tae Hyun. Masalahnya, di soundtrack list yang ada berkata lain. Lagu penutup tertulis All in Your Head. Bingung deh. Ini mana yang betul sih??!

Kedua, mulai deh masukin keyword "download All in Your Head Hello Ghost". Ampun deh yang nyari sampe mampus. Setengah putus asa. Saya coba cara lain. Ketiga, pake kata kunci "Cha Tae Hyun (차태현) - With You (너와 함께)" dan saya makin frustasi...

Kalo ada yang ngerasa dipingpong hari ini, don't worry, Man. I've felt that so. Website yang saya masukin bukannya ngasih link mp3, eh malah video semi trailer. Pusing dah. Tapi, nggak masalah. Saya cek bener apa nggak itu lagu yang saya maksud. Ternyata bener. Nah, sekarang tinggal nyari clean version-nya. Dan, keempat, saya masukin "download mp3 Cha Tae Hyun (차태현) - With You (너와 함께)". Alhamdulillah. Ketemu! ⎝⎲⏝⏝⎲⎠

Perjuangan yang tak sia-sia... (ಠ_ರೃ)
***
Mungkin terdengar aneh dan nggak umum. Yang bikin saya tertarik nonton film ini ya lagu With You-nya Cha Tae Hyun ini. Nah, buat Sahabat Manyar yang penasaran kayak apa lirik lagunya, check this out!

Cha Tae Hyun (차태현) - With You (너와 함께)
OST Hello Ghost (2010)

나 언제부터 그댈 보면서 웃게 됐는지도 모르지만
na onjebuto geudel bomyonso utge dwetneunjido moreujiman
내 가슴이 그댈 부르고 있어
ne gaseumi geudel bureugo isso

끝날 것 같지않던 외로움 그 절망속에 지쳐 쓰러진 나를
kkeutnal got gatjiandon wiroum geu jongmalsoge jichyo sseurojin nareul
일으킨 그대 그대 따뜻한 사랑
ireukin geude geude ttatteuthan sarang

두 눈을 감아봐 두 팔을 벌려 날아봐
du nuneul gamabwa du pareul bollyo narabwa
이순간을 기억해 잊지마 영원하도록
isun-ganeul giokhe itjima yongwonhadorok
믿지 못할 만큼 널 말할 수 없을 만큼 널
mitji mothal mankeum nol malhal su opseul mankeum nol
사랑해 그댈 사랑해 우리가 함께한 날들 꼭 기억해요
saranghe geudel saranghe uriga hamkkehan naldeul kkok giokheyo

나 때론 지쳐 또 쓰러지고 또 포기하고 싶은 날도 오겠지
na tteron jichyo tto sseurojigo tto pogihago sipeun naldo ogetji
그럴 땐 우리 약속을 기억할게
geurol tten uri yaksogeul giokhalge

두 눈을 감아봐 두 팔을 벌려 날아봐
du nuneul gamabwa du pareul bollyo narabwa
이순간을 기억해 잊지마 영원하도록
isun-ganeul giokhe itjima yongwonhadorok
믿지 못할 만큼 널 말할 수 없을 만큼 널
mitji mothal mankeum nol malhal su opseul mankeum nol
사랑해 그댈 사랑해 우리가 함께한 날들 꼭 기억해요
saranghe geudel saranghe uriga hamkkehan naldeul kkok giokheyo

잊지마요 우리의 약속을 잊지마요
itjimayo uriye yaksogeul itjimayo
지금처럼 우리 웃어봐요 다시 만날 그 날까지
jigeumchorom uri usobwayo dasi mannal nalkkaji

그리워 미치게 그대가 그리워지면
geuriwo michige geudega geuriwojimyon

두 눈을 감아봐 두 팔을 벌려 날아봐
du nuneul gamabwa du pareul bollyo narabwa
이순간을 기억해 잊지마 영원하도록
isun-ganeul giokhe itjima yongwonhadorok
믿지 못할 만큼 널 말할 수 없을 만큼 널
mitji mothal mankeum nol malhal su opseul mankeum nol
사랑해 그댈 사랑해 우리가 함께한 날들 꼭 기억해요
saranghe geudel saranghe uriga hamkkehan naldeul kkok giokheyo

Nah. Untuk artinya apa, silahkan cari sendiri ya? (◕‿◕)

Next, buat Sahabat Manyar yang penasaran juga sama trailer Hello Ghost dan belum sempat liat sekalian mp3-nya With You dari Cha Tae Hyun, udah saya siapin nih di bawah. Pake deh sebelum di-disclaimer yang punya! (づ。◕‿‿◕。)づ

> Trailer Hello Ghost + Cha Tae Hyun - With You [Video Version - DailyMotion] 
> Trailer Hello Ghost + Cha Tae Hyun - With You [Video Version - YouTube] 
> Ending Theme Hello Ghost - Cha Tae Hyun - With You [Audio Version - 4Shared]
***
Gimana? Mantep kan lagunya?
Sebelum postingan ini ditutup#maklum udah dua bulan nunggak kontrakan... (•∇•) LoL#, saya punya satu nasehat buat Sahabat Manyar yang setia nongkrong di sini : Jangan pernah menyerah mendapatkan apa yang kalian inginkan! Lebih baik mati mempertahankan mimpi daripada hidup tak punya mimpi. So, sampe ketemu postingan berikut ya Kawan!

Sumber Lirik      : ChaCha 31 - [Hangul+Romanization] Cha Tae Hyun (차태현) - With You (너와 함께) Lyric
Sumber Gambar : Parc^_^Ann's Blog - [Single] Hello Ghost OST 너와 함께 - Cha Tae-hyun dengan modifikasi oleh Sang Manyar
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Kau temukan Cinta

Riak-Riak Asmara
Dalam pijar bola mata

Kau temukan cinta
Dalam kata dan sapa

Kau temukan cinta
Dalam jabat dan tanya

Kau temukan cinta
Dalam sekuntum asa dan cita

Kau temukan cinta
Dalam lembutnya rengkuhan jiwa

Kau temukan cinta
Dalam kecupan nada asmara

Kau temukan cinta
Dalam romansa esok yang cerah

Tapi...

Akankah masih kau temukan dia
   ketika badai menyapa? 

Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Fire & Rain : Lagu Jadul? Ok Banget Dah :D

My Favourite Song
SAYA bener-bener nggak paham gimana ceritanya secara tiba-tiba jadi begitu gandrung dengan lagu-lagu tempo dulu. Di antara sekian remaja aneh, barangkali saya yang paling aneh dengan selera musik saya yang bener-bener... aneh. Hahaha...

Di saat remaja pada umumnya gandrung sama yang namanya Peterpan (tahun 2000an kemaren) atau para girlband dan boyband mancanegara, saya masih aja betah dengerin musik-musik abad kemerdekaan. Gimana nggak coba? Tiap hari yang saya puter kalo nggak Yesterday dari Matt Monroe, pasti koleksi-koleksi mp3 bajakan Iwan Fals yang muter itu-itu mulu dari media player saya. Sekarang, giliran John Parr dengan St. Elmo's Fire (Man in Motion) yang seliweran di playlist saya.

Tapi...

Tunggu dulu! Jangan lupa satu lagi : FIRE AND RAIN. Karya Michael Cretu. Sejak belakangan ini saya gandrung lagi lagu ini setelah lama nggak dengerin gara-gara ketumpukan koleksi lagu-lagu lawas yang baru saya dapet dari internet #ups. Buka kartu... (>.<")#.

Kalo ada yang tanya "kenapa sih suka banget lagu-lagu jadul?", lagi-lagi saya yang bingung mau ngasih jawaban pasti apa. Lha awal mulanya aja saya nggak begitu paham kenapa begitu suka lagu jadul, ini malah ditanya kenapa begitu suka. So, akhirnya saya jawab deh secara teknis : enak aja di kuping. Beres kan?

Sekedar curhat nih. Pertama kali saya suka lagu jadul itu kelas I SMP pas dengerin lagu Seruling di Lembah Sunyi-nya Lilies Suryani di Radio Romantika. Nah. Sejak malam itu saya ketagihan terus dengerin lagu-lagu lama. Mulai deh saya belajar request lewat SMS. Dan sampai detik ini #Sebelum radio rusak dan radio yang baru sok-sok nggak bisa nangkep sinyal ⎝↯⎵↯⎠#, saya masih sering sekedar request tembang-tembang lawas di Radio KDS Malang. Meskipun aneh, but it's me. You can't ask me to put it behind because it's me. Separuh jiwaku yang benar-benar bisa saya miliki.

Nah, sebelum makin ngelantur, nih saya lirik lagu Fire and Rain yang dipopulerin Michael Cretu. Have enjoy it!

FIRE AND RAIN
by Michael Cretu

Fiery flames rise into the sky
Glowing red they warm up the soul
Holding our fantasy
Beaming rays of hope
Burning holes in our memories
Lighting up lonely dreams

Raindrops curtains of the land
Hides the people in a secret veil
Washes away the cares of everyday
Falling softly from above
Down on a new world

Reff.
Life is fire and rain
It is different and it's the same
They create and they heal
Without them life would be unreal
Life is fire and rain
It has patterns and it is plain
In the sun in the dew
We can find their power too

Fiery flames rise into the sky
Raindrops curtains of the land
Splashes away the thoughts of everyday
Fire burns away the past
And in lights future dreams

Back to. Reff

Way up high and far down below
In volcanoes and in the snow
We find them where ever we go

Back to Reff 2X and Fade Out

Sekian posting kali ini. Lu pikir nggak capek apa bikin postingan malem-malem? Met bobok ya! *||(─‿‿─)||*

NB : Just info aja ya. Posting ini dirancang plus selesai persis kemaren malem jam 21.50 WIB. Harap maklum kalo kurang berbobot. Okay?

Sumber Lirik      : Mojim.com - Fire and Rain
Sumber Gambar : Gideon Burton's Blog - Fire and Rain : The New Play Project dengan modifikasi oleh Sang Manyar
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Jumat, September 07, 2012

Kemarau

Suhu udara menyakitkan
Menguap panas memangkas awan
Sementara. Angin mengusap punggung
Sedangkan jalanan lacur terpanggang

Kaki-kaki menari garang
Dan lidah terjurai bingung
Rekah
Dimana bunker perlindungan?
Kemana selamatkan badan?

Sementara itu
Api bernyanyi dari kejauhan
Berbaris dahan tinggal debu
Dan rerumputan menyisa kenangan

Sementara itu
Anak burung mencicit ngeri
Beribu sarang menjadi abu
Dan untai berteduh : menyilam galau rindu

Kemarau balau
Kering merekah dinding-dinding hati
Tak ada lagi sepercik jejak di danau
Tak ada lagi partikel tilas di kali
Sepi menjerat
Hening berkerat
Musim ujung di titik karat
Dan. Kita sekarat...

Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Soundtrack LARI DARI BLORA : Where's I Can Find It? ⎝⎲⎵⎲⎠

Wanted
SAYA harus mengakui bahwa : SAYA TERGILA-GILA DENGAN SOUNDTRACK FILM INI!!! TIDAAAAAAK!!!!

Paduan musik yang manis dan tata lirik yang sederhana namun penuh makna menjadi perpaduan yang memikat dari soundtrack film "Lari Dari Blora". Tema yang diangkat cukup langka jika dilihat dari arus selera musik saat ini. Menanamkan pesan-pesan kritik sosial, lagu-lagu dalam film ini menawarkan serangkaian kesadaran akan keberadaan kita saat ini. Simak saja lirik ini : Kita sedang hidup di suatu masa/Ketika bumi tak sudi bersahabat lagi/Cahya rembulan terhalang sangkakala/Angkara murka mengalahkah matahari. Susunan rima dan simbolisasi mengemas inti pesan lagu menjadi apik.

Rajawali melayang-layang di udara/Kehilangan dahan tempatnya berpijak. Di bagian refren kita dipertemukan lagi dengan larik-larik yang secara tekstual memuat unsur-unsur lingkungan, namun sejatinya larik tersebut menggambarkan kondisi kita saat ini dimana tak lagi kita memiliki landasan pendirian yang tegas atau jiwa kebangsaan yang terang. Dan di akhir bagian ini pun lagu tersebut menyentil secara lugas para pemimpin kita dengan : Mata pedang pemimpinku berubah arah/Tajam menikam mengkhianati amanah.... Perpaduan tercanggih yang bisa saya katakan untuk saat ini.

Pertama kali saya menikmati film ini, saya sudah disambut kagum dengan opening song yang mengiringi kaburnya dua napi dari penjara. Lepas dari kakunya akting dari keduanya, lagu yang meremang-remang di belakang gambar menjadi daya tarik utama saya saat itu. Burung-burung hinggap di batu cadas/Menanti datang cahaya matahari/Di timur mulai semburat merah/Sebentar lagi fajar 'kan mendekati. Nuansa ekologis begitu kental, bukan? Siapa yang tahu ternyata lagu tersebut berkisah tentang cinta. Interprestasi pribadi saya, kecenderungan pesan lagu tersebut pada cinta nasionalistik terhadap negara. Simak lirik bagian refren : Cinta kita tak bersatu/Hasrat dan nafsu jadi pemisah/Cinta kita telah terbelah/Ke seberang jalan kita berbeda.

Tahu apa yang dimaksud adiktif? Sesuatu yang bersifat kecanduan. Dan lagu-lagu ini contohnya...
***
Sekitar dua tahun saya penasaran dengan dengan lagu-lagu dalam film ini. Seribu kali saya pingin nyoba nyari soundtrack  film "Lari Dari Blora". Tapi, seribu kali juga saya membatalkan niat itu. Maklum. Bingung mau cari kemana dan bingung harganya berapa. Hehehehe... (●⌒∇⌒●)

Rencananya bulan depan saya mau nyoba nyari album soundtrack film ini. Paling nggak nyoba dari kota sendiri lah. BONDOWOSO. Hehehe... Tapi, ngomong-ngomong nih kalau Sahabat Manyar ada yang tahu toko kaset yang jual album soundtrack "Lari Dari Blora" dalam bentuk VCD/DVD, tolong leave comment di bawah ya? Atau add saja Facebook saya. Bisa juga follow Twitter saya. Saya do'ain deh tiap hari yang bisa ngasih info ini moga-moga selalu panjang umur, tambah rejeki, plus sukses selalu. Kenapa? Masih kurang? Oke deh. Saya do'ain juga moga-moga cepet dapet jodoh. Yang udah dapet moga-moga langgeng dan bebas dari masalah. Oke?

Segini dulu deh curhatan saya kali ini. Permisi dulu ya. Saya laper. Bye-bye... (^o^)V

Sumber Gambar : Menteri Desain Indonesia - Pilih Superman

 *UPDATE : Kamis, 16 Mei 2013*
Tambahan "Label" :D

*UPDATE : Sabtu, 16 Januari 2016*
Bagi Sahabat Manyar yang ingin men-download beberapa lagu OST LARI DARI BLORA, sudah saya posting di artikel lain. Klik : Download (Sebagian) Soundtrack "Lari Dari Blora"
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Dua Dunia

Bertumbuk
Merekah bentang pemisah
Sudut pandang bak sumbat kawah
Esok. Lusa. Ada kalanya muntahkan jelaga
Semburat ke muka manusia

Lalu. Kita diam
Lalu. Kita bisu. Berpikir apalagi yang harus ditempuh

Dan pikiran melayang yang bukan-bukan
Asumsi menjadi api
Membakari kaki. Nadi
Dan hati...

Lalu. Kita diam
Lalu. Kita bisu. Menunggu lelucon anyar melagu

Seiring waktu. Muntahan duga menjadi wabah
Mengotori kali. Melimbahi surgawi
Lembah dan hutan cemara meranggas terluka
Klimaks cerita. Asmara tumbang nestapa
Ditiupi angin lalu
Musnah bersama debu

Lalu. Kita diam
Lalu. Kita bisu. Tertunduk dalam tanya : Hanya beginikah akhirnya?

Sumber Gambar : AyoTradeFX - Dua Planet Gas Panas Jupiter Ditemukan
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Avonturir*

Berjalan mengikuti panggilan bumi
Bisikan hati
Menuntun susuri lorong yang kau yakini
Terjal jurang kau lalui
Cekam ngarai kau hadapi
Sepi. Maki
Sang Petualang
Apakah guna?
Puji. Kasih
Apakah beda?
Kau tetap sendiri
Kemunafikan yang mengitari
Menjadi pedang bermata seribu
Langkahmu di bayang musuh
Nafasmu di ratap dendam
Tapi. Inilah tekadmu
Dan tongkat kayu penyanggahmu
Dan kasut lusuh hadiah ibu
Temanimu
Mendarmakan umur kepada kalbu :
Memenggal yang perlu dipenggal,
Menjagal para tukang jegal
Tak berampun! 

Maju!
Serbu!
Dan luluh!

*Avonturir, adalah orang yang menyenangi pertualangan atau disebut juga petualang. Dalam hal ini diartikan mereka yang bergelut di dunia hukum dan berintegritas dalam menegakkan hukum.

Sumber Gambar : Low Mot - 10 Petualangan Terhebat
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Kamis, September 06, 2012

Transenden

Inilah Kita
(Tentang Kemalangan yang Tak Pernah Berkesudahan)

Aku melihatmu
Keluh dan pilu
Bagai menanggung derita sembilu
Kau bawa dukamu
Menyusuri ruang dan waktu

Aku melihatmu
Seperti tak berdaya
Begitu teganya mereka
Mengalungkan luka,
   meninggalkan derita dalam canda dan tawa

Ku harus apa?
Ku harus bagaimana?
Tanganku tak mampu menjangkau
Mereka membuih sehamparan danau
Haruskah ku tanam ranjau
   dan ku martirkan diriku bersama parau?

Aku melihatmu
Telanjang dan melintang
Dikebiri zaman
Kau merintih dilindasi perubahan
Nyanyian sejarah menampari wajahmu
Prosa harapan meludahi jidatmu
Sementara puisiku
Terdiam di sudut bisu
Menunggu giliran menginjakimu

Ku harus apa?
Ku harus bagaimana?
Kakiku tak sanggup menggebu
Kutu-kutu berselinapan di bawah pakaian
Dengan licik menghindari tangkapan
Haruskah ku teteskan darah
   dan memanggil setan gantikan pekerjaan?
Tapi. Bukankah mereka seburuknya setan?

Dan aku melihatmu
Tertawa sendiri meniti langkah
Mengikuti peredaran masa,
Mengikuti kesunyian asa :
Mengitari kecurangan bangsa
Wahai,
Bersabarlah!
Ya. Bersabarlah!
Masalah ini di luar kemampuan kita
Berdoa saja semoga ada orang kafir
Membebaskan kita dari pertarungan majir
Walau
Jasadmu tak lagi milikmu
Walau
Jiwamu tak lagi milikmu
Walau...

Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Renungan : Belajar dari Sang Musafir (Bagian 02-HABIS)

Misi Manusia
(Udah baca kan yang bagian satu? Kalo belum, nih klik link ini en met baca ya. Biar nyambung. Hehehehe...)

JUJUR, niat hati cuma pengen bikin cerita yang ringkas. Tapi, apa daya jadi begitu panjang sehingga terpaksa dipecah jadi dua begini. Nggak apa-apa kan?

Sering kali kita punya cita-cita yang besar. Pingin jadi musisi. Pingin jadi arsitek. Pingin jadi saintis. Pingin jadi anggota DPR (Maaf nih. Apa nggak ada cita-cita lain selain yang satu ini? >.<). Macem-macem.

Ada juga yang bercita-cita pingin jadi polisi. Tentunya polisi sejatinya yang nggak kemakan popularitas terus cabut dari kesatuan dan buntutnya nggak laku lagi di layar tivi. I think you know who he/she is. Selain itu. Ada juga yang pingin jadi blogger tercanggih yang pernah ada. Semua itu cita-cita. Nggak peduli muluk atau nggak, itu cita-cita. Dan setiap orang harus punya cita-cita mereka sendiri walaupun sekedar pingin jadi jukir (Bayangin nggak ada jukir! Mau mundurin mobil aja kudu nginceng ke belakang sampe encok).

Yang jadi persoalan. Kadang kala kita lupa untuk memperjuangkan cita-cita kita. Ada calon dokter tapi males ikutan praktik di laboratorium. Ada calon arsitek tapi males bikin desain. Ada calon sarjana hukum, eh enak-enakan nongkrong di kantin sementara dosen getol banget nge-share ilmu di kelas. Barangkali, cita-cita mereka tetap bisa teraih dengan "jalan tertentu" (ya bisa "jalan belakang" atau pun sekedar mengandalkan keberuntungan). Tapi, do you think they can to be the best one who they are become? Apakah mereka bisa menjadi dokter yang baik, arsitek yang baik? Apakah mereka bisa menjadi pengacara, jaksa, hakim, atau "sekedar" pengamat hukum yang baik dengan sikap mereka?

Kisah musafir yang saya tulis sebelumnya (Mohon maaf jika terdapat banyak sekali ketidakpasan) adalah gambaran manusia dalam proses menemukan apa yang mereka cita-citakan. Menjadi sarjana hukum tak cukup dengan melewati benteng perkuliahan semata. Tata dari tingkat paling dasar : niat. Anggaplah dari masa SMA dimana kedewasaan mulai dituntut. Pada masa itu setiap remaja "dipaksa" waktu untuk mulai menentukan sikap mau kemana. Jika di SMP mereka masih sibuk berpikir tentang puber pertama, pacar pertama, kencan pertama, dan putus pertama travelling bersama pertama, tak begitu di SMA. Tetek bengek penjurusan, ancang-ancang prodi kuliah, dan ruwetnya memilih universitas menjadi beban pikiran kedua mereka setelah UAN.

Kisah musafir yang saya tulis sebelumnya lebih pada analogi bagaimana kita kehilangan arah dalam merintis kemajuan kita. Karena godaan kanan dan kiri atau sekedar iming-iming atas dan bawah, kita lupa tujuan kita di depan dan musuh kita di belakang : kesuksesan dan kegagalan. Kita sibuk bercanda sampai lupa berapa banyak waktu yang tersia. Kita sibuk bercanda sampai lupa berapa banyak bekal yang kita punya terbuang begitu saja. Ketika kita tersadar, kita tertegun dan bingung.

Saat itu, kita akan tergesa-gesa mengumpulkan sisa-sisa bekal kita dan berusaha keras meluruskan kembali niat kita. Sementara itu, ujian demi ujian terlanjur mendekat. Kita, dalam kondisi seperempat siap, mencoba menghadapi. Sekali dibentur, dua kali dibentur, tiga kali dibentur. Sesekali kita coba belajar, mengevaluasi kegagalan dan kesalahan yang ada. Dan sang musafir adalah simbolisasi mereka yang lalai lalu dengan tangkas mencoba berbenah dan bisa memperbaikinya walau tak sempurna. Kepada mereka, kesuksesan masih menyapa dengan wajah yang manis.

Musafir adalah lambang diri kita. Gadis sang putri ketiga tetua desa, dengan kecantikannya bak bianglala, adalah lambang hasil akhir dari setiap sesi perjuangan kita. Musafir dengan perjuangan dadakannya menjadikan ia berhak memperoleh hadiah berupa anak ketiga tetua desa. Andai kata ia lebih jeli dan mempersiapkan lebih dini, matang, dan baik lagi, barangkali sang dewi luna-lah yang akan bersanding dengannya.

Begitu juga kita. Sejauh ini, apa yang kita peroleh? Apa yang berhak kita peroleh dengan perjuangan keras kita? Jika tabiat kita masih sama dengan sang musafir, atau barangkali lebih buruk darinya, maka jangan menyesal jika nasib kita persis seperti Gayus Tambunan, Nazaruddin, dan beberapa contoh kegagalan yang berangkat dari kesuksesan.

Atau, jika ingin melihat contoh polos, lihat saja mereka yang sejauh ini menyia-nyiakan fasilitas pendidikan, akomodasi materi, dan keleluasaan waktu secara percuma. Jadi apakah mereka? Di pasar-pasar, pangkalan becak, ojekan, dan sudut-sudut lain kita temukan mereka menjelma menjadi hama. Bukan karena kesalahan negara yang tak sanggup menyediakan lapangan kerja. Karena mereka tak sanggup menjadikan diri mereka layak mendapatkan pekerjaan. Ingat itu!

Sekarang, keputusan di tangan Sahabat Manyar. Masihkah menginginkan masa depan yang manis? Maka, kejarlah! Raihlah! Insya Allah Tuhan selalu bersama kalian.

See you!

NB : Demi menghindari kesalahpahaman sebagaimana dialami saudara Denny Indrayana, harus saya tegaskan kembali bahwa Bahasan Ini Hanya Ditujukan Kepada Mereka yang Menyia-nyiakan Kesempatan Dengan Berbagai Fasilitas yang Dimiliki. Artikel ini tidak dimaksudkan untuk mendiskreditkan masyarakat lapisan menengah bawah yang Strata Ekonominya Menengah-Bawah disebabkan Faktor Keadaan Di Luar Diri Mereka. Sebagai contoh, Keterbatasan akses pendidikan, kemiskinan, penyakit, dan persoalan sosial lainnya. Demikian.

Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Renungan : Belajar dari Sang Musafir (Bagian 01)

Belajar Memahami Waktu
UNTUK kesekian kali sang musafir berjalan meninggalkan persinggahannya. Seperti yang sudah-sudah, ia berangkat dengan punggung unta sarat muatan dan segudang rencana yang telah disiapkannya. Tekad ia bikin bulat. Berkali-kali ia dalam hati berjanji : Aku harus berjalan jauh. Maka, ketika matahari baru saja membuka mata sedetik di ufuk timur, sang musafir bergegas dengan unta kesayangannya berjalan ke Barat. Menuju Kota Emas yang dicarinya selama ini.

Tapi, sayang seribu sayang. Manusia adalah manusia. Dan musafir adalah manusia. Kali ini, ia lalai dengan misinya untuk mempercepat perjalanan agar dapat menempuh jarak lebih jauh. Arus waktu memaksanya sedikit lagi mempercepat picu, tapi sial ia tak mau. Ia lebih suka berjalan perlahan... perlahan... sambil menikmati eloknya pemandangan dan nikmatnya pendengaran oleh nyanyian burung dan kidung-kidung biduan-biduan istana.

Musafir bertualang dengan tenang. Dan, seperti perjalanan lainnya. Bekal mulai menipis sementara perjalanan yang tersisa hingga tiba di desa berikutnya masih cukuplah jauh. Musafir sedikit tersentak dan mencoba meluruskan kembali niatnya. Walau susah.

Hingga, ketika ia tiba di sebuah desa yang akan mengantarnya ke perjalanan berikutnya, ia tercengang. Ia kaget. Ia bingung. Ia lupa sesuatu : Apa yang harus dilakukannya di desa ini? Apa yang harus diperbuatnya?

Seperti yang lalu, setiap kali sang musafir hendak singgah di suatu desa, maka sang musafir harus mengikuti tata perilaku dan norma-norma yang ada di desa persinggahannya. Sebelumnya, jelas ia harus mempelajari karakter warga desa dan tata nilai yang ada. Ia juga harus mengabdikan dirinya selama masa perhentian. Tapi, apa yang sejauh ini telah dipelajarinya tentang desa di depan ini?

Alhasil. Ketika sang musafir memasuki gerbang desa, para warga yang berada tak jauh darinya memandangnya dengan tak suka.

"Hei, Bodoh! Turun! Dasar tak tahu adat!" maki seorang warga.
"Ya! Turunlah! Jangan bersikap angkuh di desa kami!" teriak warga lainnya. Sang musafir kaget dan ia buru-buru turun lalu menuntun untanya seperti perintah warga desa. Tapi, ini bukan apa-apa. Akibat ia lalai mempelajari sikap, kebiasaan, dan tata nilai yang berlaku di desa persinggahannya ini, ia harus mengalami banyak kejadian pahit selama di masa persinggahannya. Sebut saja ia ditolak makan hampir di semua warung makan gara-gara ia selalu lupa melepaskan terompahnya ketika memasuki warung-warung tersebut.

Ada juga ia nyaris disiram air comberan oleh seorang nenek-nenek renta karena mendahuluinya tanpa permisi. Kehadirannya meresahkan banyak warga. Ia sadar semua ini kesalahannya. Ia sadar ia tak pandai menempatkan diri. Perlahan-lahan, ia coba mengubah sikapnya dan mempelajari situasi yang ada di desa ini. Walau cukup terlambat.

Walhasil. Selama tiga hari di desa ini, ia belajar banyak tata adat yang ada di persinggahannya ini. Masyarakat desa mulai berpikir baik padanya dan tak segan-segan mereka kerap kali memaksa musafir singgah ke rumah mereka untuk sekedar berbincang atau mendaulatnya untuk berbagi cerita tentang perjalanannya setiap kali ada pertemuan warga.

Berkat kerja kerasnya dan kesungguhannya beradaptasi dengan situasi dan kondisi yang ada, tetua desa yang dengan senang hati menawarkan hadiah yang wajib diterima oleh sang musafir. Sebuah hadiah yang istimewa. Jauh berbeda dengan hadiah-hadiah lain yang telah ditterima musafir di empat desa sebelumnya. Apakah itu? Seorang istri...

Ya. Tetua desa akan memberikan ia seorang calon istri. Tak tanggung-tanggung. Tetua desa menawarkan salah seorang anak gadisnya dan beberapa budaknya untuk dipersunting sang musafir. Sang musafir awalnya menolak mengingat ada kalangan budak yang bisa saja akan dijadikan istrinya. Namun karena desakan tetua desa tersebut akhirnya musafir itu menyerah. Ia menyanggupi tawaran sang tetua desa. Pada hari yang telah ditentukan ia diminta datang ke rumahnya untuk melamar anak gadisnya secara langsung.
***
Dan hari itu tiba. Dengan pakaian terbaik yang dimilikinya, musafir datang menghadap tetua desa untuk melamar anak gadisnya. Ketika menunggu di ruang tamu, tetua desa menjamu musafir dengan lemah lembut lagi ramah. Ia juga berkata bahwa ia memiliki empat anak gadis yang saat ini sedang menunggu di kamar. Sedangkan empat budak yang ia ceritakan tempo hari adalah dayang keempat anak gadisnya. Mereka semua juga ada di kamar bersama anak-anak gadisnya.

Tanpa menerangkan lebih lanjut untuk apa, tetua desa itu pun bertanya banyak hal pada sang musafir tentang perjalanannya ke desa ini. Tentang apa yang dilakukannya, dirasakannya, ditemuinya, tentang apa saja. Termasuk pengalamannya selama di desa ini. Sang musafir pun menjawabnya dengan apa adanya. Tanpa kebohongan atau sekedar kepura-puraan. Tak lama, tetua desa meminta izin untuk ke belakang sejenak. Sang musafir mengizinkannya.

Selang beberapa saat, tetua desa itu muncul lagi dengan sebuah senyum. Ia berkata kemudian : "Di antara empat anak gadisku dan keempat budakku, ternyata ada enam orang yang menyukaimu dan bersedia untuk dinikahi olehmu sekalian ia tak pernah tahu siapa dirimu. Namun, hanya satu di antara mereka yang benar-benar kurelakan untuk kau nikahi."

Sang musafir bingung. Bagaimana ceritanya?

"Kau tak usah bingung, Anak Muda. Mereka sedari tadi mendengarkan pembicaraan kita dari kamar mereka. Dan mereka menilai dan menimbang seperti apa calon suami mereka. Jawaban dan semua perkataanmu tadi menjadi cara bagi mereka untuk menilai apakah dirimu berhak atau tidak menjadi suami mereka." Sang musafir terdiam mendengar tutur tetua desa.

Tak lama, keempat anak gadis tetua desa pun keluar dan berdiri di hadapan musafir. Musafir terpukau akan kecantikan keempatnya. Anak gadis yang tertua kecantikannya persis seperti purnama. Anak gadis yang kedua kecantikannya menyerupai bintang kejora. Anak gadis ketiga kecantikannya seperti pelangi ssehabis hujan. Dan anak gadis keempat kecantikannya seperti bunga mawar yang baru mekar. Mereka berdiri dengan pandangan tertunduk dan wajah tersipu-sipu.

Lalu, muncul keempat budak yang sungguh buruk rupa. Yang satu masih muda seperti bunga anggrek yang hampir layu. Yang satu beranjak dewasa seperti kembang petai. Yang satu lagi telah matang seperti daun ilalang. Dan yang terakhir, yang paling buruk, begitu tua seperti arang lapuk terkena hujan.

"Tahukah kau, dari mereka semua siapa yang bersedia menjadi calon istrimu?" tanya tetua desa. Sang musafir diam. Ia tak tahu harus berkata apa. Selain ia tak tahu, ia takut membayangkan salah satu di antara keempat budak itu yang akan menjadi istrinya. Sungguh sebuah musibah, pikirnya.

"Musafir, tahukah kamu siapa yang akan menikah denganmu?" tanya tetua desa. Musafir semakin kalut. Hatinya carut-marut. Ia gemetaran tak kuasa membayangkan apa yang akan menimpanya. Lalu...

"Inilah yang akan kuamanahkan kepadamu dan bersedia menerimamu sebagai suaminya..." ujar tetua desa. Musafir mendadak lemas.

Namun, ia sadar. Ia tamu di sini dan ia harus membalas budi atas kebaikan para warga desa, termasuk tetua desa yang dengan penuh keyakinan mempercayakan seorang di antara anak gadis dan budak-budaknya untuk dinikahinya. Bagaimana bisa ia menolak? Dengan menguatkan hati, ia berusaha menegakkan wajah. Sesenti... sesenti... dan sesenti. Lalu, terjadilah...
***
Berkali-kali musafir memejam dan membelalakkan matanya seakan tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Ya. Untuk kesekian kalinya ia melihat sosok perempuan ranum yang kecantikannya seperti selendang bidadari sehabis hujan. Seperti pelangi! Ia melihat sosok gadis menyerupai putri ketiga dari tetua desa. Apakah ini...?

"Kau jangan bingung, Anak Muda. Inilah dia yang menyukai, bersedia, dan kurelakan ia untuk menjadi istrimu. Di antara mereka berempat, anak gadis pertama dan keduaku yang tak menyukaimu. Selebihnya, mereka mendambakan dan bersedia kau nikahi. Namun, aku tak merelakan dirimu menikah dengan mereka kecuali putri ketigaku."

Musafir masih bingung. Ia seperti anak burung yang baru terjatuh dari sarangnya di cecabang ranting pohon. Linglung.

"Andai kata kau mempersiapkan dirimu menjadi musafir dan tamu yang agung, lalu singgah di desa kami, menjadi panutan bagi kami, niscaya anak gadis pertamaku pasti menyukaimu. Begitupun aku."

Musafir terdiam. Ia menelan ludah. Ada sebuah penyesalan di hatinya.

"Atau. Seandainya menjadi manusia yang berkepribadian agung begitu susah bagimu, jadilah sosok yang dapat kami teladani. Menjadikan kami segan dengan akhlakmu, ilmumu, dan kesantunanmu. Maka, dia," tetua desa menunjuk anak gadis keduanya, "merasa beruntung mendapatkan kamu."

Musafir itu kembali menelan ludah.

"Ada pun dengan kepribadianmu saat ini, kedua anak gadisku lainnya berikut para hamba sahaya mereka yang pantas untukmu. Dan mereka pun menyukaimu. Hanya, aku tak mungkin memberikan si bungsu untukmu apalagi salah budakku untuk kau nikahi. Akhlak dan ilmu yang kau miliki saat ini menjadikanmu pantas berdampingan dengan putri ketigaku. Andai kata kau tak cukup baik lagi, akan ku nikahkan engkau dengan putri bungsuku. Andai kata kau lebih buruk lagi, budakku yang paling muda akan ku nikahkan denganmu."

Musafir menelan ludah. Ngeri memandang budak berwajah dingin di depannya itu.

"Andai kata kau lebih buruk lagi, budakku yang beranjak dewasa. Andai kata kau lebih buruk lagi, maka budakku yang telah dewasa inilah yang akan ku nikahkan denganmu. Dan andai kata..."

"Cukup, Tuan! Cukup! Hamba paham maksud Tuan. Hamba paham..." sela musafir tak ingin mendengar kelanjutan ucapan tetua desa. Tetua desa hanya tertawa mendengar jawaban lelaki muda yang akan menjadi menantunya itu. Begitupun keempat anaknya.

"Dan kau, apakah kau benar-benar bersedia menikah dengan musafir ini?" tanya tetua desa pada putri ketiganya. Sejenak sang gadis melirik ke arah musafir. Musafir pun menatap gadis itu. Keduanya bertatap sekian detik sebelum gadis itu kembali menunduk lalu... mengangguk.

Tetua desa tertawa. Sang musafir tersenyum. Tapi, siapa tahu dalam hatinya berjingkrak dan bersorak?
***
 Pesta pernikahan pun digelar tepat hari ketujuh musafir itu singgah di desa itu. Begitu meriah dan penuh dengan kegembiraan. Di pelaminan, wajah musafir dan putri ketiga tampak begitu berseri dan berguratkan kebahagiaan yang tak habis-habis. Mereka tak sabar menyempurnakan ruang kebahagiaan mereka yang selanjutnya. Dimana hanya mereka yang tahu dan hanya mereka yang bisa mengetahuinya. Hanya mereka.

Dan tepat tengah malam pesat pun usai. Musafir dan putri ketiga pun berjalan beriringan menuju kamar pengantin mereka.

"Putri, terima kasih kau telah bersedia menjadi istriku..."

Putri bersandar manja pada sang musafir. "Aku pun berterima kasih kau telah merelakan dirimu menjadi suami bagiku. Semoga kau tak kecewa melihat kecantikanku yang tak sebanding dengan kedua kakakku."

"Aku takkan pernah kecewa, Sayang. Syukurku kepada Tuhan yang telah memberikan gadis terbaik bagiku sebagai istri. Semoga Tuhan merahmati kita. Aamiin..." do'a musafir diamini serempak sang putri.

Dan malam pun berlalu dengan potongan-potongan kebahagiaan yang memenuhi langit malam. Mereka berdua telah menemukan apa yang pantas atas apa yang mereka miliki. Kedamaian, keceriaan, dan surga macam apa yang mereka temukan, hanya mereka berdua yang tahu.

Dan aku pun tak pernah tahu kisah ini berakhir seperti apa malam itu, di kamar itu. Yang ku tahu pasti, di hari keempat belas persinggahan musafir, sang putri tetua desa meninggalkan desa itu bersama suaminya, sang musafir. Kini mereka bersama-sama menuju Kota Emas yang diburu sang musafir. Perjalanan masih panjang. Dan pelajaran hari ini, ditutup sampai di sini...

(BERSAMBUNG)

Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>