Selasa, Maret 20, 2012

9.15

Tak ada sangka dalam tanda
Tak ada duga dalam terka
Tiba-tiba
Begitu saja
Awan hitam tertawa
Bagai puasnya iblis di atas bencana
Bagai leganya kafir atas murtad sesosok hamba

Jejak Trauma
Jalan,
Setapak,
Entah mengapa seketika sesak
Rimbun hari sirna
Gelap bagai kutuk menyerba
Usai sudah cerita
Deretan bencana. Runtutan nestapa
Terseret dan terkerek ke angkasa
Kibar bersama luka...

Kau yang tersenyum di sana
Terima kasih t'lah kau cipta air mata dan tumpah
Kau yang terbahak di sana
Terima kasih t'lah menyabda dendam: menguncup lalu merekah
Kau yang mendengki dan berpesta
Terima kasih
Entah karma hendak tertimpa pada siapa lagi
Aku tak mengerti

Yang ku pahami
Seribu tuah menari di langit pagi ini
Menyediakan sejuta anak panah
Beracun dan bernanah
Mengukur hendak tertujam di sana
Bersiaplah jika kau terkena olehnya
Untuk apa menangis?
Untuk apa ratap berbaris?
Untuk apa sesal berlapis?
Jalanilah, Manis

Ini baru awal
Ini baru pangkal
Belum ajal...

Selamat menanti
Semoga kau menyukai
Aamiin.

Sumber Gambar: Catatan Sang Pemimpi - Andai Waktu Bisa Dibeli...


Anda Sedang Membaca: 9.15

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komen apa aja: Monggoooo.
Yang penting harus SOPAN dan Say No to SPAM

Salam Manyar... ヾ(●⌒∇⌒●)ノ

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...