Minggu, April 29, 2012

Memucat dan Berkarat

Jalan. Meniti begitu panjang
Kau. Aku. Dulu
Kita sama-sama tahu : apa bahagia itu
Kita sama-sama tahu : apa rindu itu
Suatu ketika
Awan hitam datang
Entah karena apa. Engkau pun hilang
Menjadi sosok asing yang murung dan lengang
Suatu saat
Sempat aku mengutuk
Meski segegas ku injak dan remuk
Sempat aku mengeluh
Meski ku sadar itulah kamu
Waktu demi waktu
Saat demi saat
Kau. Aku. Memucat dan berkarat
Jalan. Yang kita titi begitu panjang
Seketika hilang...

Senja menatap dengan hampa
Sinar jingga. Ufuk darah
Air mata tak lagi guna
Namun. Selaksa namun
Belum hilang jejakmu sirna
Kumpulan binatang merembuk dan berpesta
Entah apa di benak mereka
Entah apa di relung mereka
Aku. Kamu. Takkan bisa tahu
Kedunguan apa yang lahir di situ
Maka. Teruskanlah jalanmu ke situ
Tunggu
Tunggulah aku
Suatu saat. Di suatu tempat
Kita akan bertemu
Berjumpa. Bercerita. Tertawa
Membicarakan kegilaan demi kegilaan yang ada
Setelah kepergianmu
Tunggulah saat itu...
***
Jalan. Meniti kala senja : sayup dan rembang
Aku terpukau dalam bimbang
Oh, kamu
Semoga Ia memberikanmu tenang
Dalam damai yang terang
Aamiin...




Anda Sedang Membaca: Memucat dan Berkarat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komen apa aja: Monggoooo.
Yang penting harus SOPAN dan Say No to SPAM

Salam Manyar... ヾ(●⌒∇⌒●)ノ

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...